fbpx
Diduga Ada Korupsi Pembangunan Gereja Protestan Weduar Fer,  Aparat Hukum Diminta Sidik Panitia

Diduga Ada Korupsi Pembangunan Gereja Protestan Weduar Fer, Aparat Hukum Diminta Sidik Panitia

71 / 100

Tual News – Tukang kedua Gereja Anugerah Jemaat Weduar Fer, Gereja Protestan Maluku ( GPM ), Melkias Metubun, minta aparat penegak hukum untuk segera memproses hukum panitia pembangunan gedung gereja Weduar Fer, sebab alokasi  bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Malra, Provinsi Maluku dan Pempus, sejak tahun 2006 hingga saat ini mencapai  5 – 7 milyar, namun  tidak ada transparansi keuangan gereja, sehingga puluhan tahun gereja belum dapat diselesaikan.

“ Saya minta aparat hukum panggil oknum panitia pembangunan gereja Weduar Fer untuk diperiksa, karena dana bantuan pemerintah sudah cukup besar dikeluarkan, namun tidak ada hasil kerja pembangunan gereja, “ Pintah Tukang kedua Gereja Anugerah Weduar Fer, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat, Kabupaten Malra, Melkias Metubun, ketika mendatangi redaksi tualnews.com, di Langgur, minggu ( 24/04/2022 ).

Gereja-Weduar-Fer.
Gereja-Weduar-Fer.

Metubun sangat kecewa dengan kinerja panitia, sebab  tahun 2020 ada bantuan Pempus 500 juta untuk pembangunan gereja anugerah Weduar Fer, namun pembelanjaan barang dan pertanggungjawaban tidak diketahui warga jemaat

SD Kristen Ohoira Ditanam Sasi Adat Kei

“ karena pertanggungjawaban tidak jelas, sehingga yang saya dengar anggaran pembangunan gereja tersebut habiskan dana 5 – 7 milyar, “ Ungkapnya.

Dikatakan, saat ini gedung gereja protestan itu tinggal finishing, namun dalam pertemuan, panitia menyatakan sudah tidak ada anggaran untuk kelanjutan pembangunan.

“ Ketua Panitia Pembangunan Gereja Anugerah Weduar Fer, Tonci Far – Far selama ini tidak terbuka kepada jemaat, setiap ditanya selalu bilang tidak ada uang, “ Ujarnya.

100 Buah Sasi Adat Kei Marga Rettob Diserahkan Buat Pemkab Malra

Tukang Kedua pembangunan gereja Weduar Fer mengaku, saat ini gedung gereja itu masih tersisa pekerjaan pemasangan keramik, mimbar, bangku dan pagar gereja.

“ tidak ada petugas Klasis GPM Tual dan Malra turun lakukan pertemuan bersama warga jemaat dan panitia untuk selesaikan pembangunan gereja tersebut, “ Terang Metubun.

Menurut tukang gereja, akibat kinerja panitia pembangunan gedung gereja yang tidak transparan, maka saat ini warga jemaat Weduar Fer  berswadaya sendiri membangun pagar gereja dengan mencetak batu tela.

“ Pak Hein Far – Far di Ambon datangkan semen lalu warga jemaat swadaya cetak batu tela untuk bangun pagar gereja, “ Urainya.

Kades Kei Diminta Belajar Ke Papua, Sosok Ditubun Bagi Hasil Pajak Buat Masjid dan Gereja

Dirinya berharap sesuai harapan Bupati Malra, M. Thaher Hanubun, tahun 2021 Gereja Anugerah Weduar Fer sudah dilaksankan pengresmian, dengan bantuan anggaran Pemkab Malra sebesar Rp 300 juta, namun dana itu hingga saat ini tidak diketahui rimbahnya.

“ Desember tahun 2022, kami warga jemaat rencana pengresmian, tapi jawaban panitia sudah tidak ada uang, “ katanya.

Menyoal bantuan pribadi dari basudara Islam yakni Walikota Tual, Adam Rahayaan, S.Ag, tukang kedua membenarkan bantuan pribadi dari Adam Rahayaan, untuk pintu dan jendela gereja sebesar Rp 20 juta.

Bukti Toleransi, Islam – Kristen Danar “ Maren “ Gereja GPM

“ sampai saat ini belum ada audit dari Inspektorat Kabupaten Malra atas pembangunan gedung gereja Weduar Fer, “ Jelas Meki Metubun.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Panitia, dan Pendeta GPM Anugerah Weduar Fer, belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini.

( Media Tual News )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page