Kategori
Hukum dan Kriminal Maluku Tenggara

Mantan Bendahara Dinas Perkim Malra Ditahan Polisi

Tual News – Mantan Bendahara Dinas Pemukiman dan perumahan ( Perkim ) Kabupaten Maluku Tenggara, Urias Leonard Ingratubun (40) alias ULI akhirnya ditangkap Tim Satuan Reserse dan Kriminal Polres Malra, selasa ( 31/12/2019 ) dikediamanya pada kompleks Pokarina samping Stadion Maren Langgur. Tersangka diduga tidak kooperatif selama proses  penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Perkim Malra.

Penangkapan tersangka ULI, dipimpin langsung Kasad Reskrim Polres Malra, Iptu. Hamin Siompo, SE. Pantaun tualnews.com di TKP, mantan Bendahara Dinas Perkim itu tidak melakukan perlawanan, karena secara kooperatif minta berpamitan langsung dengan anak dan isterinya, sebelum dibawah anggota polisi ke Polres Malra pukul 13.56 WIT.

Mantan Bendahara Dinas Perkim Kabupaten Maluku Tenggara, Urias Leonard Ingratubun (40) alias ULI akhirnya ditangkap Tim Satuan Reserse dan Kriminal Polres Malra, selasa ( 31/12/2019 ) dikediamanya pada kompleks Pokarina samping Stadion Maren Langgur.

Kasad Reskrim Polres Malra, Iptu. Hamin Siompo, SE mengaku penangkapan yang dilakukan sudah sesuai mekanisme dan prosudur, sebab tersangka ULI selama proses penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan korupsi itu tidak kooperatif.

“ Kami tangkap tersangka, sudah sesuai protap karena selama ini tersangka tidak kooperatif dalam proses penyelidikan dan penyidikan “ Ujar Kasad Reskrim Polres Malra.

Dikatakan, tersangka langsung diantar ke Polres Malra untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus dugaan korupsi di Dinas Perkim Malra.

Berdasarkan data yang dihimpun tualnews.com, tersangka ULI adalah mantan Bendahara Dinas Perkim Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2019. Selama beberapah bulan sejak diangkat sebagai Bendahara Dinas Perkim, tersangka ULI diduga memalsukan tanda tangan atasanya, Kepala Dinas Perkim Malra untuk mencairkan dana ratusan juta rupiah.

Perbuatan tersangka ULI yang diduga mencairkan dana ratusan juta untuk kepentingan pribadi, merugikan keuangan negara sebesar Rp 127 juta.

Satreskrim Polres Malra bakal menjerat tersangka dengan Undang – Undang Tindak Pidana Korupsi. Untuk diketahui penangkapan tersangka ULI dipenghujung akhir tahun 2019, merupakan prestasi Polres Malra dalam menuntaskan berbagai kasus tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme ( KKN ) yang terjadi di Pemkab Malra dan Kota Tual.

( team tualnews )

Kategori
Kota Tual Maluku Tenggara Seputar Maluku

Wujud Laboratorium Perdamaian Dunia, Gubernur Maluku Rayakan Natal Bersama di Nuhu Evav

Tual News – Guna mewujudkan Provinsi Maluku sebagai laboratorium perdamaian dunia,   Gubernur Maluku, Murad Ismail hadir di Kepulauan Kei dalam rangka perayaan Natal 2019 Pemprov Maluku  bersama Pemkab Malra dan Kota Tual yang berlangsung, senin ( 30/12/2019 ) di Kantor Bupati Malra baru  jalan Debut Langgur.  

Gubernur Maluku yang didampingi Isteri yang juga Ketua Tim PKK Maluku hadir bersama Pj. Sekda Maluku, Anggota DPRD Propinsi Maluku dari dapil enam merayakan natal bersama Bupati Malra, M. Thaher Hanubun, Walikota Tual, Adam Rahayaan, S.Ag serta seluruh OPD Pemkab Malra dan Pemkot Tual, Forkopimda, ASN, Camat, Para Raja dan seluruh Kepala Desa / Ohoi.

Dalam kegiatan Safari Natal 2019 Gubernur Maluku, Murad Ismail memberikan bantuan kepada para nelayan, bantuan rumah sederhana dan bantuan fasilitas kepada Panti Asuhan Bahkti Luhur yang diterima Moses Fofied, senin ( 30/12/2019 )

Acara Natal  ini diawali dengan ibadah syukur bersama  Umat Khatolik dan Protestan melalui refleksi Natal dan doa syafat yang dibawakan Ketua Klasis GPM Kei Kecil, Pdt Frans Joseph Syahhailatua, S.Th.

