Mimika, Papua Tengah, Tualnews.com- Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis yang memperkuat fondasi hukum sekaligus membuka prospek besar bagi kemandirian ekonomi kampung.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Nawaripi Jaya” kini resmi terdaftar dalam sistem Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI.
Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, dalam keterangan tertulisnya via whatsaap kepada media ini, Senin (5/1/2026) menegaskan legalitas ini menjadi pijakan penting agar BUMDes dapat bergerak lebih profesional dan membangun kolaborasi yang setara dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika.
“Ini bukan sekadar formalitas administrasi. Dengan terdaftar secara nasional, BUMDes Nawaripi Jaya punya legitimasi kuat untuk bermitra, mendapatkan pembinaan, dan memperluas usaha demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Norman.
Secara nasional, kata Norman, BUMDes Nawaripi Jaya kini tercatat sebagai bagian dari 71.148 BUMDes berbadan hukum di Indonesia, yang diposisikan sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Akta Kemenkumham Tahap Final
Norman juga mengonfirmasi penerbitan akta notaris dari Kementerian Hukum dan HAM saat ini berada pada tahap akhir.
” Keterlambatan proses sebelumnya dipicu oleh penyesuaian administrasi pasca pemekaran Provinsi Papua menjadi Provinsi Papua Tengah, dinamika birokrasi yang turut dirasakan banyak kampung di Tanah Papua, ” Katanya.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kepemimpinan Kepala Kampung Norman Ditubun dan pengelolaan operasional Direktur BUMDes Rafael Taorekeyau.
Di bawah manajemen mereka, BUMDes Nawaripi Jaya telah berfungsi sebagai penopang ekonomi riil, bukan sekadar lembaga formal.
“Kami pernah mengalami kekosongan dana kampung. Saat itu BUMDes punya stok dan bisa membantu. Ini bukti BUMDes benar-benar bekerja untuk kampung,” ungkap Norman.
Unit Usaha Produktif dan Berdampak Langsung
Norman mengakui, BUMDes Nawaripi Jaya saat ini mengelola sejumlah unit usaha strategis yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, seperti, Wisata Rohani & Kolam Pemancingan, menjadi sumber pendapatan utama dengan kontribusi hampir Rp 30 juta per tahun.
” Pendapatan wisata rohani secara khusus disalurkan ke gereja-gereja lokal sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan penjualan Air Bersih
menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menambah Pendapatan Asli Kampung (PAK), ” Terangnya.
Selain itu kata dia, dukungan Pendidikan & BLK, membiayai operasional TK-PAUD serta mendukung Balai Latihan Kerja (BLK) untuk peningkatan kapasitas dan keterampilan warga.
Siap Jadi Mitra Strategis Daerah
Dengan legitimasi hukum yang semakin kuat, BUMDes Nawaripi Jaya menyatakan kesiapan untuk berperan lebih besar dalam pembangunan Kabupaten Mimika.
“Kami siap mengembangkan sektor pertanian, peternakan ayam, dan budidaya ikan. Ketahanan pangan bisa dibangun dari tanah, air, dan udara Papua. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah,” tegas Direktur BUMDes, Rafael Taorekeyau.
Kata Rafael, komitmen ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang tengah mendorong penguatan tata kelola badan usaha melalui prinsip Good Corporate Governance, guna menciptakan iklim kemitraan yang sehat dan berkelanjutan.
Target Desa Swasembada
BUMDes Nawaripi Jaya merupakan badan usaha resmi milik Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika. Dengan pengelolaan potensi sumber daya alam dan jasa lokal, BUMDes ini diarahkan sebagai tulang punggung kemandirian ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kampung Nawaripi pun menargetkan akhir tahun 2026 status kampung meningkat dari Desa Mandiri menjadi Desa Swasembada, sebuah lompatan besar menuju kesejahteraan berkelanjutan di Tanah Papua.