Walikota Tual : Sholat Idulfitri Dibolehkan di Setiap Masjid

Tual News – Walikota Tual, Adam Rahayaan, S.Ag mengungkapkan berdasarkan kesepakatan bersama Forkopimda, Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) dan para Tokoh Agama Kristen Protestan dan Khatolik di Kota Tual, pelaksanaan Sholat Idulfitri 1441 H/2030 M dibolehkan dilaksanakan pada masing – masing Masjid ditengah pandemi covid-19.

Video wawancara tualnews.com bersama Walikota Tual, Adam Rahayaan, S.Ag

Kepada tualnews.com, usai rapat bersama Forkopimda, MUI, Klasis GMP Tual, dan Pastor Paroki Tual, selasa ( 13/5/2020 ), dalam rangka membahas persiapan ibadah hari raya Idulfitri nanti, Walikota Tual ,menegaskan Sholat Idulfitri tetap dilaksanakan di Masjid masing – masing, namun tetap diikuti dengan protokuler kesehatan yang baik.

“ Jadi bukan kita melarang orang ibadah, namun yang ada adalah mengatur agar pelaksanaan ibadah berjalan baik ditengah covid-19  “ ujarnya.

Kata Walikota Tual, pelaksanaan takbiran malam Idulfitri tetap berlangsung di Masjid masing – masing seperti biasa, namun khusus di Jembatan Vatdek akan ada penjagaan ekstra TNI-Polri pada malam itu untuk membatasi arus kendaraan roda dua dari Kabupaten Malra masuk di Kota Tual maupun sebaliknya.

Sementara itu terkait permintaan para Mahasiswa/i di Kota Ambon, Propinsi Maluku untuk pulang ke Kota Tual, Walikota Tual, Adam Rahayaan, S.Ag mengungkapkan kalau permintaan itu belum dipenuhi, karena Kota Tual berada di zona hijau, sementara Kota Ambon sudah masuk zona merah covid-19.

“ Didalam rapat tadi kami tidak mengicinkan kepulangan Mahasiwa dari Kota Ambon masuk di Kota Tual “ Tandasnya.

Menyoal tentang  intervensi bantuan bagi para Mahasiswa/i asal Kota Tual yang berada diluar, Walikota Tual membenarkan kalau hal itu akan dibicarakan bersama DPRD Kota Tual, sebab menyangkut pengelolaan keuangan negara ditengah pandemi covid-19.

“ Kami akan bicarakan lagi bersama DPRD, karena kalau Pemkot Tual membantu mahasiswa asal Kota Tual yang di Ambon, pasti yang di Makasar, Surabaya dan Jakarta akan berteriak, sehingga harus ada yang koordinir soal pendataaan “ Jelas Rahayaan. ( team tualnews )