Dokter RSUD Karel Akui Pasien Meninggal Covid-19 Beli Obat Diluar

Tual News – Ketua Tim Dokter Penanganan dan Pencegahan Covid-19 di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Propinsi Maluku, dr. Erni Muliaty, dalam Rapat Dengar Pendapat ( RDP )  bersama DPRD Malra, Tim Covid-19 dan keluarga pasien, Rabu ( 29/07/2020 ) mengakui keluarga pasien meninggal Covid -19, membeli obat – obatan diluar yakni pada Apotik, sebab ketersediaan stok obat di RS masih dalam proses pengadaan.

Pengakuan ini disampaikan, dr. Erni dalam penjelasan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Malra.

“ Terkait keluhan keluarga pasien, benar beberapa resep obat kami berikan kepada keluarga beli di Apotik, karena pengadaan obat – obatan untuk pasien covid-19 masih dalam proses pengadaan “ katanya.

Rapat DPRD, Tim Covid-19 Malra Bersama Keluarga Pasien Berakhir Ricuh

Sementara itu sesuai laporan tertulis keluarga pasien meninggal terkonfirmasi positif Covid-19, kalau selama almarhumah dirawat dan ditetapkan reaktif di RSUD Karel Sadsuitubun  Langgur sampai menghembuskan napas terakhir, pihak keluarga diberikan resep dokter untuk membeli obat – obatan diluar.

“ Sejak mama kami dinyatakan reaktif sampai positif Covid-19 hingga meninggal dunia, kami keluarga dibebankan sejumlah biaya pengobatan dan kebutuhan kelengkapan pasien, mulai dari beli tisu basah, kering, pampers dan obat – obatan “ Ungkap Anak Almarhumah Simon Rahayaan.

Pasien Beli Obat, Tisu & Pampers Diluar ?, Dana Covid-19 Malra 50 M Dipertanyakan

Rahayaan mengaku, biaya pembelian obat – obatan dll sesuai resep Dokter RSUD Karel Sadsuitubun Langgur mencapai 1,5 juta rupiah ke atas.

“ Kami punya bukti resep dokter untuk beli obat – obatan di Apotik untuk layani mama kami selama dirawat sampai menghembuskan napas terakhir di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur “ Ungkapnya.

Menurut Rahayaan, resep obat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 Malra yang dibeli pihak keluarga dengan biaya sendiri diluar, sangat bertentangan dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI, Nomor : HK.01.07/Menkes/104/2020 tanggal 4 Pebruari 2020.

Soal Dana Covid 50 M, DPRD Bakal Undang Bupati Malra

Menyikapi hal ini Juru Bicara Tim Covid-19 yang juga Kadis Kesehatan Kabupaten Malra, dr. Ketty Notanubun, M.Kes,  menyatakan atas nama seluruh petugas medis Rumah Sakit meminta maaf,  sebab meraka sudah berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik.

“ kami mohon maaf karena semua Tim Medis sudah lakukan yang terbaik, olehnya itu bagi keluarga pasien agar memasukan bukti pembelian obat – obatan diluar, agar Tim Covid-19 dapat mengganti biaya yang sudah dikeluarkan  “ pintah Notanubun. ( TN )

tualnews

tualnews.com adalah portal berita di Kepulauan Kei sebagai media publik penyambung suara hati masyarakat. semoga media ini menjadi sarana informasi dan publikasi yang aktual, tajam dan terpercaya

Komentar Pembaca

Exit mobile version