Ohoi Rumadian Jadi Icont Inovasi Desa Propinsi Maluku

Ambon Tual News – Ohoi / Desa Rumadian, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, satu satunya Desa di Propinsi Maluku  yang menjadi icont Inovasi Desa, karena dengan memanfaatkan Dana Desa, bantuan Pemerintah Pusat, Ohoi Rumadian berhasil menata dan membangun Ohoi dari Desa tertinggal menjadi Desa Wisata yang unggul dan mandiri.

Mantan Pejabat Kepala Ohoi Rumadian, Ronald Tethool, S.Sos,  dipercayakan Dinas PMD Propinsi Maluku sebagai narasumber pada Rapat Koordinasi Kementrian Desa yang dihadiri Para Kadis PMD, perwakilan Camat dan Pendamping Desa di 11 kab / kota Propinsi Maluku, di Amans Hotel, Rabu ( 03/9 )

Hal ini yang menjadikan Ohoi Rumadian jadi model percontohan penguatan ekonomi desa, bahkan Dinas Parawisata Propinsi Maluku menetapkan Kampung Karel Sadsuitubun itu sebagai satu satunya Desa sadar wisata pertama di Maluku.

Atas keberhasilan inovasi membangun desa, Mantan Pejabat Kepala Ohoi Rumadian, Ronald Tethool, S.Sos,  dipercayakan Dinas PMD Propinsi Maluku sebagai narasumber pada Rapat Koordinasi Kementrian Desa yang dihadiri Para Kadis PMD, perwakilan Camat dan Pendamping Desa di 11 kab / kota Propinsi Maluku, di Amans Hotel, Rabu ( 03/9 ).

Tethool yang menjabat Kepala Seksi PMD, Kecamatan Manyeuw adalah mantan Pj. Kepala Ohoi Rumadian sejak bulan September 2015 – Pebruari 2019 adalah sosok anak muda yang berhasil menginspirasi berbagai program dan kegiatan untuk penguatan ekonomidi Desa.

Ronald Tethool menerima penghargaan dari Pemkab Malra pada HUT RI 17 Agustus 2019

Dalam paparan materi dengan judul “ Sinergi Desa dan Daerah dalam pengembangan desa wisata, pembelajaran Ohoi Rumadian, Kecamatan Manyeu, Kabupaten Maluku Tenggara berhasil menghipnotis para peserta rakor melalui materi dana desa sebagai sumber penguatan ekonomi desa.

Ronald Tethool yang memiliki motto Inovasi tiada henti dalam paparanya, menguraikan kalau sejak diangkat sebagai Pj. Kepala Ohoi Rumadian September 2015, Luas Wilayah Desa Rumadian 1.300 Ha dengan luas lahan pemukiman 6,5 Ha. Sedangkan luas lahan pertanian dapat dibedakan sebagai berikut: Perkebunan tanaman umur panjang 180 Ha dan Kebun 30 Ha.

“ Desa Rumadian memiliki penduduk berjumlah 435 jiwa dan 105 KK, dengan mayoritas mata pencaharian masyarakat adalah Petani, sesuai data BPS tahun 2015 Ohoi Rumadian masuk kategori Desa tertinggal “ ungkapnya.

Kolam Renang Ohoi Rumadian sebagai Desa Agro Wisata

Namun atas kerja keras, membangun sinergitas antar semua komponen masyarakat melalui pendekatan komunikasi dan koordinasi, dibentuk  Tim RKP-Desa Rumadian sesuai amanat Permendagri 114  Tahun 2014 pasal 33, agar mereview RPJM Desa Rumadian

“ Bersama Tim RKP-Desa, kami  mengidentifikasi Potensi Desa dan permasalahan kebutuhan masyarakat, dengan melakukan penjaringan aspirasi ke setiap Lingkungan untuk dibawah dalam musyawarah pembangunan desa “ Tandas Tethool penuh semangat.

Kata dia, proses penyelenggaraan Pemerintahan Ohoi Rumadian, tetap berpegang pada prinsip transparansi, partisipatif dan akuntabel, dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pertanggungjawaban.

Kolam Renang Ohoi Rumadian sebagai Tempat Wisata yang dibangun dengan Dana Desa

“ Saya selaku Kepala Desa sebagai Pembina dalam Tim RKP, mengambil peran untuk membimbing Tim RKP dan Masyarakat agar anggaran Dana Desa harus  Fokus pada :

“Pelayanan Dasar” (antara lain Pendidikan, Kesehatan, dan Insfrastruktur Dasar ) dan ;
kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Desa,  sebab beberapa indikator permasalahan inilah yang membuat Desa Rumadian masuk dalam kategori Desa Tertinggal “ Jelasnya.

