Para Wisman Saksikan Sasi Laut & Adegan Penembakan Uskup Aerts dkk di Pantai Langgur

Langgur Tual News – Para peserta Wonderfull Sail In Debut, ikut secara bersama – sama menyaksikan upacara ritual adat Kei pemasangan sasi laut ( hawear – red ,) sekaligus drama kolosal penembakan Mgr. Johanis Aerts dkk  di Pantai Dolorosa Langgur, Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara.

Uskup Mgr. Johanis Aerts, Martir Kei yang ditembak mati Tentara Jepang

Pantauan tualnews.com jumat pagi ( 26/7 ),  Para wisatawan manca negara ikut menumpangi spedboat, menyaksikan pemasangan tiang pancang sasi laut pertama oleh Tua Adat Langgur, Carol Dumatubun, kemudian dilanjutkan pemasangan sasi kedua dan seterusnya.

Drama kronologi penembakan Uskup Johanis Aerts dkk yang dipentaskan Pemuda Langgur kepada para peserta Sail Wonderfull Sail Indonesia yang berkunjung di tempat wisata religi Langgur, Jumat (26/7 )

Dumatubun juga melepas satu buah mas adat, sebagai tanda ikatan sasi laut bagi siapa saja tidak berhak mengambil hasil laut berupa ikan, lola, teripang dll, karena apabilah ditemukan mengambil hasil laut yang di sasi akan dikenakan sangsi adat Kei.

Selanjutnya para Wisman mengikuti pemasangan sasi laut kedua, sedikitnya delapan buah sasi laut yang dipasang di perairan laut Langgur sampai di pantai Vatdek. Pemasangan sasi Laut di petuanan adat Ohoi Langgur, berlaku selama lima tahun.

Acara kemudian dilanjutkan di lokasi 100 tahun pusat Agama Khatolik Langgur, para wisman diarak tarian adat Kei oleh Para pemuda Langgur, dan tarian panah siswa SMK Parawisata Langgur, dengan penabu tipa gong dari Ohoi Revav.

Uskup Johanis Aerts dkk yang ditembak mati Tentara Jepang
di pantai Dolorosa Langgur, 30 Juli 1942

Para wisman selanjutnya menyaksikan drama kolosal penembakan Mgr. Johanis Aerts dkk bersama empat Pastor di pantai Dolorosa Langgur oleh Tentara Jepang , dengan para pameran drama masing – masing, Lodik Rumangun sebagai Uskup Johanis Aerts.

Adegan penembakan Mgr. Johanis Aerts dkk terjadi di Pantai Dolorosa Langgur, setelah Pengadilan Jepang menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap para Martir dari Kepulauan Kei tersebut. ( tualnews.com )