PLN Tak Terima, PLTD Tayando Disebut Proyek Mangkrak

Img 20230117 wa00012

Tual News – PT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara tak menerima kalau aspirasi masyarkat setempat menyebut Proyek PLTD milik PLN di Desa Tayando Langgiar, Kecamatan Tayando Tam Kota Tual disebut proyek mangkrak, tidak terurus, ditambuhi rumput dan sebagian jaringan yang dibangun sudah beberapah tahun ini rusak.

” Kalau dibilang PLTD Tayando Kota Tual mangrak dan tidak terurus itu tidak benar, karena itu dalam perencanaan PT PLN wilayah Maluku dan Malut untuk dinyalakan, hanya menunggu pengadaan mesin listrik, ” Ungkap Kepala Bagian Komunikasi PT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Aulia Ramadhan Samallo ketika menjawab pertanyaan tualnews.com, selasa ( 24 /1/2023).

Ini kondisi jaringan listrik di pltd tayando langgiar, kota tual yang rusak dan patah serta tidak terurus

Menurut Samallo, PLTD Tayando Kota Tual masuk dalam 97 PLTD daerah tertinggal dan terluar ( 3 T ) Provinsi Maluku dan Malut yang hingga saat ini masih menunggu relokasi mesin pembangkit listrik untuk dinyalakan.

” Rata – rata 97 PLTD PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara masuk 3T seperti itu, kalau kita berbicara ke sana sangat sensitif, ” Katanya.

Dikatakan PLTD Tayando yang masuk dalam 97 PLTD diwilayah 3 T menjadi prioritas PLN untuk dinyalakan.

” PLTD Tayando Kota Tual masuk dalam sebaran 97 PLTD 3T milik PT. PLN Wilayah Maluku dan Malut, terkait kenapa sampai sekarang belum bisa dinyalakan karena road map perencanaan strategis yang sudah kami petakan seperti itu, ” Terang Samallo.

Menurut Kabag Komunikasi PT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, dibawah tahun 2020 an harusnya dilakukan pengadaan mesin disel untuk 97 PLTD di daerah 3 T, namun karena pengadaan mesin disel tersebut tidak bisa dilakukan PLN sendiri, sebab hanya sebagai instansi vertikal, maka saat ini PLN tidak tinggal diam, tetap mencari solusi terbaik.

” Kami tidak tinggal diam melihat kondisi 97 PLTD yang tersebar di wilayah Maluku dan Malut, termasuk PLTD di Tayando, sehingga satu solusi PLN adalah melaksanakan relokasi mesin pembangkit listrik, ” Jelasnya.

Kabag komunikasi pt. Pln maluku dan malut dalam wawancara bersama tualnews. Com selasa 24 januari 2023

Kata dia, relokasi artinya perpindahan mesin pembangkit listrik dari unit yang satu ke unit lain, namun perpindahan itu juga harus memperhatikan relokasi mesin yang sudah ada di unit lama.

” Contoh PLTD Tayando Kota Tual, tunggu relokasi mesin pembangkit dari Unit Air Buaya di Kota Namlea, namun sebelum dipindahkan, kami harus pastikan di PLTD Air Buaya sudah handal dalam memenuhi kebutuhan listrik disana atau belum, ” Papar Samallo.

Menyoal perencanaan 97 PLTD itu sejak awal direncanakan PT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara atau Kementerian ESDM ? Samallo mengaku perencanaan itu sejak awal dari PT. PLN.

” Kami akan nyalakan 97 PLTD itu secara bertahap, termasuk PLTD Tayando, namun kami tidak bisa tentukan tanggal atau bulan apa, sebab semua tergantung relokasi mesin pembangkit listrik yang ada, ” Tandas Kabag Komunikasi PT PLN wilayah Maluku dan Malut, Aulia Ramadhan Samallo.

Untuk diketahui PLTD Tayando Langgiar di kecamatan Tayando Tam Kota Tual sejak dibangun PLN sudah beberapah tahun ini kondisi bangunan dan jaringan listrik tidak terurus, kantor PLTD Tayando sudah ditumbuhi rumput, ada beberapah tiang listrik patah dan jaringan listrik hancur berantakan.

Masyarakat di Tayando sangat kecewa dengan kinerja PT. PLN Wilayah Maluku dan Malut karena hingga saat ini mereka belum merasakan arti dan manfaat kemerdekaan dalam menikmati penerangan listrik di wilayah pulau – pulau tertinggal dan terluar di NKRI.