Jelang Sidang ke-46 MPL Sinode GPM, Jimal Kabalmay Ajak Warga Tual Jaga Toleransi dan Kamtibmas

Politisi Partai Hanura yang juga Ketua DPC Partai Hanura Kota Tual sekaligus anggota DPRD Kota Tual, Zainal Gainal Abidin yang akrab disapa Jimal Kabalmay
Politisi Partai Hanura yang juga Ketua DPC Partai Hanura Kota Tual sekaligus anggota DPRD Kota Tual, Zainal Gainal Abidin yang akrab disapa Jimal Kabalmay

Tualnews.com, TUAL — Politisi Partai Hanura yang juga Ketua DPC Partai Hanura Kota Tual sekaligus anggota DPRD Kota Tual, Zainal Gainal Abidin yang akrab disapa Jimal Kabalmay, mengajak seluruh masyarakat Kota Tual untuk menjaga toleransi antarumat beragama, keamanan, ketertiban, dan kedamaian menjelang pelaksanaan Sidang ke-46 Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM).

Ajakan tersebut disampaikan Jimal Kabalmay saat dikonfirmasi Tualnews.com, Jumat malam (24/10/2026), menyikapi pelaksanaan Sidang ke-46 MPL Sinode GPM yang dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober 2026.

Menurut Jimal, dukungan Pemerintah Kota Tual bersama umat Islam dan Katolik terhadap pelaksanaan agenda gerejawi tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat persaudaraan dan membuktikan bahwa toleransi antarumat beragama terus terpelihara di Kota Tual.

Ia menegaskan, toleransi bukan sekadar slogan, melainkan nilai kehidupan yang harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga keamanan, dan memberikan ruang bagi setiap umat beragama untuk menjalankan kegiatan keagamaannya.

“Katong semua di Tual ini harus menjaga kamtibmas menjelang Sidang ke-46 MPL Sinode GPM. Anak-anak muda harus menjadi agen toleransi supaya Kota Tual tetap aman, damai, dan bermartabat,” ungkap Jimal.

Tual Rumah Bersama, Perbedaan Bukan Alasan Bermusuhan

Anggota DPRD Kota Tual yang telah menjabat selama tiga periode itu menegaskan,  Kota Tual merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat, baik umat Islam, Protestan, Katolik maupun pemeluk agama lainnya.

Menurutnya, masyarakat Kei memiliki warisan nilai kekeluargaan yang kuat. Karena itu, perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi alasan untuk membangun permusuhan atau merusak hubungan persaudaraan yang telah terjalin selama ini.

“Tual ini adalah rumah katong bersama. Katong semua bersaudara, satu daerah Kei. Jangan karena perbedaan cara sembahyang, katong jadi baku benci. Beda agama itu soal hubungan katong dengan Tuhan, tetapi dalam soal kemanusiaan, katong tetap satu,” tegasnya.

Jimal menilai, terpeliharanya kerukunan antarumat beragama merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Pemerintah dan DPRD, katanya, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, ia mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas sosial serta menciptakan suasana yang kondusif selama seluruh rangkaian Sidang ke-46 MPL Sinode GPM berlangsung.

Pemuda Diminta Jadi Garda Terdepan Toleransi

Jimal secara khusus mengajak generasi muda Kota Tual untuk menjadi pelopor perdamaian dan agen toleransi, baik di lingkungan sekolah, kampus, tempat tinggal, maupun media sosial.

Ia mengingatkan,  perkembangan teknologi informasi harus dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan positif, bukan menjadi sarana menyebarkan kebencian, provokasi, maupun informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta berita bohong atau hoaks, berpotensi memicu kesalahpahaman apabila masyarakat tidak menyikapinya secara bijaksana.

“Saya minta katong semua menjaga jari di media sosial. Kalau ada informasi yang belum jelas, tanya dulu kepada RT, lurah, tokoh agama, teman, atau keluarga. Jangan langsung menyebarkannya. Mari katong jaga Tual supaya jangan terbakar oleh isu-isu yang tidak benar,” ajaknya.

Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang sumber dan kebenarannya belum dapat dipastikan.

Jika menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan, warga diimbau mengutamakan komunikasi dan melaporkannya kepada pihak berwenang.

Rawat Ain Ni Ain dan Semangat Persaudaraan Kei

Lebih lanjut, Jimal berharap nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kei, seperti Ain Ni Ain, semangat gotong royong, dan maren, terus dijaga serta diwariskan kepada generasi muda sebagai perekat kehidupan sosial.

Baginya, pelaksanaan Sidang ke-46 MPL Sinode GPM bukan hanya agenda penting bagi umat Protestan, tetapi juga kesempatan bagi seluruh masyarakat Kota Tual untuk memperlihatkan komitmen bersama dalam merawat keberagaman.

Ia mengajak seluruh warga menyambut para peserta sidang dengan sikap ramah, menjaga ketertiban, serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama kegiatan berlangsung.

Jimal menegaskan, perbedaan agama tidak seharusnya memisahkan masyarakat yang telah lama hidup berdampingan dalam ikatan kekeluargaan.

Dengan semangat persaudaraan, toleransi, dan kearifan lokal, ia berharap Kota Tual tetap menjadi daerah yang damai, harmonis, serta menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

“Katong jaga persaudaraan, katong hormati perbedaan, dan katong sama-sama bertanggung jawab menjaga keamanan Kota Tual. Ini rumah bersama yang harus katong rawat untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” tutupnya.