Kategori
Parawisata dan Budaya

Wow..! Pakai Pakaian Adat Kei, PKK Malra Pimpin Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas

Langgur Tual News – Menjelang peringatan Hari Nen Dit Sakmas, tanggal 07 September 2019, Pemkab Malra melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Malra sebagai motor penggerak Perempuan Kei di Nuhu Evav,bersama ratusan Perempuan Kei harus turun ke jalan, Rabu ( 4/9 ) untuk mengenang kembali Pahlawan Perempuan Kei asal Bali tersebut.

Penerimaan Secara Adat Kei Rombogan Napak Tilas Nen Dit Sakmas

Aksi mengenang kembali perjalanan Nen Dit Sakmas, dipimpin langsung Tim Penggerak PKK Kabupaten Malra, bersama Para Ketua Organisasi perempuan, Ibu – Ibu PKK tingkat Kecamatan dan Ohoi mendapat perhatian warga masyarakat di Kepulauan Kei, karena kaum Ibu – Ibu Kei ini mengenakan pakaian adat Kei ala Bali yakni baju putih, syal kuning dan membawa Siloy.

Pada kegiatan Napak Tilas tersebut, hadir pula Bupati Malra, M. Thaher Hanubun, Pimpinan Forkopimda dan Kepala OPD Pemkab Malra.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKk Kabupaten Malra ikut perjalanan
Napak Tilas Nen Dit Sakmas

Perjalanan Nen Dit Sakmas massa kini, diawali dari Ohoivur ( Ohoi Letvuan ), Kecamatan Hoat Sorbay, para wanita Kei dijemput secara adat Kei di pusat kampung ( Woma El Vovot ).

Rombongan Napak Tilas yang dimotori Ketua Tim Penggerak PKK Malra, Ny. Eva Hanubun dan Wakil Ketua Tim PKK, disambut dengan tarian dan upacara  adat Kei.

Tokoh Adat Letvuan bersama masyarakat menjemput rombongan di pintu masuk kampung, kemudian diarak menuju Woma El Vovot untuk dilaksanakan upacara adat Kei ( Tai Taroman – red , usai dilaksanakan acara Adat di pusat kampung, kemudian diarak menuju Gereja Khatolik Letvuan untuk persembahan Tai Taroman.

Rombongan Napak Tilas Nen Dit Sakmas diterima secara Adat oleh Pejnaga Makam

Upacara adat Kei Tai Taroman, menunjukan kalau para Leluhur Kei bersama Nen Dit Sakmas dan Allah Maha Kuasa merestui, menjaga dan memberkati  perjalanan kaum perempuan Kei selama mengikuti Napak Tilas.

Rombongan Napak Tilas kemudian melanjutkan perjalanan menuju Ohoi Semawi – Wain, tepatnya di  lokasi Sejarah Kampung tua, Ohoi Wa Mar’i. Lokasi ini adalah tempat pertemuan Nen Dit Sakmas bersama Naraha Matan Wun Sutra.

Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke lokasi Siran Lair Mayek / Tun Tel yang adalah tempat istiraht Nen Dit Sakmas untuk mandi dan berganti pakaian.

Upacara Adat Kei dengan Nyayian War-War di Makam Nen Dit Sakmas

Perjalanan rombongan Napak Tilas, melanjutkan perjalanan ke Ohoi Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, disana mereka diterima secara adat Kei oleh masyarakat di Ohoi Danar Lumefar dan Danar Ternate.

Setelah beristirahat sejenak, perjalanan Napak Tilas Nen Dit Sakmas dilanjutkan ke Ohoi Elaar Ngursoin, untuk melaksanakan penghormatan di lokasi tersebut.

Rombongan Tim Penggerak PKK Malra melanjutkan perjalanan dan diterima secara ada kei di Ohoi Mastur, Abean, dan Rumaat.

Ketika rombongan sampai di Ohoi Wain, Kecamatan Kei Kecil Timur, Bupati Malra bersama Tokoh Adat dan perangkat Ohoi Wain menjemput secara adat, untuk bersama – sama berjalan kaki menuju Ohoi Semawi.

Tradisi Adat dan Budaya Kei, Perempuan Kei harus membawa Siloy (Yafar ) untuk mengisi perbekalan makanan dan minuman

Di Ohoi Semawi, rombongan Napak Tilas diterima secara Adat Kei, lalu bersama – sama melanjutkan perjalanan yang suci dan mulia itu ke lokasi Makam Nen Dit Sakmas.

Di lokasi Makam tersebut, acara menempatkan Yavar ( Seloy ), dan Hawear ( Sasi tanda larangan dalam bentuk daun kelapa putih muda ) yang dibawah Nen Dit Sakmas pada waktu itu, lalu ditempatkan tepat di dalam lokasi Makam Nen Dit Sakmas.

Bupati Malra, M. Thaher Hanubun pada kesempatan itu mengapresiasi Perempuan Kei yang sangat tangguh dan kuat mengikuti Napak Tilas perjalanan Nen Dit Sakmas dengan berjalan kaki.

Bupati Malra bersama Tokoh Adat dan masyarakat Wain menerima secara Adat Kei rombongan Napak Tilas Nen Dit Sakmas dari Danar

“ Saya beri apresiasi kepada kaum Perempuan Kei, karena Nen Dit Sakmas kala itu berjalan kaki berhari – hari, dilakukan berulang kali baru sampai di tempat ini, saya tegaskan bahwa hari ini kta semua menyembah dan berdoa kepada Tuhan serta menghormati para Leluhur Kei “ ungkapnya.

Bupati Hanubun minta agar setiap tanggal 7 September, kaum Laki – Laki di Kepulauan Kei harus mengabadikan diri kepada Perempuan, bila perlu mengerjakan pekerjaan perempuan sebagai penghormatan harkat dan martabat perempuan Kei di Nuhu Evav.

Ini Adalah Siloy yang selalu dbawah Perempuan Kei

“ Hari ini adalah hari Kebangkitan Perempuan Kei “ Tegas Bupati Malra.

Dikatakan, Harkat dan Martabat Perempuan Kei sangat mulia dan dijunjung tinggi, olehnya itu kaum perempuan Kei sangat dihargai dan dihormati.

“ Kaum Laki – Laki di Kei nekad mati karena batas tanah dan membela saudara Perempuan Kei “ Ujar Bupati Hanubun.

Ketua Tim Penggerak PKK Malra, Ny Eva Hanubun bersama Wakil Ketua Tim PKK Malra duduk beralaskan daun kelapa di Makam Nen Dit Sakmas

Bupati Malra, mengucapkan apresiasi dan terimakasi kepada Ibu – Ibu Tim Pengerak PKK Malra yang mempelopori kegiatan Napak Tilas Nen Dit Sakmas, bersama para pimpinan OPD Pemkab Malra, kaum perempuan di semua Ohoi dan masyarakat Kabupaten Malra, yang ikut berperan serta menyukseskan kegiatan tersebut.

Puncak acara Napak Tilas di Makam Nen Dit Sakmas diakhir dengan Tarian Adat Kei ( Tiva Dada ) secara bersama yang dipimpin langsung Bupati Malra, M. Thaher Hanubun. ( Humas Malra / team tualnews.com )

Oleh tualnews

tualnews.com adalah portal berita di Kepulauan Kei sebagai media publik penyambung suara hati masyarakat. semoga media ini menjadi sarana informasi dan publikasi yang aktual, tajam dan terpercaya