Pengeboman Laut di Tengah Sasi Adat Dullah Laut, Warga Desak Polisi Usut Tuntas

TUAL, Tualnews.com — Dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak kembali mencuat di wilayah perairan Desa Dullah Laut, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku.

Ironisnya, dugaan aktivitas destructive fishing tersebut disebut terjadi berulang dalam sepekan terakhir, justru ketika masyarakat Desa Dullah Laut sedang memberlakukan sasi adat terhadap wilayah petuanan laut setempat.

Aduan masyarakat terkait dugaan pengeboman ikan tersebut telah diterima secara resmi oleh Bhabinkamtibmas Desa Dullah Laut.

Dalam pengaduan warga yang diterima media ini, sabtu ( 19 / 9 ), warga  turut menyerahkan sejumlah bukti awal, di antaranya video yang diduga merekam aktivitas pengeboman serta ikan hasil penangkapan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Informasi dan barang bukti awal itu selanjutnya telah disampaikan kepada Kapolsek setempat dan diteruskan kepada Polres Tual untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Bhabinkamtibmas juga disebut telah menerima informasi dari sejumlah warga yang mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Bukti berupa rekaman video juga dikirimkan masyarakat melalui jejaring komunikasi elektronik pada saat dugaan peristiwa berlangsung.

Terjadi di Tengah Sasi Adat

Persoalan ini menjadi semakin serius karena dugaan pengeboman laut tersebut terjadi di tengah pelaksanaan sasi adat yang berlaku di wilayah petuanan laut Desa Dullah Laut.

Bagi masyarakat setempat, laut bukan sekadar sumber ekonomi. Wilayah perairan adat juga berkaitan erat dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat, nilai budaya, tata kelola adat serta kelestarian ekosistem yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itu, jika dugaan pengeboman ikan tersebut terbukti, persoalannya tidak hanya menyangkut dugaan pelanggaran hukum terkait perikanan dan lingkungan, tetapi juga berpotensi bersinggungan dengan penghormatan terhadap aturan dan pranata adat masyarakat setempat.

Warga mengaku praktik pengeboman ikan di wilayah tersebut bukan persoalan baru. Dugaan aktivitas serupa disebut telah berlangsung selama puluhan tahun.

Namun, hingga kini masyarakat mempertanyakan sejauh mana proses penegakan hukum terhadap praktik tersebut telah dilakukan.

Bukti Sudah Diserahkan, Kini Bola di Tangan Polisi

Dengan telah diterimanya pengaduan dan bukti awal dari masyarakat, warga berharap penanganan perkara tidak berhenti pada tahap penerimaan laporan semata.

Kepolisian diharapkan segera melakukan penyelidikan secara profesional untuk memastikan fakta hukum di lapangan, termasuk memeriksa rekaman video, mengidentifikasi lokasi kejadian, meminta keterangan para saksi, menelusuri asal ikan yang diamankan, serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat apabila bukti permulaan mencukupi.

Masyarakat juga meminta agar setiap barang bukti yang telah diserahkan kepada kepolisian diamankan dan ditangani sesuai prosedur hukum.

Sebab, bagi warga, persoalan utama bukan sekadar menemukan siapa yang melakukan pengeboman, tetapi memastikan bahwa praktik penangkapan ikan yang merusak ekosistem tidak terus berulang tanpa pertanggungjawaban hukum.

Jika benar terjadi, penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan dapat menimbulkan kerusakan serius terhadap terumbu karang dan biota laut.

Dampaknya juga tidak berhenti pada hari ketika ledakan terjadi, tetapi dapat berpengaruh terhadap sumber penghidupan masyarakat dalam jangka panjang.

Puluhan Tahun Dipersoalkan, Jangan Kembali Berujung Senyap

Masyarakat Dullah Laut berharap kasus terbaru ini menjadi momentum untuk membuka kembali persoalan yang selama ini mereka keluhkan.

Puluhan tahun dugaan praktik pengeboman laut disebut telah membuat masyarakat merasa tidak memperoleh perlindungan yang memadai terhadap wilayah laut yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Kini, setelah masyarakat menyerahkan aduan dan bukti awal kepada aparat, harapan mereka sederhana: proses hukum harus berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Warga juga meminta kepolisian tidak hanya menindak pelaku di lapangan apabila terbukti, tetapi mengusut kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam rantai aktivitas penangkapan ikan menggunakan cara-cara destruktif tersebut.

Penegakan hukum, menurut masyarakat, harus dilakukan tanpa pandang bulu.

Masyarakat Dullah Laut  menyatakan berkomitmen untuk terus mengawal proses penanganan perkara tersebut bersama aparat penegak hukum hingga memperoleh kepastian hukum.

“Kami berkomitmen kuat untuk terus mengawal proses yang telah disampaikan bersama pihak Kepolisian hingga berkekuatan hukum tetap,” demikian aspirasi masyarakat yang disampaikan terkait penanganan dugaan kasus tersebut.