Bupati Hanubun Diterima Sebagai Putera Kolser, Bawa Doa Adat Kei Untuk Bangun Gereja Baru

Bupati Malra Jadi Putra Kolser

Langgur Tual News – Bupati Maluku Tenggara, Hi. M, . Thaher Hanubun, secara resmi Sabtu ( 30/8 ) diterima dan diangkat sebagai Putera Kolser, Kecamatan Kei Kecil dalam satu upacara adat di pintu masuk Ohoi Kolser dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja Baru Imacculata Stasi Kolser.

Bupati Maluku Tenggara, Hi. M, . Thaher Hanubun, secara resmi Sabtu ( 30/8 ) melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja Imacculata Kolser dengan membawakan Doa Adat Kei

Upacara Adat penjemputan Bupati Malra, dipimpin langsung Penjabat Kepala Ohoi Kolser, Krsitian Kelanit bersama para Tokoh Adat.

Ibu Sita Kelanit mengalungkan syal adat kepada  Bupati Malra, sedangkan Ibu Pejabat Kolser, Ny. Suciati Azis Kelanit  menyematkan gelang mas adat ditangan Bupati Malra, sebagai tanda Bupati M.Taher Hanubun adalah putera Ohoi Kolser, yang memliki hubungan kekerabatan yang dikenal dengan hubungan Pella.

Usai upacara adat, Bupati Malra diiringi tarian anak panah yang merupakan tarian khas adat Kei dalam menjemput para tamu atau undangan yang masuk di kampung menuju lokasi peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja Baru Kolser. Tarian anak panah dipimpin langsung Yulius Marsel Palilingaan.

Bupati Malra, M. Taher Hanubun dijemput dengan tarian panah Kei dan diterima secara Adat Sebagai Putera Kolser

Acara pembukaan diawali dengan doa adat yang dibawakan Tokoh Adat Marga Kelanit, Antonius Kelanit, didampingi Raja Faan, Patris Renwarin dan Yosep Maturbongs di lokasi peletakan batu pertama Pembangunan Gereja baru Kolser.

Bupati Malra, M. Thaher Hanubun juga berkesempatan meletakan batu pertama pembangunan Gereja Kolser dengan membawakan doa Adat Kei, disusul Wakil Uskup Kei Kecil, dan Raja Faan.

Bupati Malra, M. Taher Hanubun dalam sambutanya mengaku Pemkab Malra siap membantu pembangunan sarana ibadah di Malra, termasuk pembangunan Gedung Gereja Baru Ohoi Kolser.

Bupati Malra, M. Taher Hanubun diterima secara adat sebagai Putra Kolser, didampingi Wakil Uskup Kei Kecil dan Wakil Uksup Kei Besar di pintu masuk Ohoi Kolser, Sabtu (30/8)

Namun Bupati Hanubun, minta agar semua warga Ohoi Kolser harus bersatu, karena Pemkab  Malra memberikan bantuan untuk pembangunan Gereja, harus ada rekomendasi tertulis dari Wakil Uskup Kei Kecil.

“ Pemkab Malra siap membantu pembangunan sarana ibadah di Malra, tapi yang harus dicatat harus ada rekomendasi dari para Tokoh Agama. Jadi Umat Kolser harus bersatu, sekarang sudah dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja, kalau ada rekomendasi dari Wakil Uskup Kei Kecil, Pemkab Malra siap memberikan bantuan “ Jelas Hanubun.

Bupati Malra, M. Taher Hanubun membawakan doa adat Kei pada peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja baru Imacculata Kolser, Sabtu ( 30/8 )

Bupati Hanubun berharap tahun 2021 Pembangunan Gedung Gereja Ohoi Kolser harus selesai dibangun dan digunakan umat untuk ibadah perayaan Natal.

Koko Kolser birsuk te ed ?   ( tanya Hanubun dengan Bahasa Kei lalu dijawab serentak warga Kolser dengan penuh kegembiraan, Ambisa Mam suk –red ) “ ujarnya.

Bupati Malra sempat bertanya kepada Penitia Pembangunan Gereja Kolser sudah berapah banyak dana yang dikumpulkan panitia, dijawab Ketua Panitia Pembangunan Gereja Kolser kalau sampai saat ini dana yang terkumpul di rekening panitia sebesar 500 juta.

Inilah Gambar Gereja Baru Imacculata Kolser

Bupati Malra berjanji akan membantu pembangunan Gedung Gereja Kolser untuk masuk APBD Malra  di tahun 2020 dengan bantuan dana sebesar 2,5 millayar.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Baru Immakulata Stasi  Kolser, Mikael Maturbongs, menyampaikan ucapan terimakasi kepada Bupati Malra yang hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja baru Kolser.

Maturbongs  dalam laporanya, mengaku rencana pembiyaan pembangunan dalam dua tahap yakni tahap pertama pembangunan fisik bangunan Gereja yang membutuhkan biaya sebesar Rp 5.530.573.000,- dan tahap kedua, pengadaan kelengkapan perabotan Gereja yang pembiayaan akan dihitung setelah fisik bangunan selesai dikerjakan. ( team tualnews.com )