Kategori
Hukum Hukum dan Kriminal Kota Tual Seputar Maluku

Pemuda Ohoitel Tual Akui Lima Tahun Belum Ada Ayam Bertelur di Bangunan Dana Desa 2016

Tual News – Kinerja Inspektorat Kota Tual bersama Kepala Kejaksaan Negeri Tual patut dipertanyakan masyarakat di Desa Ohoitel, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Propinsi Maluku, pasalnya laporan Pemuda Desa Ohoitel yang masuk di Inspektorat dan Kejari Tual belum ditindaklanjuti, alhasil sampai Maret 2020, masyarakat bersama pemuda sangat kecewa, karena belum ada ayam yang bertelur pada bangunan kandang yang dibiayai Dana Desa Ohoitel tahun 2016.

Tual News – Kinerja Inspektorat Kota Tual bersama Kepala Kejaksaan Negeri Tual patut dipertanyakan masyarakat di Desa Ohoitel, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Propinsi Maluku, pasalnya laporan Pemuda Desa Ohoitel yang masuk di Inspektorat dan Kejari Tual belum ditindaklanjuti, alhasil sampai Maret 2020, masyarakat bersama pemuda sangat kecewa, karena  belum ada ayam yang bertelur pada bangunan kandang yang dibiayai Dana Desa Ohoitel tahun 2016.

Video penelusuran tualnews.com di lokasi Bangunan Dana Desa Ohoitel tahun 2016 yang selama lima tahun belum ada ayam bertelur

Salah satu Pemuda Ohoitel Kota Tual, Frans Ohoilulin kepada tualnews.com di bangunan kandang ayam petelur yang dibiayai Dana Desa Ohoitel tahun anggaran 2016, mengaku sangat kecewa dengan Pemerintah Desa Ohoitel bersama  Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Ohoitel yang menelantarkan bangunan kandang ayam yang dibiayai dengan anggaran Dana Desa Ohoitel tahun 2016 sebesar Rp 120 juta selama lima tahun.

Pemuda Ohoitel ini resah dengan kinerja aparatur Desa bersama BPD Desa Ohoitel yang tidak transparan dan terbuka dalam pengelolaan dan pemanfaatan Dana Desa di Ohoitel sejak tahun 2016 kepada masyarakat, sehingga bangunan ayam petelur itu terbengkalai sampai saat ini.

Tampak didalam kandang ayam petelur Dana Desa Ohoitel 2016, tidak ada ayam, apalagi melihat ayam meneteskan telurnya. ( dok. tualnews.com )

“ Dana Desa Ohoitel tahun 2016 – hingga 2020 tidak ada manfaat bagi masyarakat, bapak lihat sendiri bangunan ayam petelur yang dibiayai Dana Desa Ohoitel tahun anggaran 2016 sebesar Rp 120 juta, dikelolah langsung Ketua Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Ohoitel, Jemy Atbar dan Sekretaris BPD Ohoitel, Rivai Sether “ Ungkap Pemuda Desa Ohoitel, Frans Ohoilulin.

Dirinya mengaku, kasus belum ada ayam bertelur di Bangunan Dana Desa Ohoitel tahun 2016 sudah dilaporkan kepada Inspektorat Kota Tual dan Kejaksaan Negeri Tual, namun tidak ada kabar berita kepada masyarakat.

Lokasi bangunan Dana Desa Ohoitel 2016, selama lima tahun belum ada ayam bertelur didalam, yang ada bangunan ini termakan rayap dan ditumbuhi rumput. ( dok-tualnews.com )

“ Kami sudah lapor di Kantor Kejari Tual dan Inspektorat Kota Tual, namun menurut penyidik Kejaksaan, karena sudah ada kerja sama  ( MOU )  yang ditandatangani bersama antara Inspektorat, Jaksa dan Polisi dalam penanganan Kasus dugaan korupsi Dana Desa, sehingga laporan kami dikembalikan di Inspektorat Kota Tual “ Jelasnya.

Pemuda Ohoitel berharap agar kasus ini segera diproses hukum agar terang benderang di masyarakat, sebab selama ini yang terjadi di masyarakat, Pemerintah Desa Ohoitel bersama BPD tidak transparan dan terbuka dalam pengelolaan dan pemanfaatan Dana Desa Ohoitel sejak tahun 2016.

“ Kami minta kinerja Pemdes yang transparan, efektif dan akuntabel, karena kesan selama ini, transparan dan keterbukaan ada didepan, tapi pelaksanaan dilapangan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat “ Sesalnya.

Ini Bangunan Gedung Gereja ” Efata ” Ohoitel. Lokasi ayam petelur yang dibiayai Dana Desa Ohoitel tahun 2016 berjarak dekat dengan Gereja. ( dok-tualnews.com )

Sementara itu pasca pemberitaan tualnews.com,dengan Judul ;  “ Lima Tahun Belum Ada Ayam Bertelur di Bangunan Dana Desa Ohoitel 2016 “. Secara mengejutkan tualnews, didatangi Ketua BPD Ohoitel, Jemy Atbar.

Atbar pada kesempatan itu, mengaku kedatanganya untuk berbicara secara kekeluargaan terkait pemberitaan yang muncul dan langsung viral di publik, karena anggaran Dana Desa Ohoitel tahun 2016 tersebut, sebagian besar  disumbangkan untuk pembangunan Gedung Gereja Baru di Desa Ohoitel.

Namun setelah tualnews melakukan investigasi ulang, ternyata apa yang disampaikan Ketua BPD Ohoitel, Jemy Atbar hanya kamulflase untuk menutupi fakta dan kenyataan yang terjadi di masyarakat Desa Ohoitel.

Atbar yang kembali dihubungi via telpon selulernya sampai saat ini tidak dapat terhubung. Namun yang pasti keterangan Jemy Atbar ada benarnya, karena Bangunan Ayam Petelur yang dibiayai Dana Desa Ohoitel tahun 2016, berjarak seratus meter dari Gereja Protestan “ Efata “ Ohoitel.

Tampak Bangunan ayam petelur yang merupakan program pemberdayaan masyarakat Desa Ohoitel dalam pembangunan fisik baru mencapai 60 %, sejak kucuran Dana Desa tahun anggaran 2016.

Ini suasana di Desa Ohoitel, Kota Tual, Rabu 11 Maret 2020 ( dok-tualnews.com )

Lima tahun waktu yang sangat lama, ketika keberadaan bangunan yang diperkirakan ukuran 6 x 4 M2 sudah usang, kayu bangunan termakan rayap dan sudah dikelilingi rumput.

Didalam bangunan ayam peternak hanya ada tempat makan ayam, tempat ayam petelur, sementara tidak ada satu ekor ayam didalamnya, apalagi mengharapkan ayam untuk bertelur sejak tahun 2016 – 2020.

Pejabat Kepala Desa Ohoitel, Abdul Azan Renwarin, S. Sos yang juga Camat di Kecamatan Kur Selatan Kota Tual sampai berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.   ( team tualnews )

Oleh tualnews

tualnews.com adalah portal berita di Kepulauan Kei sebagai media publik penyambung suara hati masyarakat. semoga media ini menjadi sarana informasi dan publikasi yang aktual, tajam dan terpercaya

Komentar Pembaca