696 Warga Kei Tiba Dengan KM. Ngapulu, Isolasi Mandiri Sebelum Pulkam

Tual News – Sedikitnya 696 warga masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, Propinsi Maluku, selasa pagi ( 31/3/2020 ) telah tiba di Bumi Larvul Ngabal dengan Kapal PELNI KM. Ngapulu, pukul 07.00 WIT.

Video isolasi mandiri ratusan penumpang KM. Ngapulu di Hotel Langgur, selasa ( 31/3/2020 )

Kedatangan ratusan warga masyarakat dari Jakarta, Surabaya, Makasar dan Kota Ambon yang tiba di Pelabuhan Yosudarso Kota Tual, mendapat pemeriksaan ketat Tim Gugus Tugas Penanggulangan dan Pencegahan Virus Corona Covid-19 Pemkab Malra dan Kota Tual.

Warga penumpang asal Kota Tual usai diperiksa suhu tubuh oleh tim medis, langsung diantar transportasi mobil yang sudah disiapkan Pemkot Tual menuju lokasi isolasi mandiri di Gedung LPTQ Dusun Mangon, Kota Tual.

Sementara warga penumpang asal Kabupaten Malra diantar dengan transportasi mobil yang disiapkan Pemkab Malra menuju lokasi isolasi mandiri di Hotel Langgur.

Video suasana isolasi mandiri penumpang KM. Ngapulu di Hotel Langgur, sebelum pulang ke Kampung masing -masing. ( dok-tualnews )

Berdasarkan data sementara yang diperoleh tualnews.com dari PT. PELNI Cabang Tual, jumlah penumpang warga Malra dan Kota Tual yang turun di Pelabuhan Tual sebanyak 669 penumpang.

Jumlah total sementara penumpang Malra yang turun dari KM. Ngapulu 360-an orang, berasal dari Jakarta, Surabaya, Makasar, dan Kota Ambon. Sedangkan sisanya penumpang warga Kota Tual.

Ratusan penumpang yang tiba di Hotel Langgur, langsung di data Tim Covid-19 dan menjalani pemeriksaan medis ulang. Usai diperiksa kesehatan secara intensif, para penumpang ini diperbolehkan pulang setelah dijemput para Camat dan Kepala Desa / Ohoi untuk menjalani isolasi mandiri di kampung masing –masing.

Suasana isolasi mandiri penumpang KM. Ngapulu di Hotel Langgur, sebelum pulang ke Kampung masing -masing. Tampak TNI-Polri menjaga ketat keamanan ( dok-tualnews )

Sementara penumpang yang belum dijemput pihak keluarga dan Kepala Ohoi, diperbolehkan tinggal di beberapah tempat isolasi mandiri yang disediakan Pemkab Malra seperti di Hotel Langgur dan Guest House Ohoililir.

Sekretaris Tim Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Malra, dr. Ketty Notanubun, M.Kes kepada tualnews.com di Hotel Langgur mengaku sesuai data yang diperoleh jumlah penumpang  Malra yang tiba dengan KM. Ngapulu dari Jakarta, Surabaya, Makasar dan Kota Ambon sebanyak 260 orang, namun kenyataan yang ada jumlah penumpang yang turun lebih banyak dari perkiraan sebelumnya.

Suasana isolasi mandiri penumpang KM. Ngapulu di Hotel Langgur, sebelum pulang ke Kampung masing -masing. Tampak TNI-Polri menjaga ketat keamanan ( dok-tualnews )

“ Masih di data jumlah penumpang yang datang dengan KM Ngapulu, sesuai data awal 260 orang, tapi saat ini jumlahnya lebih banyak “  katanya.

Dikatakan, para penumpang setelah tiba di Hotel Langgur, mendapat pemeriksaan medis ulang dan pendataan, setelah itu bisa kembali ke Ohoi masing – masing setelah dijemput para Camat dan Kepala Desa / Ohoi.

Notanubun mengaku, sampai saat ini sesuai hasil pemeriksaan medis belum ditemukan gejalah warga masyarakat Malra yang berasal dari Jakarta, Surabaya, Makasar dan Kota Ambon yang tiba dengan Kapal PELNI, KM. Ngapulu, selasa pagi ( 31/3/2020 ) masuk kategori OPD dan PDP Covid-19.

Suasana isolasi mandiri penumpang KM. Ngapulu warga Tual di Gedung LPTQ Kota tua
( dok-tualnews )

Sementara itu salah satu warga penumpang KM. Ngapulu dari Kota Ambon, Ibu Herlin Domaikubun asal Desa Sether, Kecamatan Kei Besar Selatan kepada tualnews.com, di Hotel Langgur mengaku sejak naik kapal dari Pelabuhan Ambon mendapat pemeriksaan intensif.

“ Kami naik KM. Ngapulu dari Kota Ambon diperiksa, turun di pelabuhan Tual diperiksa, kemudian sampai di lokasi Karantina Hotel Langgur didata dan diperiksa ulang kesehatan “ ungkap Domaikubun.

Ini jadwal Kapal PELNI bulan Maret 2020

Ibu Herlin mengatakan dirinya akan pulang ke kampung Sether, di Kei Besar Selatan, setelah dijemput Camat dan Kepala Desa setempat.

Sedangkan warga penumpang KM. Ngapulu lainya, Mario Bukin juga mengakui hal yang sama. “ Kami naik dan turun dari kapal PELNI diperiksa intensif petugas kesehatan, sampai datang di Hotel Langgur masih jalani periksa ulang, sebelum pulang ke rumah “ Ungkap Mario yang adalah Mahasiswa.

Mario yang adalah warga Desa Langgur ini berharap Tim Covid-19 Kota Tual dan Malra harus memperhatikan fasilitas di areal pelabuhan Yos Sudarso Tual, karena para penumpang yang naik maupun turun masih berdesakan dan tidak menjaga jarak antara penumpang ditengah wabah Covid-19.

Camat Kei Kecil Barat ( KKB ), Yakob Rahayaan, S.Sos yang berada di Hotel Langgur, kepada tualnews.com mengaku warga masyarakat yang tiba dengan KM. Ngapulu sebanyak enam orang sudah langsung dibawah ke ibu kota Kecamatan KKB  di Desa Ohoira untuk menjalani masa karantina selama 14 hari.

“ warga kami sebanyak 6 orang sudah selesai jalani pemeriksaan medis, sekarang mereka dievakuasi pulang ke Ohoira, karena disana kami sudah siapkan tempat isolasi mandiri selama 14 hari “ Ungkap Camat KKB.

Camat KKB merinci, enam warga yang baru tiba, satu dari Desa Ohoiren sedangkan lima dari Desa Ohoira.

Data yang diterima tualnews.com dari Kantor PELNI Cabang Tual, penumpang KM. Ngapulu yang turun di Pelabuhan Tual, selasa ( 31/3/2020 ) sebanyak 696 orang. Sedangkan penumpang yang naik menuju Kota Dobo dan Papua, sebanyak 73 penumpang dan penumpang lanjutan 369 orang.

( team tualnews )

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.