Ini Cerita ABK Indonesia Loncat Laut, Usai Transfer 80 Ton Ikan Masuk Kapal China

Img 20240418 wa0010

Tual News – Anak Buah Kapal ( ABK ) KM. MUS, Roby Saktiawan, kepada tualnews.com, Rabu ( 17 /4/2024) di dermaga PSDKP Kota Tual mengakui dirinya dkk tidak tahan bekerja di kapal ikan asing China, usai melakukan bongkar muat atau alih muatan ( transhipment) 80 ton ikan dari KM. MUS ke kapal asing China,  Run Zen 03 di perairan laut Arafura. Maluku.

” Saya dkk ABK sudah tidak tahan bekerja di kapal ikan asing China, karena diperlakukan tidak manusiawi oleh ABK China, sehingga usai transfer 80 ton ikan dari KM. MUS masuk kapal ikan China, Run Zen 03, kami enam orang ABK nekat loncat dari kapal ke laut, ” Ungkapnya.

Pria asal Bengkulu ini mengatakan, setelah enam ABK Indonesia loncat dari kapal ikan asing China ke laut, selama tiga jam berada di laut, satu rekanya tidak bertahan dan meninggal dunia.

” Selama tiga jam di perairan laut Arafura, kami lima ABK diselamatkan kapal jaring ikan di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, ” katanya.

ABK Roby mengaku kecewa dan bersama 25 ABK lainya tidak tahan bekerja di kapal asing China, sebab yang dijanjikan pihak agen tidak sesuai kenyataan.

” Awalnya, saya dkk direkrut pihak agen kapal, ketika pendaftaran lowongan kerja di media sosial ( medsos ) Facebook. Waktu itu saya takut kena tipu, namun setelah ada nomor kontak, lalu kami berkomunikasi dan diterima bekerja di kapal ikan, ” Bebernya.

Kata ABK Roby Saktiawan, dirinya dkk tidak ada kontrak kerja tertulis dengan pihak agen, hanya dijanjikan akan menerima upah sebesar 2 juta per bulan dan uang THR 2 juta.

” Namun selama bekerja di kapal ikan asing China, Run Zeng 03 di perairan laut Arafura, saya dkk terima gaji 300 ribu dan uang bongkar ikan 300 ribu, ” Kesal Roby.

Selain itu kata dia, selama bekerja di kapal ikan asing itu, dirinya dan ABK lainya diperlakukan tidak manusiawi oleh ABK China.

” Saya dkk diberi makan, makanan bekas yang sudah dimakan ABK China dan diberi minum air AC serta air garam, ” Terangnya.

Untuk diketahui saat ini 25 ABK asal Indonesia tersebut di tampung di Mess PSDKP Kota Tual.