Kategori
Seputar Maluku

Gempa Ambon, Ribuan Warga Mengungsi Naik Gunung

Ambon Tual News- Goncangan Gempa Bumi Kamis pagi (26/9 ), jam 08.46 WITdi wilayah Kota Ambon, Propinsi Maluku membuat ribuan warga panik, berhamburan dan berlarian keluar rumah membawah berkas dan dokumen penting serta anak – anak mengungsi ke daerah pegunungan.

Ribuan warga Kota Ambon Mengungsi akibat Gempa Bumi Jumat pagi ( 26/9 )

Ribuan pengungsi di Negeri Laha, Tawiri, Wayame, Passo  dan sekitarnya berlarian menyelamatkan diri. Pantauan tualnews.com  di Negeri Laha dan Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, ribuan warga masyarakat bersama anak – anak sekolah berlarian keluar menyelamatkan diri di daerah ketinggian, seperti di Kampung Hilla, Dusun Tanah Putih.

Rumah warga dipesisir pantai rusak akibat Gempa Bumi di Kota Ambon, Jumat pagi ( 26/9 )

Sampai saat ini ribuan warga masyarakat pengungsi masih berada di kampung Hilla, pasalnya Gempa Bumi berkekuatan M= 6,8, tidak berpotensi tsunami, namun terjadi gempa susulan sebanyak enam kali.

Hasil analisis BMKG, menunjukan informasi Gempa dengan kekuatan M= 6,8 yang selanjutnya dilakukan pemutahiran menjadi M= 6,5. Episenter Gempa Bumi terletak pada koordinat 3,43 LS dan 128,46 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15,3 km arah tenggara Kota Kairatu atau jarak 42 km arah timur laut Kota Ambon, Propinsi Maluku pada kedalaman 10 km.

BMKG menyebutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjdi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktifitas sesar aktif lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukan bahwa gempaini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar ( strike slip fault ). Hasil pemodelan menunjukan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Tingkat kerusakan gempa bumi dirasakan masyarakat di wilayah Kairatu, Haruku, Tulehu dan Kota Ambon.

Hinggal pukul 07.45 WIB, hasil monitiring BMKG menunjukan adanya 10 actifitas gempa susulan..

Sementara dari Kota Ambon dilaporkan selain ribuan warga berlarian dan mengungsi, gedung bertingkat seperti Kantor Gubernur Maluku, Kampus Universitas Pattimura Ambon, termasuk Jembatan Merah Putih mengalami keretakan.

Sampai saat ini warga di Kota Ambon masih mengungsi di areal pegunungan, karena takut terjadi gempa susulan yang berpotensi tsunami. Ada korban meninggal dan bangunan rumah penduduk yang hancur akibat Gempa Bumi tersebut. ( team tualnews.com )

Oleh tualnews

tualnews.com adalah portal berita di Kepulauan Kei sebagai media publik penyambung suara hati masyarakat. semoga media ini menjadi sarana informasi dan publikasi yang aktual, tajam dan terpercaya