Kategori
Seputar Maluku

BNPB Maluku : 23 Meninggal, 107 Luka, Ratusan Rumah Rusak

Ambon Tual News – Data terbaru dari Badan  Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Provinsi Maluku, Kamis ( 26/9 ) jam 21.53 WIT, menyebutkan pasca Gempa Bumi 6,8 SR yang mengguncang Kota Ambon, dan Kab/ kota yang ada di sekitarnya, tercatat 23 warga meninggal dunia, 107 luka – luka, dan ratusan rumah milik warga termasuk gedung perkantoran, fasilitas pendidikan, serta sarana gedung keagamaan mengalami kerusakan.

Rumah warga di Tulehu hanyut dibawah air laut pada Gempa Bumi 6,8 SR Kamis ( 26/9)

Dalam laporanya kepada Kepala BPNB, Gubernur Maluku, Para Deputi BPNP dan Sekda Maluku, Tim BPNB Maluku melaporkan pasca Gempa Bumi di Kota Ambon, menyebabkan retaknya sambungan jembatan Merah Putih, kerusakan pada Gedung Rektorat Universitas Pattimura, Gedung Kampus Unppati Jurusan Kehutanan, dua unit rumah milik warga Desa Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan mengalami rusak berat, kerusakan pada Kampus IAIN, mengakibatkan satu orang luka – luka, kerusakan pada satu buah Masjid Gunung Malintang Kota Ambo, satu unit rumah masyarakat di Hatiwe kecil Kota Ambon, Kerusakan pada bagian Plafon BLK, Gedung Kantor Badan Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, kerusakan pada Gedung Gereja Rehoboth, Kantor Dinas Sosial Provinsi Maluku, Bangunan Maluku City Mall, kerusakan pada perumnas Waiheru, RT 18/06 rusak ringan sebanyak empat unit, Perumnas Waiheru RT 17/07 rusak ringan sebanyak empat unit, dan satu Gedung Sekolah Dasar Waiheru bersama tembok pagar sepanjang 20 m roboh.

Rumah warga yang rusak akibat Gempa 6,8 SR Kamis ( 26/9 )

Sementara di Perumnas Waiheru, RT 19/08 rumah warga yang mengalami rusak ringan sebanyak tiga unit rincianya satu rumah mengalami rusak berat dan kerusakan satu buah mobil zenia termasuk kerusakan ringan pada satu buah Masjid dan satu buah tower  di Waiheru.

Sedangkan di wilayah Passo, BNPB mencatat kerusakan banyak terjadi pada rumah warga masyarakat di pemukiman Lemba Agro Kota Ambon sebanyak lima unit rumah penduduk. Gedung Sekolah SMK Kesehatan Nania mengalami rusak berat dan kerusakan pada Tower Gereja Silo Kota Ambon.

Warga Kota Ambon menyelamatkan diri saat Gempa Bumi 6,8 SR Kamis ( 26/9 )

Dampak Gempa juga merusak rumah penduduk dan fasilitas umum yang ada di Kabupaten Maluku Tengah, BNPB Provinsi Maluku merilis, satu unit pasar Apung di Negeri Pelau Kabupaten Malteng rusak, retaknya jalan utama menuju dermaga Fery Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteg.

Sedangkan di Dusun Tanah Merah, Desa Waai, 20 unit rumah warga rusak, rincianya 8 unit rumah rusak berat, dan satu buah bengkel.

Kerusakan yang sama juga dialami, masyarakat di Kampung lha Desa Liang. Tercatat, 25 unit rumah warga dan satu buah Masjid rusak ringan, pagar rusak berat, Sekolah MTs 3 ruang belajar mengalami rusak ringan, satu unit MCK dan titik pengungsi berada pada tiga lokasi yakni dua lahan kosong dan Masjid..

Dampak Gempa juga terjadi di Dusun Waihula Desa Waai yakni tujuh unit rumah warga rusak, lima rumah rusak sedang. Sedangkan di Desa Wainaru Liang, 44 unit rumah rusak berat dan 33 unit rumah mengalami rusak ringan.

Pasca Gempa 6,8 SR, warga Kota Ambon di berbagai Negeri sampai malam mengungsi ke gunung dan hutan, tampak ratusan kendaraan roda empat dan roda dua berjubel diatas gunung Kampung Hilla, Dusun Tanah Putih, Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Dalam Kota Ambon, Kamis malam

BNPB Maluku juga melaporkan, untuk korban jiwa, di Kota Ambon warga yang meninggal dunia 7 orang termasuk satu bayi. Sementara di Kabupaten Maluku Tengah, 10 meninggal, rincianya dua warga meninggal dunia di Desa Tengah- Tengah, 4 orang meninggal di Desa Liang ( Halima Samual, Wa Ona, Anisa Maruapey dan Hamid Laisou ), satu orang meninggal dunia di Dusun Walare,Desa Waai, atas nama La Na’i. Tiga orang meninggal di Desa Waai yakni Ny. Tiene Tuasela, Bapak Semy Kadidu dan Minggus Souhoka.

Korban meninggal akibat Gempa juga terdapat di Kebupaten Seram Bagian Barat yaitu tiga warga masyarakat meninggal dunia di Waisamu, SBB masing – masing, Hj. Sansia, Aditya dan Johan.

Korban Gempa yang mengalami luka – luka terbanyak  di Desa Liang Kabupaten Maluku Tenggah yang mencapai 106 warga yang luka – luka. Satu warga di SBB mengalami luka berat atas nama Jono.

Sampai saat ini BNPB Maluku mencatat 15.000 jiwa pengungsi yang tersebar di Kab/ Kota Provinsi Maluku terkena dampak Gempa Bumi 6,8 SR  yang tidak berpotensi tsunami itu. Kebutuhan mendesak yang diperlukan para pengungsi adalah terpal sebanyak 30.000 lembar, tenda pengungsi 20 buah, makanan bayi 120 paket, makanan – minuman pengungsi 20.000 bungkus, obat – obatan, pampers bayi, pembalut wanita, air mineral, makanan instan, selimut 20.000 lembar, matras sebanyak 5.000 lembar, 10.000 tikar, lampu senter 20.000 buah, tandom air dan MCK dan trauma hiling untuk anak – anak kecil.

Dengan demikian korban meninggakl dunia sebanyak 23 orang, rincianya Kota Ambon, 6 orang, Kabupaten Maluku Tengah sebanyak 14 orang dan di SBB sebanyak 3 orang. Semnetara korban yang mengalami luka – luka untuk Kota Ambon 5 orang, Kabupaten Malteng, Desa Liang 6 orang dan Desa Liang Kampung kurang lebih 100 orang serta satu korban luka – luka di Kabupaten Seram Bagian Barat. ( team tualnews.com )

Oleh tualnews

tualnews.com adalah portal berita di Kepulauan Kei sebagai media publik penyambung suara hati masyarakat. semoga media ini menjadi sarana informasi dan publikasi yang aktual, tajam dan terpercaya