Bentrok Namar – Selayar, Lima Luka Ringan, Satu Anggota TNI

Langgur Tual News – Bentrokan yang terjadi antara dua Desa / Ohoi di Kabupaten Maluku Tenggara, Propinsi Maluku, sabtu ( 11/1/2020 ), antara Ohoi Namar dan Selayar, mengakibatkan lima orang warga masyarakat mengalami luka ringan, salah satu diantaranya Anggota TNI.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tualnews.com konflik yang terjadi antara dua desa bertetangga itu muncul lantaran masalah penggusuran jalan oleh masyarakat Ohoi Selayar pada lokasi tanah pembangunan Balai Latihan Kerja ( BLK ) milik Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.

Lokasi penggusuran jalan dari Selayar menuju ke Ohoi Lairngangas yang memicu konflik antara Ohoi Namar dan Selayar, sabtu ( 11/1/2020 )

Kepala Ohoi Namar, Antonius Sirwutubun usai melakukan pertemuan bersama warga masyarakat Namar di Kantor Balai Ohoi Namar, membenarkan konflik yang terjadi akibat penggusuran jalan oleh masyarakat Ohoi Selayar menuju jalan raya ke Ohoi Lairngangas, sudah melewati lokasi pembangunan BLK yang telah dibeli Pemkab Malra seluas  tiga hektare dari masyarakat Namar.

“ Warga masyarakat melakukan pencegahan terhadap penggusuran itu, karena sudah melarang warga Selayar melalui surat tertulis tanggal 6 Januari 2020 yang ditujuhkan kepada Pj. Kepala Ohoi Selayar, namun tidak diindahkan lalu warga Selayar laksanakan penggusuran kembali dan warga Namar turun lakukan pencegahan sehingga terjadi konflik “ Ungkap Kepo Namar.

Video penjelasan PLH. Kepala Kesbangpol Kabupaten Maluku Tenggara, Martinus Mon soal Konflik Namar – Selayar, sabtu ( 11/1/2020 )

Sementara Pj. Kepala Ohoi Selayar, Moksen Harbelubun ketika dikonfirmasi tualnews.com  mengakui pihaknya mendapat pencegahan saat penggusuran lokasi tanah tersebut pada hari pertama, 6 Januari 2020.

“ Benar kami dicegat pada penggusuran hari pertama oleh warga Ohoi Namar karena melewati lokasi BLK, namun pada penggusuran kedua, sabtu ( 11/1/2020 ) tidak melewati lokasi BLK, masih jau dari lokasi tanah BLK “ Ungkapnya.

Kata Harbelubun, konflik yang terjadi antara dua desa, karena masalah komunikasi yang tidak benar. “ ini persoalan komunikasi yang tidak benar, sehingga masyarakat Namar datang lakukan pencegahan terhadap warga Selayar yang sedang melaksanakan penggusuran. Saat itu karena saling emosi, sehingga konflik terjadi “ Ujar Pj. Kepala Ohoi Selayar.

Salah satu Anggota TNI yang mengalami luka – luka saat konflik antara warga Ohoi Namar dan Selayar terjadi, sabtu ( 11/1/2020 )

Kepala Ohoi Namar dan Pj. Kepala Ohoi Selayar, usai melaksanakan pertemuan dengan Pemkab Malra, yang diwakili Kesbangpol, Kodim 1503 Tual, dan Polres Malra menghimbau masyarakat agar menghentikan konflik yang terjadi dan menempuh jalan perdamaian, sebab Ohoi Namar dan Selayar adalah satu keluarga.

Wakpolres Malra, Deny Ubro ketika dikonfirmasi di TKP mengaku suasana kamtibmas di Ohoi Namar dan Selayar sudah aman dan kondusif.

“ Kami sudah laksanakan pertemuan dengan masyarakat di dua desa yang bertikai dan mereka sepakat untuk berdamai, sebab masalah yang menyebabkan terjadinya konflik adalah soal penggusuran jalan oleh warga Ohoi Selayar “ ungkap Wakapolres.

Kata Ubro, persoalan yang muncul lantaran kurang terbangun komunikasi yang baik antara kedua desa, sehingga timbul kesalapahaman antara masyarakat lalu terjadi konflik.

PLH Kesbangpol Mara, Wakapolres dan Dandim 1503 Tual melaksanakan pertemuan terspisah bersama masyarakat kedua desa, sabtu ( 11/1/2020 )

Pada kesempatan itu, Wakapolres Malra mengklarifikasi keluhan masyarakat Namar atas issu yang muncul soal kedatangan dua speadboat yang membawah masyarakat dari Ohoi Dian Pulau saat terjadinya konflik kedua desa.

“ Kedatangan warga Dian Pulau untuk melihat keluarga korban di Ohoi Selayar dan mereka sudah kembali ke kampung disaksikan oleh saya dari Polres Malra dan Kodim 1503 Tual “ Jelasnya.

PLH. Kepala Kesbangpol Kabupaten Maluku Tenggara, Martinus Mon yang memimpin pertemuan bersama dengan masyarakat kedua desa, mengatakan sangat senang dan memberikan apresiasi kepada masyarakat Ohoi Namar dan Selayar, sebab mereka bersedia untuk berdamai.

“ Dalam pertemuan, kedua masyarakat bersepakat untuk berdamai, karena mereka adalah keluarga, konflik yang terjadi hanya masalah sepele yakni kurang komunikasi antara masyarakat kedua desa tentang penggusuran jalan oleh warga Selayar “ tandasnya.

Kepala Kesbangpol menjelaskan pertemuan kedua ohoi itu akan ditindaklanjuti pada pertemuan bersama Pemkab Malra, usai dirinya melaporkan masalah ini kepada Bupati Malra. “ Kita akan laksanakan pertemuan kedua Ohoi pada hari senin atau selasa, setelah saya laporkan masalah ini kepada Bapak Bupati Malra “ ujarnya. ( team tualnews )

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.