Sementara pesan Natal disampaikan langsung Pastor Anton Kewole, mewakili Uskup Diosis Amboina. Perayaan Natal bersama dua pemerintahan kembar ini bersama Gubernur Maluku dimeriahkan dengan suguhan vocal group Naviri, Samra dari Ohoi Banda Elly dan Paduan Suara EMS.

Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutanya pada perayaan natal bersama mengajak semua komponen masyarakat untuk merenungkan tema Natal Tahun 2019 dari Persekutuan Gereja – Gereja di Indonesia ( PGI ) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia ( KWI ) yakni  “ hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang ( Yoh 15:14-15) “.

“ tema ini mengandung arti dan makna tentang pentingnya membangun persahabatan sejati dengan semua orang tanpa memikirkan apapun latar belakangnya “ pintah Gubernur.

Guna mewujudkan Provinsi Maluku sebagai laboratorium perdamaian dunia, Gubernur Maluku, Murad Ismail hadir di Kepulauan Kei dalam rangka perayaan Natal 2019 Pemprov Maluku bersama Pemkab Malra dan Kota Tual yang berlangsung, senin ( 30/12/2019 )

Pandangan ini kata Murad, sejalan dengan tema Natal yang diusung Gereja Protestan Maluku ( GPM ) yaitu “ Memuliakan Allah Dengan Menghadirkan Damai Sejahtera di Bumi “ . “ tema ini mengandung setidaknya dua pesan penting, pertama secara vertical umat memuliakan sang pencipta dengan mengucap syukur atas berkat dan rahmatnya, sedangkan secara horisontal, membangun relasi yang harmonis antara sesama manusia dan lingkungan hidup “ terang Gubernur Maluku.

Gubernur menaruh harapan besar bagi seluruh umat beragama di Provinsi Maluku untuk terus membangun kerja sama dan kerukunan hidup yang berkelanjutan. “ Maluku dikenal sebagai Laboratorium perdamaian, mestinya rakyat maluku jadi agen – agen perdamaian, lebih khusus masyarakat di Kei yang pegang teguh falsafah adat dan budaya Ain Ni Ain akan tetap utamakan kebersamaan dan kerukunan hidup antar umat beragama, sebab pada dasarnya berasal dari satu sumber yang sama “ Jelasnya.

Gubernur Maluku, Murad Ismail secara simbolis menyerahkan paket bantuan perwakilan masyarakat penerima bantuan di Kabupaten Malra pada perayaan Natal 2019

Mantan Komandan Korps Brimob Polri ini berharap, perayaan Natal tahun 2019, umat Kristiani di Kabupaten Malra dan Kota Tual ke depan akan tampil sebagai agen perdamaian yang terus menjaga hidup orang basudara di Maluku.

Dalam kegiatan Safari Natal ini Gubernur Maluku, Murad Ismail memberikan bantuan kepada para nelayan, bantuan rumah sederhana dan bantuan fasilitas kepada Panti Asuhan Bahkti Luhur yang diterima Moses Fofied.

Sementara Walikota Tual, Adam Rahayaan, S.Ag dalam amanatnya mengaku, momentum perayaan Natal bersama tahun 2019 bagi masyarakat di Kepulauan Kei memiliki nilai kehormatan yang  luar biasa.

“  karena baru terjadi kepemimpinan di Provinsi Maluku, dua daerah kembar di pulau Kei dipersatukan dalam perayaan Natal bersama tahun 2019 “ tandasnya.

Menurut Rahayaan, walaupun dua pemerintahan kembar itu terpisah, namun tetap satu, karena memiliki satu bahasa yakni Bahasa Kei, dan satu kesatuan masyarakat adat,  dengan pijakan Hukum Adat Larvul Ngabal.

“ jadi jika ditarik ulur ke belakang katong semua orang bersaudara, yakni Maluku satu darah, kalau kembali kepada konteks nusantara, maka katong semua menjadi satu yaitu bangsa Indonesia “ ujarnya.

Hal senada juga diakui Bupati Malra, M. Thaher Hanubun. Dalam sambutanya pada perayaan Natal 2019, Bupati Hanubun mengakui sejak kepemimpinan Gubernur Maluku, Murad Ismail baru dapat terlaksana Natal bersama Pemkab Malra dan Kota Tual.