Tempat wisata Hoat Tamngil Ohoi Rumadian

Langkah awal yang dilakukan, kata Tethool, bersama masyarakat merumuskan program dan kegiatan melalui Musrengbangdes, kemudian memasang Baileho APB Des di tempat umum agar diketahui masyarakat. “ Saya sebagai Kepala Ohoi dan  Tim Percepatan Pembangunan Desa Rumadian berkolaborasi bersama Pendamping Desa ( dalam hal ini masih melibatkan Tim RKP-Des ) melakukan pendekatan komunikasi dengan Para Pimpinan SKPD Teknis, sekaligus menyampaikan kebutuhan Pembangunan Desa melalui Proposal. dan Puji Tuhan mendapat respon positif dari Pimpinan SKPD Teknis untuk bersinergi dalam membangun Insfrastrukur dasar  dan Penguatan Kelembagaan Pemberdayaan Masyarakat di Ohoi Rumadian dengan menggunakan dana Desa dan bantuan APBD II, I dan APBN “ Paparnya.

Inovasi Desa Tempat Wisata Ohoi Rumadian

Dikatakan, dari Dana Desa, Ohoi Rumadian berhasil membangun Poskesdes lengkap dengan sarana bidan dan Posyandu lengkap bersama sarana dan prasarana, termasuk memberikan insentif kepada kader Posyandu honor 500.000/ bulan.

“ Sedangkan untuk air bersih, awalnya Ohoi Rumadian sangat kesulitan air bersih, namun dengan Dana Desa, saat ini masyarakat menikmati air bersih yang melimpah, kalau Bapak / ibu ke Rumadian saat ini disemua rumah penduduk tinggal putar kran air, karena pipanisasi langsung masuk di rumah masyarakat, bahkan kami berupaya sampai pipa air masuk mengairi lahan pertanian dan perkebunan masyarakat Rumadian  “ Terang Ronald Tethool.

MCK Umum Ohoi Rumadian di Lokasi Wisata

Untuk pembangunan bidang Kesehatan, Ronald mengaku, Ohoi Rumadian ditetapkan sebagai Desa Bebas buang air bersih ( ODF ) oleh tim penilai Dinas Kesehatan Kabupaten Malra, sehingga mendapat bantuan pembangunan MCK, lalu kami membangun MCK umum di tempat wisata, karena semua rumah sudah memiliki MCK. “ kalau dulu warga kampung buang kotoran di pantai, sekarang semua rumah sudah memiliki MCK “ ujarnya.

Sumber air Wear Mit Ohoi Rumadian sebagai tempat wisata

Menurut Mantan Pj. Ohoi Rumadian, di bidang kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa, sejak tahun 2016 sampai saat ini, dengan dana desa setiap tahun masyarakat melakukan panen raya  produk unggulan Ohoi Rumadian yakni Beras Merah.

Panen Beras Merah Ohoi Rumadian sebagai produk unggulan bidang Pertanian

“ Kalau Bapak / Ibu ke Ohoi Rumadian, akan menikmati kawasan eko wisata Hoat Tamngil, dengan menyusuri hutan raya Mangrove seluas 20 hektare, dan agro wisata padi ladang ( beras merah ) menggunakan speadbot, lalu menikmati kolam renang yang ada di Tugu Pahlawan Karel Sadsuitubun ( satu satunya Pahlawan Revolusi dari Kepolisian ) berasal dari Desa Rumadian “ Pintah Tethool.

Hutan Raya Mangrove 20 ha sebagai tempat wisata Hoat Tamngil

Selain itu, kata dia Ohoi Rumadian adalah Pusat Ratchap / Pusat Adat karena memiliki Raja yang membawhai Orongkai / Kepala Desa dan Soa, dengan berbagai suguhan Sanggar Tari dan Budaya..

Dikatakan, semua asset Desa dikelolah langsung Badan Usaha Milik Ohoi ( BUMO ) Rumadian, dengan prosentase pembagian hasil usaha Bumdes yakni 10 % Pendidikan, 10% Kesehatan, 15% Penguatan Pemberdayaan, 20% Operational & Tunjangan  Pemerintah Desa, 5% Untuk Marga-Marga Dalam Desa, dan 50 % Kepada pengelolah BUM-Desa.

Hutan Mangrove Rumadian sebagai obyek wisata alam

“ Jadi membangun Desa jangan mengandalkan kekuuatan manusia, tetapi haruslah mengandalkan Tuhan, karena Allah Maha Pencipta yang memberikan segala berkat kepada kita, ayo mari kita membangun Desa harus dengan hati yang penuh kasih, kerja cerdas dan inovasi tiada henti “ Pesan Mantan Pj. Kepala Ohoi Rumadian, Ronald Tethool, S.Sos. ( team tualnews.com )