Nawaripi, Tualnews.com — Sebuah langkah nyata dalam membangun SDM Orang Asli Papua (OAP) kembali ditunjukkan Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun bersama jajarannya.
Terbukti, bertempat di LPK Merah Putih dan didukung Satgas Yonif 502, sebanyak 60 mama-mama Kamoro mengikuti pelatihan intensif pembuatan berbagai kerajinan tradisional, mulai dari tas berbahan alami, mahkota kepala, tikar, pakaian adat, hingga aneka produk khas budaya Kamoro.
Dalam Rilis Pers via whatsaap kepada media ini, Jumat ( 12 / 12 / 2025 ), Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun menyebut tidak seperti program seremonial yang kerap berhenti pada seremoni pembukaan.

” Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan pemberdayaan langsung. Setiap peserta tidak hanya belajar teknik anyaman, tetapi juga memahami bagaimana keterampilan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan baru di tengah tekanan ekonomi keluarga, ” Jelasnya.
Menghidupkan Warisan Leluhur, Menggerakkan Ekonomi Keluarga
Menurut Norman, pelatihan ini memiliki dua tujuan besar yaitu melestarikan budaya Kamoro yang sarat nilai dan filosofi leluhur dan meningkatkan kemandirian ekonomi mama-mama Papua melalui pengembangan produk bernilai jual tinggi.
” Kedua fondasi ini sering kali dipisahkan dalam program pembangunan di kampung-kampung lain. Namun di Nawaripi, keduanya justru dipadukan sebagai strategi membangun SDM OAP secara berkelanjutan, ” Tegasnya.
Dikaui, ketika budaya dirawat, identitas dijaga. Ketika keterampilan diperkuat, ekonomi ikut bangkit.
Dari Anyaman ke Aset Ekonomi
Dia mengakui produk anyaman Kamoro selama ini hanya dikenal sebagai bagian dari upacara adat atau kebutuhan rumah tangga.
Padahal, kata Norman dengan pelatihan yang tepat, kerajinan tersebut dapat naik kelas menjadi produk kreatif lokal yang layak dipasarkan di event seni, wisata, maupun toko kerajinan di Papua.
” Melalui pelatihan ini, mama-mama Kamoro diajarkan membuat produk yang kuat, rapi, dan memiliki standar kualitas. Ini membuka peluang mereka masuk ke pasar yang lebih luas,” Pungkasnya.