Kata Bupati, Kabupaten Malra yang melahirkaan empat kab/ kota di Provinsi Maluku merupakan satu kesatuan, olehnya itu melalui perayaan Natal 2019 menjadi momentum untuk tetap menjaga suasana kebersamaan, persaudaraan dan kerukunan hidup antar umat beragama.

Pada perayaan natal 2019, Gubernur Maluku, Murad Ismail yang didampingi Bupati Malra, M. Thaher Hanubun menyerahkan bantuan secara pengadaan armada penangkapan ikan  kepada kelompok usaha bersama ( KUB ) Ohoingur dari Desa Langgur yang diterima Theodorus Renwarin dan bantuan kepada KUB Sarwe Ohoi Rat, Kecamatan Kei Kecil Timur yang diterima Ketua M. Arif Setitit. Bantuan perikanan itu adalah sumber dana DAK 2019, dengan sasaran enam KUB.

Selain itu penyerahan bantuan speadbot kepada KUB Mor Tel 2 Ohoi Elaar Lamagorang, yang diterima Ketua KUB, Melkior Labetubun. Sasaran bantuan ini akan diberikan kepada sembilan KUB, paket bantuan perikanan 2019.

Sementara bantuan perumahan dari APBN tahun 2019 kepada enam Desa/ Ohoi, jumlah penerima bantuan 53 orang dan bantuan rumah swadaya sumber dana DAK 2019, diterima delapan Ohoi, total nilai bantuan Rp 380.162.500, secara simbolis diterima perwakilan Ohoi Tuburngil.

Khusus bantuan material non lokal, rumah sederhana sehat, sumber dana APBD II yang tersebar di Kei Kecil dan Kei Besar, diserahkan secara simbolis kepada Obki Sathean, dengan nilai bantuan Rp 280.000.000,- dan akan diterima 28 penerima bantuan.      

 ( team tualnews )

Kategori
Maluku Tenggara Politik

Demokrat, Nasdem & Gerindra Soroti Kinerja OPD Pemkab Malra

Langgur Tual News – Politisi Partai Demokrat, Nasdem dan Gerindra pada sidang paripurna istimewa dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Malra ke 67 tahun 2019 menyoroti kinerja pimpinan OPD Pemkab Malra yang dinilai tidak mampu menterjemahkan visi dan misi Bupati Malra, M. Thaher Hanubun dan Wakil Bupati, Ir. Petrus Beruatwarin, M.Si selama satu tahun kepemimpinan.

Anggota DPRD Malra dari Gerindra, Wilibrordus Lefteuw, SH

Anggota DPRD Malra dari Gerindra, Wilibrordus Lefteuw, SH dalam interupsinya mengaku kecewa dengan kinerja sejumlah pimpinan SKPD yang tidak dapat mengimplementasikan visi dan misi Bupati dan Waki Bupati Malra dalam pelayanan kepada masyarakat.

“ Buktinya banyak proyek bermasalah ditemui diberbagai Dinas, bahkan ada OPD Malra proyeknya belum selesai, tapi pencairan dana sudah mencapai 100 persen “ sesal Lefteuw.

Pada kesempatan itu, politisi Gerindra ini minta Bupati Malra, M. Thaher Hanubun  agar memperhatikan pembangunan jalan pada ruas jalan semawi – warvut dan jalan di Ohoi Ngayub dan Dudunwahan.

“ Saya minta tiga ruas jalan pada ketiga Ohoi itu segera diperbaiki Pemkab Malra, karena kondisi jalan rusak sudah lama, sejak saya masih dibangku sekolah dan jadi wakil rakyat saat ini jalan tersebut belum ada perbaikan “ pintahnya.

Dirinya berharap Bupati Malra memberikan sangsi kepada sejumlah pimpinan OPD Pemkab Malra yang pekerjaan proyeknya bermasalah.

Sekretaris Fraksi Partai Nasdem, Antonius Renyaan.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Nasdem, Antonius Renyaan. Anggota DPRD asal Nasdem ini mengaku sangat menyesalkan sambutan Bupati Malra pada peringatan HUT Pemkab Malra ke 67  tahun 2019 yang tidak menyentil soal pemekaran Kabupaten Kei Besar.

“ Kami minta Bupati Malra agar memberikan dukungan untuk pemekaran Kabupaten Kei Besar, karena dalam sambutan Bupati tidak singgung soal pemekaran Kei Besar  “ pintah Reyaan.

