Warga Rusak Kantor Desa, Karena Kades Rumadian Belum Realisasi BLT DD

Tual News – Warga Desa / Ohoi Rumadian, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, di Propinsi Maluku, senin sore ( 13/09/2021 ), pukul 17.30 WIT, melakukan aksi nekad pelemparan dan pengrusakan kantor Desa Rumadian, akibat warga kesal dengan prilaku Kepala Ohoi Rumadian, Amandus H. Watratan, yang sudah mencairkan dana desa ( DD ) dan anggaran dana ohoi ( ADO ) Desa Rumadian tahun anggaran 2021, namun belum merealisasikan hak – hak warga masyarakat yang dibiayai DD, seperti bantuan langsung tunai ( BLT ).

Kantor Desa Rumadian dirusak Massa

Informasi yang dihimpun tualnews.com, dari warga Desa Rumadian, menyebutkan, Kepala Ohoi Rumadian, Amandus H. Watratan, sudah mencairkan ADO Desa Rumadian, jumat  11 juni 2021, sebesar Rp 92.303.246, yang diperuntuhkan untuk pembayaran tunjangan perangkat desa, insentif kader posyandu, dan honor tenaga pengajar pendidikan anak usia dini ( PAUD ).

“ kades Rumadian sudah cair ADO,  tanggal 11 juni 2021, namun tidak merealisasikan pembayaran tunjangan perangkat ohoi dll, lalu pada rabu 08 september 2021, Kepo sudah mencairkan lagi dana desa ( DD ),  sebesar Rp 185.368.640, diperuntuhkan untuk pembayaran bantuan langsung tunai ( BLT ) kepada dua puluh delapan warga yang berhak menerima selama lima bulan sebesar Rp 42.000.000, namun kepala ohoi tidak terbuka kepada masyarakat, sehingga terjadi insiden pengrusakan kantor desa,   “ ungkap warga Ohoi Rumadian, yang ditemui tualnews.com,  selasa ( 14/09/2021 ).

Inspektorat-audit-khusus-DD-ohoi-rumadian-kecamatan-manyeuw-31 agustus 2021 -( dok – inspektorat malra )

Warga mengaku kesal, karena sudah banyak laporan masuk ditujuhkan kepada instansi pemerintah dan penegak hukum di Kabupaten Malra, soal dugaan penyalagunaan DD Rumadian, tahun anggaran 2019 – 2020,  namun tidak ada tindaklajut.

Camat : Tiga Ohoi Masukan LPJ DD 2020, Rumadian Belum Ada

“ kami lempar dan buat rusak kantor desa rumadian, sebab selama ini kepala ohoi tertutup dan tidak transparan kepada masyarakat, terkait pengelolaan DD Rumadian “ Kesal warga.

Sementara itu, Ketua Badan Saniri Ohoi ( BSO ) Rumadian, Yohanis Watratan, ketika dikonfirmasi via telpon selulernya, selasa ( 14/09/2021 ), membenarkan pengrusakan kantor desa, akibat warga masyarakat kesal dengan Kepala Ohoi Rumadian, yang sudah mencairkan dana desa, tapi belum merealisasikan  pembayaran insentif perangkat desa, BSO dan hak – hak masyarakat, dibiayai DD.

Kepala Ohoi Rumadian Akui Ada Kekurangan Dana Desa 2020

“ bayangkan, ADO Rumadian, sudah dicairkan Kepala Ohoi sejak 11 juni 2021, tapi belum ada realisasi pembayaran tunjangan perangkat desa dan BSO, lalu kami peroleh laporan, kades sudah cair  DD Rumadian, 08 september 2021, untuk pembayaran BLT warga dll, tapi tidak ada realisasi, sehingga warga datangi rumah kepala ohoi untuk pertanyakan “ Ungkap Watratan.

Inspektorat Temukan Kerugian Negara 118 Juta  

Ketua Badan Saniri Ohoi ( BSO ) Rumadian, Yohanis Watratan, mengungkapkan, Inspektorat Kabupaten Maluku Tenggara, tanggal 31 agustus 2021, melaksanakan audit khusus DD Rumadian tahun anggaran 2020, dan menemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp 118 juta.

“ kami BSO, perangkat desa hadir di kantor inspektorat Malra untuk audit khusus DD Rumadian 2020, ditemukan kerugian keuangan negara sebesar 118 juta yang harus disetor kembali Kepala Ohoi ke kas negara,  “ jelas Ketua BSO Rumadian.

Dana Desa Rumadian 2020 Dipertanyakan ?

Kepala Inspektorat Malra, Huyur Matdoan, yang dikonfirmasi tualnews.com, belum berhasil ditemui, karena sedang keluar kantor.

Seperti dikutip tualnews.com, dari media online, malukupost.com, selasa ( 14/09/2021 ), Kepala Ohoi Rumadian,  Amandus. H. Watratan, mengaku kejadian pengrusakan kantor desa rumadian,  berawal ketika ada sekelompok warga masyarakat mendatangi Camat setempat untuk mempertanyakan, permasalahan pencairan dana ADO, DD, dan penyaluran BLT.

“ seharusnya Camat Manyeuw, sebagai Kepala Wilayah, tidak boleh ambil langkah sepihak, tanpa berkoordinasi dengan Saya, sebagai Kepala Ohoi Rumadian, apalagi berdasarkan  informasi,  Camat langsung hubungi pihak Bank untuk pertanyakan proses pencairan dana desa rumadian, ” kesal Watratan.

1 Tahun Mobil BUMO Empat Ohoi Malra Tenggelam di Laut Aru

Watratan mengaku, dana ADO, sudah dicairkan akan tetapi belum dibagikan, sementara untuk DD dan BLT di rencanakan akan disalurkan pada hari rabu (15/9/2021).

“ untuk dana ADO,  saya masih belum membagikan,  karena perangkat desa malas laksanakan tugas,  namun semuanya akan disalurkan bersama dengan DD dan BLT pada rabu nanti, disaksikan  Dinas terkait, ” katanya.

Camat Manyeuw Kabupaten Maluku Tenggara, Natalia CH. Watratan, yang dihubungi via telpon selulernya untuk konfirmasi, pernyataan Kepala Ohoi Rumadian, belum berhasil dihubungi.

Sampai saat ini situasi kamtibmas di Ohoi Rumadian, dilaporkan aman dan terkendali. ( TN )

 

tualnews

tualnews.com adalah portal berita di Kepulauan Kei sebagai media publik penyambung suara hati masyarakat. semoga media ini menjadi sarana informasi dan publikasi yang aktual, tajam dan terpercaya

Komentar Pembaca

Exit mobile version