Kategori
Artikel Anda Artikel Anda

Polisi Kejar Pelaku Pembuangan Janin Bayi di Ohoi Debut

Langgur Tual News – Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Indra F. Siregar, kepada tualnews.com mengaku selama dirinya menjabat Kapolres Malra baru menemukan kasus pembuangan janin bayi di Ohoi Debut, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, senin lalu ( 15/7 ),  olehnya itu saat ini polisi intensif melaksanakan penyelidikan untuk mengejar orang tua  pelaku pembuangan janin bayi tersebut.

Kapolres Malra,
AKPB Indra F. Siregar

“ Untuk di Ohoi Debut, terkait penemuan janin bayi, kami sudah turunkan anggota di lapangan untuk cari keterangan, untuk mengetahui siapa pelaku sebenarnya yang membuang bayi tersebut “ ungkap Kapolres Malra.

Kata Kapolres, polisi terus bekerja menyelidiki siapa oknum orang tua yang tegah membuang janin bayi tersebut, apabilah ditemukan pihaknya akan memproses hukum sesuai perbuatan yang dilakukan. “ Sampai saat ini kami masih lakukan penyelidikan siapa warga Malra dan Kota Tual yang baru melahirkan, jujur selama saya berdinas di daerah ini baru menemukan kasus tersebut, sehinga kami akan kejar dan perhatikan “ Tandas Siregar.

Seperti diberitakan tualnews.com, sebelumnya Warga Ohoi Debut, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, senin ( 15/7 ), jam 16.00 WIT digegerkan dengan penemuaan sebuah guci kecil berisi gumpalan darah manusia yang diduga hasil aborsi.

Penemuan ini di Pantai Wearsus, Ohoi Debut, oleh Wilhelmina Ohoiwutun. Berdasarkan informasi yang dihimpun tualnews.com menyebutkan kalau Ibu Wilhelmina menganta adiknya  yang bernama Gledis Alfons hendak buang air besar di Pantai Wearsus Ohoi Debut, tiba – tiba melihat sebuah baki, tikar, payung dan tas plastik  warna hitam dipinggir pantai sehingga yang bersangkutan menghampiri barang tersebut.

Penemuaan sebuah guci kecil berisi gumpalan darah manusia yang diduga hasil aborsi, di sebuah Gua Pantai Wearsus, Ohoi Debut, oleh Wilhelmina Ohoiwutun, Senin (15/7)

“ Karena saya penasaran dengan isi plastik warna hitam, lalu saya buka isi tas tersebut, ternyata didalam terdapat pakaian bayi, tisu ( bercak darah –red ), dan daun pisang “ tuturnya.

Kata Wilhelmina, setelah melihat tas tersebut, dirinya langsung balik ke kebun memanggil Ibu dan kakaknya untuk memberitahukan temuan tersebut.  “ Kemudian saya bersama Ibu dan Kakak kembali mengecek ternyata ditemukan satu guci kecil dibawah batu besar pinggir pantai, lalu melaporkan hal ini kepada Sekretaris Ohoi Debut atas temuan kejadian itu  “ ungkapnya.

Mendapat Laporan, Kasad Intel Polres Malra, AKP Yohanis Werluka,  bersama Kaur Bin Ops, dan Anggota,  Kapolsek Kei Kecil, AKP Sihite Panderaja, S.Ik beserta Kanit Buser dan anggota terjun ke TKP.

Polisi melakukan olah TKP bersama Bidan Puskesmas Debut, Faustina Jamlean yang memastikan janin bayi yang dibuang berumur delapan bulan

Pihak Kepolisian setelah berkoordinasi dengan Puskesmas Debut untuk mengetahui isi Guci tersebut, lalu Bidan Puskesmas Debut, Faustina Jamlean setelah membuka isi Guci ternyata didalam Guci itu terdapat gumpalan darah yang dibungkus dengan kain pembalut bayi.

Berdasarkan keterangan Bidan Puskesmas Debut, gumpalan darah itu diperkirakan berumur delapan minggu.

Saat ini Kasus tersebut sedang ditangani Polsek Kei Kecil untuk penyelidikan lanjut, sedangkan barang bukti sebuah Guci itu dibawah ke Rumah Sakit Hati Kudus Langgur untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. ( team tual news.com ) 

Oleh tualnews

tualnews.com adalah portal berita di Kepulauan Kei sebagai media publik penyambung suara hati masyarakat. semoga media ini menjadi sarana informasi dan publikasi yang aktual, tajam dan terpercaya