Sementara Anggota DPRD Malra dari Demokrat, Brian Ubra dalam interupsinya menyoroti kinerja OPD Pemkab Malra terkait polemik soal Kepala Ohoi dan Penjabat Kepala Ohoi.

“ Akhir – akhir ini di Malra banyak sekali terjadi polemik yang berkaitan dengan proses Kepala Ohoi definitif, namun perlu saya jelaskan kalau Penjabat Kepala Ohoi diangkat saudara Bupati, tugas dan fungsinya memfasilitasi Kepala Ohoi Definitif, sehingga paling penting seorang Pj. Kepala Ohoi yang ditunjuk dan diangkat Bupati Malra harus netral, sebab mohon maaf yang terjadi selama ini banyak Penjabat Kepala Ohoi tidak netral dalam memproses Kepala Ohoi Definitif “ Ungkap Ubra.

( team tualnews )

Kategori
Maluku Tenggara

DPMPTSP Malra Terapkan Sistem Pelayanan Online Terintegrasi

Langgur Tual News – Guna mewujudkan Visi dan Misi Pemkab Malra dalam pelayanan pericinan kepada masyarakat, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP ) Kabupaten Malra selama satu tahun ini menerapkan  sistem pelayanan online single submission ( OSS ) yang merupakan pelayanan perizinan terintegrasi.

Kepala DPMPTSP Malra,  Muhamad Tukloy, SH. M.Si kepada tualnews.com membenarkan hal itu.

Kepala DPMPTSP Malra,  Muhamad Tukloy, SH. M.Si

“ sebagai komitmen kami mendukung visi dan misi Pemkab Malra, maka  sistem pelayanan online terintegrasi sudah dilaksanakan selama satu tahun yakni sistem perizinan si cantik cloud, menggunakan tanda tangan elektronik atau e-signature dan pelayanan pengaduan masyarakat tentang perizinan melalui SMS gateway “ ungkapnya.

Tukloy mengaku dari pelayanan perizinan terintegrasi itu, DPMPTSP sukses dalam program dan kegiatan serta meraih indeks kepuasan masyarakat atas pelayanan publik mencapai 84,13 %.

Stand DPMPTSP Malra pada pelaksanaan karnaval dan pameran pembangunan dalam rangka HUT Kabupaten Malra ke 67, 22 desember 2019 yang banyak dikunjungi para siswa/i dan masyarakat yang ingin mengetahui tentang perizinan dan investasi daerah

“ selain itu terlaksana sosialisasi master plan penanaman modal di wilayah Kei Besar dan tersedianya buku profil investasi daerah sehingga pada pameran Jateng Smesco expo 2019, stand Kabupaten Malra terpilih sebagai juara III “ Jelas Kadis.

Dikatakan pada pelaksanaan karnaval dan pameran pembangunan dalam rangka HUT Kabupaten Malra ke 67, 22 desember 2019 stand DPMPTSP Malra banyak dikunjungi para pelaku usaha yang mengurus perizinan dan para siswa/i SD/SMP serta masyarakat umum sangat antusias ingin mengetahui tentang perizinan dan investasi daerah.

Kadis DPMPTSP berharap kedepan peningkatan pelayanan perizinan akan lebih dioptimalkan dengan melaksanakan promosi investasi melalui media cetak dan elektronik, serta pengawasan secara berkala terhadap para pelaku usaha.

( team tualnews )   

Kategori
Hukum dan Kriminal Maluku Tenggara

Berawal Dari Miras, Aksi Pembacokan Terjadi di Vatdek Malra

Langgur Tual News – Aksi pembacokan kembali terjadi Vatdek, Kacamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, senin ( 30/12/2019 ). Berawal dari minuman keras ( miras ), pelaku RO ( 26) membacok Gassing Maulana (38) dengan alat tajam sebanyak enam kali.

Berdasarkan kronologis kejadian yang dihimpun tualnews.com, kasus pembacokan ini berawal dari saling ajak minum miras antara saudara Gassing Maulana, Mas Muhtar, Budi, Mas Yayang dan Sera, lalu datang okum pelaku penikaman RO juga mengajak untuk minum miras bersama.

Aksi pembacokan kembali terjadi Vatdek, Kacamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, senin ( 30/12/2019 ). Berawal dari minuman keras ( miras ), pelaku RO ( 26) membacok Gassing Maulana (38) dengan alat tajam sebanyak enam kali.

