Uskup Amboina Sambangi Ohoidertutu & Ohoiren Bawah Pesan Damai

70 / 100

Tual News – Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra mendadak meninggalkan semua agenda Keuskupan untuk menyambangi Kepulauan Kei, khususnya Ohoi Ohoidertutu dan Ohoiren yang terlibat pertikaian.

Kedatangan Uskup Amboina setelah tiba di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, selasa ( 26/7/2022 ) langsung menuju Ohoi Ohoidertutu dan Ohoiren untuk melihat langsung situasi dan kondisi serta menyapa umat Katolik di kedua kampung tersebut.

Pangdam dan Kapolda Maluku Mendadak Kunjungi Malra

Dalam wawancara bersama tualnews.com, Uskup Diosis Amboina membenarkan, kalau sejak kejadian pertikaian  terjadi para pastor  telah mengirim dokumentasi foto-foto kejadian tersebut.  ” Sejak kejadian, para pastor telah melaporkan semuanya kepada saya, disertai dokumentasi foto, ” ungkapnya.

YouTube video player

Uskup katakan,  sesuai jadwal hari selasa ( 26/7/2022 )  harus berangkat  ke Kota Kupang untuk menghadiri Misa Pertama, namun dibatalkan sebab setelah tiba di Jakarta menerima laporan kalau masih ada pertikaian antara dua pihak.

Sekda Malra : Orang Kei Punya Hukum Adat Ain Ni Ain, Jangan Ada Lagi Pertikaian

”  Saya sudah  di Jakarta senin pagi mendapatkan informasi masih ada pertikaian antara dua kampung, dimana ada umat atau domba domba saya yang bertikai, maka saya harus hadir di sana walaupun  harus ke Kupang – Manado -Jakarta lagi tetapi  saya membatalkan semuanya agar harus ke tempat pertikaian,” Jelas Uskup Amboina.

Tiba  Bandara Ibra Uskup Langsung Menuju Ohoidertutu dan Ohoiren

Uskup Diosis Amboina mengaku, setelah tiba di Bandara Ibra tidak tidak langsung ke pastoran, namun langsung menuju lokasi pertikaian.

Berawal Pesta Joget, Satu Meninggal Akibat Selisih Paham Pemuda Malra

”  Kita belum memastikan bahwa mereka berdamai,  kalau memaksakan mereka berdamai secepat itu mustahil,  karena orang – orang  itu masih terluka dan marah,” ujarnya.

Uskup-Amboina-bersama-umat-Stasi-Ohoidertutu.
Uskup-Amboina-bersama-umat-Stasi-Ohoidertutu.

Uskup mengatakan setelah menyambangi Ohoidertutu dan Ohoiren, umat Katolik di dua kampung tersebut  merasa kuat atas kehadiran gembala di tengah-tengah mereka.

Tokoh Agama di Kota Tual Doa Bersama Perdamaian Wearhir

” Saya hadir dan memastikan kalau tidak ada lagi antara umat saling menyerang dan bertikai,” Tegasnya.

Kata Uskup Amboina, dalam pertemuan bersama umat Ohoiren, mereka meminta jaminan rasa aman dan nyaman serta para pengungsi yang ada di Ohoi  Wab dan Ohoira harus segera dipulangkan.

” Sekitar 25 rumah warga yang terdampak harus di perhatikan. Tadi malam saya sudah bertemu Bupati Malra dan Pemkab Malra akan secepatnya hadir menyelesaikan kerusakan yang ada, ” Jelas Uskup Amboina.

SOB LOR “RUWATAN UMUM”

Sementara di Ohoidertutu, kata Uskup Amboina warga setempat hanya meminta Gereja untuk menemani mereka, dan keluarga sudah mengiklaskan kepergian korban .

” Memang ini rasa kampung , rasa komunal sehingga kita tidak memastikan juga seperti itu.  Saya lebih mendengarkan  dan memfasilitasi mereka,” Terangnya

Dikatakan, dalam pertemuan malam itu, sebagai Uskup Amboina menekankan tentang kehidupan persaudaraan dan kekeluargaan  masyarakat adat Kei sangat utama,  sehingga umat harus  menghindari penghakiman kepada orang lain.

” Kita tetap berpatokan kepada hukum adat Kei yakni para raja wajib untuk menyelesaikan pertikaian, dan pihak kepolisian segara memproses semua persoalan  ini secara hukum,” Tegas Uskup Amboina.

( Pewarta : Oce Leisubun )

tualnews

tualnews.com adalah portal berita di Kepulauan Kei sebagai media publik penyambung suara hati masyarakat. semoga media ini menjadi sarana informasi dan publikasi yang aktual, tajam dan terpercaya

Komentar Pembaca Batalkan balasan

Exit mobile version