AMME Polisikan Staf DPRD Malra, Sekwan Siap Hadapi

Tual News – Aksi Demonstrasi Aliansi Mahasiswa Masyarakat Evav ( AMME ), di Kantor DPRD Malra, Kamis ( 26/06/2020 ) yang diwarnai kericuhan harus berujung di polisi, buktinya AMME secara resmi mempolisikan oknum staf sekretariat DPRD Malra di Polsek Kei Kecil, Jumat ( 27/06/2020 ) atas kasus dugaan pemukulan dan penganiayaan.

Salah satu koordinator aksi AMME, Rudy Raubun kepada tualnews.com mengaku secara resmi pihaknya sudah membuat laporan polisi terkait kericuhan yang terjadi di DPRD Malra.

“ Benar, tanggal 25 Juni 2020, kami yang tergabung dalam AMME laksanakan aksi di Kantor Bupati Malra dan  DPRD, pukul 14.00 WIT, kami datangi Kantor DPRD Malra, namun sebelum lakukan aksi, kami sudah dihadang pihak keamanan  Sekretariat DPRD Malra, disitu ada nada ancaman kalau aksi demo akan dibubarkan secara paksa, karena ada orasi didepan Kantor, maka secara emosional para pegawai sekretariat keluar dan terjadi aksi kejar mengejar sampai pemukulan “ Ungkap Raubun.

Dikatakan, karena diancam petugas keamanan staf Sekretariat DPRD Malra, sehingga aspirasi mereka terkait bantuan bagi para Mahasiswa asal Malra terdampak covid-19 yang diluar daerah belum dapat disampaikan.

“ Ancaman yang disampaikan berupa narasi bahasa kalau siapa yang masuk didalam Gedung DPRD Malra akan dipukul, bahkan Sekwan DPRD Malra juga mengeluarkan nada ancaman kepada AMME, sehingga ini sangat mengecewakan “ Sesal Raubun.

Kata dia, ada tiga tuntutan AMME yang akan disampaikan kepada DPRD Malra yakni, meminta DPRD menggunakan hak budjeting dalam membantu Mahasiswa asal Malra yang melaksanakan actifitas perkuliahan diluar daerah,terdampak covid-19.

“ Data survei kami ada kurang lebih 2.000 Mahasiswa asal Malra yang ada diluar daerah, mereka sangat membutuhkan uluran tangan Pemda ditengah pandemi covid-19 “ Ujar Rudy Raubun.

Sementara itu Sekretaris DPRD Malra ( Sekwan ), P.B. Roy Rahayaan, S.H, ketika dikonfirmasi tualnews.com,  menegaskan pihaknya siap menghadapi laporan polisi AMME atas kericuhan yang terjadi di depan Kantor DPRD Malra.

“ Kami siap hadapi, karena aksi demo AMME yang diwarnai kericuhan terjadi karena saat itu ada kalimat bahasa yang dilontarkan para Mahasiswa, kalau petugas keamanan ( Security ) Kantor DPRD Malra seperti preman yang membentengi gedung wakil rakyat “ Ungkap Rahayaan.

Rahayaan mengaku, sebelum aksi AMME digelar di DPRD Malra, dirinya telah berkoordinasi dengan Kasi Intelkam Polsek Kei Kecil dan Polres Malra, terkait Maklumat Kapolri, apalagi Tim Covid-19 Kota Tual baru selesai mengumumkan dua warga Tual positif covid-19, Kamis ( 26/06/2020 ).

“ Sebelum mereka datangi DPRD Malra, saya sudah koordinasi dengan polisi, kalau semua Pimpinan dan Anggota DPRD Malra tak berada ditempat, apalagi para pendemo tidak mematuhi protokol kesehatan dalam menggunakan masker saat aksi demo tersebut “ Ujarnya.

Kata Sekwan DPRD Malra, laporan polisi AMME siap diladeni, sebab kericuhan yang terjadi didepan Kantor DPRD Malra karena ada sebab akibat. ( TN )

Komentar Pembaca