Setelah selesai minum minuman alkohol, tiba – tiba saudara Sera dipukul pelaku RO menggunakan botol bir dan ditegur Gassing Maulana. Gasing kemudian menghentikan kegiatan minum miras bersama, lalu kembali ke rumah pukul 24.30 WIT.

Lalu korban Gassing kembali ke Noken di Ohoijang dan pulang beristirahat di bengkel. Ketika sedang tidur, korban Gassing mendengar bengkel dibongkar pada pintu bagian depan oleh pelaku RO yang langsung membacok saudara Abdul Rahman, namun Rahman berupaya menghindar, kemudian pelaku menyerang Gassing Maulana dengan membacok menggunakan alat tajam sebanyak enam kali.

Korban Maulana mengalami luka bacok bagian kepala belakang, dua bacokan pundak kiri dan luka bacok pada bagian punggung belakang dengan rincian, delapan jahitan di kepala, pundak kiri tiga jahitan, pundak kanan lima jahitan dan lengan kiri empat jahitan.

Sementara kerugiaan materiil, pintu rumah milik Mz Moktar (48) rusak pada bagian depan. Saat ini korban saudara Gassing Maulana di rawat di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur. Kasus ini sudah dilaporkan keluarga korban di Polsek Kei Kecil untuk penanganan lebih lanjut. ( team tualnews )

Kategori
Hukum dan Kriminal Maluku Tenggara

Buntut Tak Terima Gaji Sebagai Satpol PP Malra Terjadi Penganiayaan di Wain

Langgur Tual News – Buntut Anggota Pol PP Kabupaten Malra, Paulus Pino El tak terima gaji sebagai pegawai honorer di Kantor Satpol PP Kabupaten Malra, terjadi kasus penganiayaan di Ohoi Wain Raja, Kecamatan Kei Kecil Timur ( KKT ), minggu ( 29/12/2019 )

Berdasarkan kronologis kejadian yang diterima tualnews.com, aksi penganiayaan ini  berawal dari saudara Basri Esomar mengajak anak Obut Ell yakni Paulus Pino Ell untuk menggantikan anaknya, Haikal Esomar  sebagai pegawai honorer Kantor Satpol PP Malra.

Bruri Jaflean mengalami luka pada bagian telinga sebelah kiri

Basri beralasan, baru membeli satu buah mobil pick up L300, sehingga anaknya Haikal Esomar tidak bisa melanjutkan tugas sebagai anggota SatpolPP Malra, dan harus digantikan Paulus Pino Ell.

Setelah waktu berjalan kurang lebih dua bulan lamanya, Paulus Pino Ell melaksanakan tugas sebagai anggota Satpol PP Malra. Namun pada 21 desember 2019, ketika seluruh pegawai honorer dan anggota Satpol PP Malra menerima gaji, Paulus Pino Ell tidak menerima gaji sebagai Anggota Pol PP.

Alhasil, Paulus Pino Ell tidak menerima baik dan pulang melaporkan hal ini kepada bapaknya Obut Ell.

Pada minggu ( 29/12/2019 ) pukul 13.00 WIT, ayah Paulus Pino Ell menghubungi Basri Esomar dan anaknya Haikal Esomar untuk mempertanyakan gaji anaknya.

Polsek KKT dan Babinsa turun ke TKP memfasilitasi kasus penganiayaan di Ohoi Wain Raja, Kecamatan Kei Kecil Timur ( KKT ), minggu ( 29/12/2019 )

Jawaban Basri saat itu, nanti akan diselesaikan, lalu saudara Obut Ell pulang ke rumah menunggu kedatangan Basri di malam hari sejak pukul 19.15 – 20.15 WIT, namun Basri tak kunjung datang, akhirnya saudara Obut Ell pergi bertemu Basri Esomar untuk mempertanyakan kembali hal itu, tapi karena tidak mendapat kepastian akhirnya dengan emosional dan marah Obut Ell memukul Basri Esomar.

Atas kejadian pemukulan yang dilakukan, keluarga Basri Esomar tidak menerima baik dan melakukan pemukulan terhadap saudara Bruri Jaflean, keponakan dari Obut Ell.

Akibat pemukulan itu, Bruri Jaflean mengalami luka pada bagian telinga sebelah kiri karena terkena alat tajam dan bengkak pada rusuk sebelah kiri.

Saat ini korban mendapat perawatan medis di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, sementara masalah ini sudah ditangani Polsek Kei Kecil Timur bersama Babinsa Kodim 1503/01 Tual Kopda Gaga.  

( team tualnews )