Pemkab Malra MoU Bersama Indonesia Power & EDF Bangun Listrik

Langgur Tual News – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Propinsi Maluku menandatangani nota kerja sama ( MoU ) bersama PT. Indonesia Power, anak perusahan PT. PLN Persero dan Investor Perancis Elektiric De France ( EDF ) untuk pembangunan energi listrik terbarukan.

Penandatanganan MoU itu berlangsung di Grand Villia Hotel , selasa malam ( 12/11/2019 ). Pemkab Malra diwakili Wakil Bupati Maluku Tenggara, Ir. Petrus Beruatwarin, M.Si. Sedangkan dari PT. Indonesia Power langsung dipimpin Direktur Asin Sidiq dan Direktur EDF, Frederick Fountan.

Tim EDF dan PT. Indonesia Power yang berada di Langgur, selasa ( 12/11/2019 )

Wakil Bupati Malra, Ir. Petrus Beruatwarin, M.Si dalam sambutanya menyambut baik penandatanganan MoU pengembangan pembangkit listrik energi terbaru dan terbarukan itu, karena hal ini sejalan dengan Visi dan Misi Presiden RI, Ir. Joko Widodo.

“ Presiden Joko Widodo dalam kesempatan akhir ini sudah menandatangani MoU untuk mengurangi pemakaian minyak dan batu bara, maka ini adalah solusinya “ Ujar Beruatwarin.

Dikatakan, target pemerintah tahuan 2025 nanti 23 % sudah harus menggunakan energi terbaru dan terbarukan, namun sampai saat ini baru mencapai kurang lebih 10 % dan masih kurang 13 % target itu dicapai.

“ kerja sama ini merupakan bentuk hubungan yang sangat baik dan menyentuh kebutuhan pokok masyarakat kami di Malra yakni salah satu permasalahan utama adalah pelayanan listrik “ ungkap Wabup Malra.

Penandatanganan MoUberlangsung di Grand Villia Hotel , selasa malam ( 12/11/2019 ). Pemkab Malra diwakili Wakil Bupati Maluku Tenggara, Ir. Petrus Beruatwarin, M.Si. Sedangkan dari PT. Indonesia Power langsung dipimpin Direktur Asin Sidiq dan Direktur EDF, Frederick Fountan.

Beruatwarin mengaku sesuai catatan, sampai saat ini cakupan listrik di Kabupaten Malra baru mencapai 64 %, sementara tahun 2023 harus sudah mencapai 99 %.

“ kondisi yang sangat memprihatinkan sampai saat ini terjadi di pulau Kei Besar, sampai hari ini pelayanan listrik masih terbatas di wilayah Kota Elat dan sekitarnya, dengan waktu pelayanan belum mencapai 24 jam per hari, karena rendahnya kapasitas listrik “ Jelasnya.

Diakui, rendahnya pelayanan listrik disebabkan oleh masih sangat rendahnya kapasitas pembangkit listrik, disamping kondisi infrastruktur jaringan jalan dan konektivitas yang terbatas juga menjadi penyebab masih rendahnya pelayanan.

“ Sehubungan dengan hal itu, seperti saya sebutkan diatas, maka penyediaan sumber daya energi baru dan terbaruhkan adalah langkah strategis guna memenuhi kebutuhan masyarakat Malra “ Terang Wabup Malra.

Untuk itu kata Wabup atas nama pemerintah dan masyarakat Malra mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada pimpinan PT. Indonesia Power atas bantuan dan pelayanan yang terjalin dalam kerja sama tersebut.

“ Saya berharap kesepakatan ini dapat berjalan baik dan lancar sampai pada tahapan realisasi, sehingga akhirnya memberi dampak bagi masyarakat Malra “ harapnya.

Kegiatan itu diakhiri dengan pemberian cendra mata antara kedua pihak. Turut hadir pada penandantangan MoU Forkopimda, Pimpinan OPD, Staf Ahli dan para Kepala Ohoi di Kabupaten Maluku Tenggara. ( team tualnews )