Savsavubun: Kejayaan Langgur dikembalikan Melalui Sasi Laut & Restorasi Terumbu Karang

Langgur Tual News – Penjabat Ohoi Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Ny. Petronela Savsavubun berharap moment sasi laut ( Hawear –red ) dan restorasi terumbu karang laut di Ohoi Langgur, Jumat ( 26/7 ) merupakan moment sejarah baru yang dimotori para pemuda Langgur untuk mengembalikan Kejayaan Langgur sebagai pusat sejarah Agama Katolik di Kepulauan Kei dengan kekayaan sumber daya alam laut berupa ikan, lola, teripang, dan rumput laut yang harus dijaga dan tetap dilestarikan.

Penjabat Ohoi Langgur, Petronela Savsavubun bersama Tokoh Adat, Carol Dumatubun
ketika menjemput para peserta Wonderfull Sail Indonesia di depan Gereja Langgur
Jumat ( 26/7 )

Hal ini dikatakan Savsavubun kepada tualnews.com, Jumat ( 26/7 ), usai kegiatan penerimaan para peserta Wonderfull Sail Indonesia yang mengunjungi tempat wisata religi di Langgur.

“ Kegiatan sasi laut dan restorasi terumbu karang sepanjang petuanan pantai Langgur sampai Vatdek pada hari ini adalah moment sejarah untuk anak Langgur untuk kembalikan kejayaan Langgur tempo dulu “ Tegasnya.

Para Tokoh Adat Langgur dengan membawah sasi daun kelapa putih berjalan kaki
menuju Woma Fangvur untuk pelaksanaan ritual adat Kei dalam rangka sasi Laut
dan restorasi terumbu karang di Pantai Langgur, Jumat ( 26/7 )

Penjabat Ohoi Langgur, mengaku selama ini laut Langgur tidak dijaga dan dirawat dengan baik, sehingga potensi ikan dan terumbuh karang yang sangat besar, dirusak oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab, olehnya itu atas prakarsa Pemuda Langgur bersama masyarakat bersepakat melaksanakan sasi laut Langgur  selama lima tahun.

“ Sasi laut dan restorasi terumbu karang pantai Langgur adalah prakarsa Pemuda Langgur, yang dimotori, Rudy Rettob, olehnya itu saya selaku Pejabat Ohoi Langgur bangga dan berterimakasi atas insiatif para pemuda Langgur untuk menjaga dan melestarikan sumber daya laut di Langgur “ Salut Savsavubun.

Pemasangan Sasi Laut di Pantai Langgur oleh Tokoh Adat, Carol Dumatubun disaksikan
para Wisatawan Asing, Jumat ( 26/7 )

Dikatakan, setelah sasi laut dipasang Jumat ( 26/7 ), maka setiap warga masyarakat dilarang mengambil hasil laut di petuanan pantai Langgur selama lima tahun, karena para pemuda Langgur akan melaksanakan patroli siang dan malam di areal Laut Langgur.

“ Apabilah ditemukan, warga masyarakat mengambil hasil laut di petuanan pantai Langgur, maka akan dikenakan sangsi adat Kei “ ujarnya.

Penjabat Ohoi Langgur juga memberikan apresiasi kepada para Pemuda Langgur, yang berinsiatif mendorong kendaraan bekas masuk di laut Langgur, setelah pemasangan sasi laut  ( hawear –red), sebagai tempat / sarang ikan seperti sedia kalla.

Bupati Malra, M. Thaher Hanubun bersama para Wisatawan ikut menyaksikan
Pemasangan sasi laut di Pantai Langgur

Savsavubun sangat menginginkan kejayaan Langgur tempo dulu, sebagai pusat Sejarah Agama Katolik di Kepulauan Kei, dengan keindahan dan panorama laut yang indah dan mempesona serta Langgur sebagai pusat pendidikan dan Kesehatan, seperti yang dirintis Mgr. Johanis Aerts dkk dengan membangun persekolahan Katolik dari SD, SMP  sampai SMA di Langgur, termasuk membangun Rumah Sakit Hati Kudus Langgur sebagai Rumah Sakit Pertama di Kepulauan Kei.

“ Saya mengajak semua warga Langgur mari kita tinggalkan semua perbedaan, kita harus bersatu untuk kembalikan kejayaan Langgur “ Pintah Penjabat Ohoi Langgur. ( team tualnews.com )