Tual News – Walikota Tual, Adam Rahayaan, S.Ag dalam amanatnya pada pengambilan sumpah dan pelantikan puluhan pejabat eselon II, III dan IV lingkup Pemkot Tual, senin ( 13/2/2023) menyesalkan tiga tersangka penyebar hoax ditahan Polda Maluku di Ambon, sementara pelaku utama pemicuh konflik dua kelompok warga di Kota Tual saat ini masih dalam pencarian.
” Pelaku utama kita belum tahu ada dimana, sementara tiga orang penyebar hoax saat ini ditahan dan diproses hukum, lalu nanti mereka mendapat hukuman badan sekian tahun, lantas pelaku utama dimana ? keluarga yang hadir tolong bicara dan sampaikan jujur serta transparan yang bersangkutan ada di mana, ” Sorot Walikota Tual.

Rahayaan mengajak semua komponen masyarakat bertindak menggunakan akal sehat sesuai anugerah yang diberikan AllahSWT.
” Mari berpikir secara matang dan teliti, namanya juga kenakalan pergaulan pemuda, kalau dua anak berkelahi, cukup dua orang itu selesaikan, jangan lagi bawah nama kampung terseret, sebab fanatisme dan primordialisme berlebihan akan salah dalam bertindak, ” Terangnya.
Walikota Tual berharap para Pejabat Pemkot Tual harus menjadi contoh dan teladan yang baik bagi anak buah, sebab sudah masuk tahun politik, pasti praktek politik identitas dan primordial digunakan oknum tertentu untuk memecah belah suasana kehidupan kekeluargaan dan kerukunan antar umat.
” Pada kesempatan berbahagia ini, saya minta kepala dinas dan pejabat yang baru dilantik, harus jadi contoh dan teladan masyarakat, ” Pintahnya.
Walikota Tual juga menyoroti soal mediasi perdamaian, dua kelompok warga yang terlibat konflik.
” Kalau ada teman-teman wartawan disitu, silakan kita semua berpikir mengarah kepada perdamaian, saya bersama Bapak Kapolda Maluku dan Bapak Wawali hari sabtu datang kesana, permintaan dan aspirasi bapak – ibu di situ menegaskan kalau semua agama mengajarkan damai itu indah, tapi tolong kasih waktu katong dulu, karena kami banyak tersebar sana sini, masih melihat serpihan rumah yang rusak terbakar kiri-kanan, jadi kasih waktu dolo pasti akan damai, ” Sorot Walikota Tual.
Diakui, hal ini dimaksudkan agar diberi kesempatan kepada warga yang kehilangan rumah.
” Semua inginkan damai, tapi kita harus beri kesempatan, untuk mereka buat fondasi rumah, kami harus pikir bangun tipe rumah model apa, bukan berarti kami tidak ada pemikiran ke arah situ, ” Jelasnya.
Walikota Tual menegaskan, hal ini harus disampaikan, agar tidak menjadi bola liar di media sosial facebook.
” Mari pada kesempatan ini sengaja saya sampaikan supaya menjadi renungan kita, tidak liar kalau ada orang di Facebook kemudian salah persepsi, apalagi protes Ketua Pemuda Yarler, malah ada yang bilang ketua pemuda itu mantan Pemkot, padahal isi narasi dari video itu semata-mata kesal soal mediasi, namun malah dipelintir kembali kalau saya dan bapak Wawali salah, ” Tandas Walikota Tual.
Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun tualnews.com di Polres Tual, oknum pelaku utama yang memanah salah satu warga menyebabkan konflik menjadi besar, hingga saat ini masih diburu Polres Tual.
” Kami sudah turunkan tim lakukan pencaharian terhadap pelaku,namun hingga saat ini belum temukan yang bersangkutan, apalagi pelaku sudah tidak menggunakan telepon seluler, jadi sulit terdeteksi, ” Ungkap sumber resmi di Polres Tual.
Kapolres Tual, AKBP Prayudha Widiatmoko S.I.K ketika dikonfirmasi tualnews.com, senin malam ( 13 /2/2023) via whatsaap (WA) mengaku pihaknya masih mengejar keberadaan oknum pelaku utama tersebut, karena lokasi yang bersangkutan berpindah pindah.
” Tinggal tunggu waktu saja yang bersangkutan tertangkap, ” Ujar Kapolres Tual.