Kategori
Parawisata dan Budaya

Pengembangan Parawisata di Kei Harus Terencana, Fokus & Terukur

Langgur Tual News – Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wilayah Area  empat, Kamal Rimosan, SH berharap pengembangan Parawisata di Kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Kei harus terencana, fokus dan terukur.

Para Peserta wonderfull sai ini Debut yang tiba di pintu masuk pelabuhan Debut,
Rabu ( 24/7 )

Hal ini dikatakan, Rimosan dalam sambutanya pada kegiatan Parawisata Goes To School dan Fokus Group Discussion pengembangan Destinasi Parawisata di Kabupaten Maluku Tenggara, berlangsung di Villia Hotel, Selasa ( 23/7 ).

“ Kita harus benar – benar fokus, untuk menetapkan kawasan strategi destinasi wisata yang akan dibangun “ ajaknya.

Para Peserta wonderfull sai ini Debut yang tiba di pintu masuk pelabuhan Debut,
Rabu ( 24/7 )

Kata dia, Kabupaten Malra ditetapkan sebagai destinasi wisata unggulan pertama di Propinsi Maluku, kemudian Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah.

Para Peserta wonderfull sai ini Debut yang tiba di pintu masuk pelabuhan Debut,
Rabu ( 24/7 )

“ Kalau mau parawisata Malra maju, maka dikenal dengan sebutan 3 A yaitu, atraksi, bagaimana alam dan budayanya, lalu aksesibilitas, meliputi akses darat, laut dan udarah dan Amenitas, soal kesiapan fasilitas parawisata seperti hotel, rumah makan, tempat ibadah dll “ Jelasnya.

Kabid Pengembangan Destinasi Wisata ini berharap, data Parawisata Kabupaten Malra terkait 3A harus diupdate setiap bulan , karena pihaknya bekerja berdasarkan data.

Para Peserta wonderfull sai ini Debut yang tiba di pintu masuk pelabuhan Debut,
Rabu ( 24/7 )

Sementara Kepala Dinas Parawisata Propinsi Maluku yang diwakili, Iwan menjelaskan membangun parawisata bukan hanya jadi tanggungjawab Pemerintah, namun membutuhkan partisipasi semua komponen masyarakat.

Kata Iwan, pendekatan utama dalam membangun Parawisata dikenal dengan pendekatan Pentahelix, meliputi A ( academic ), B ( Bisnis ), C ( Community ), G ( Goverment ), M ( Media ). “ kegiatan ini adalah kerja sama SMA Negeri  I Leihitu dan Dinas Parawisata bersama SMA/ SMK di Langgur, Kabupaten Malra yang nantinya jadi bagian dari community “ jelasnya.

Para peserta wonderfull sail InDebut berpose bersama Bupati Malra dan Unsur Muspida
Kabupaten Maluku Tenggara

Dikatakan, saat ini dunia parawisata juga dipengaruhi penggunaan teknologi digital, sehingga lebih dari 70 % pelancong menggunakan media digital untuk mencari informasi parawisata.

“ selain itu 63 % pengelolaan perjalanan wisata dikelola secara online, olehnya itu sejak tahun 2017 Dinas Parawisata Maluku, menyesuaikan diri dengan perkembangan era digital melalui program parawisata goes to school, beranggotakan siswa/i SMA di Maluku yang diberi nama Maluku millenialis tourism community “ Tandasnya. ( team tualnews.com )

Oleh tualnews

tualnews.com adalah portal berita di Kepulauan Kei sebagai media publik penyambung suara hati masyarakat. semoga media ini menjadi sarana informasi dan publikasi yang aktual, tajam dan terpercaya