fbpx
Ini Kronologis Kasus Pendeta GPM Ohoiel Versus  Nenek 67  Tahun

Ini Kronologis Kasus Pendeta GPM Ohoiel Versus Nenek 67 Tahun

75 / 100

Tual News – Kasus penganiayaan yang terjadi di Desa Ohoiel, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku antara Pendeta Ny. Elsa Eynike Peea Watubun dan seorang nenek berusia 67 tahun,  Emeliana Betaubun, tanggal 06 Mei 2022, pukul 06.00 WIT saat ini sudah ditangani Polsek Kei Besar.

Berdasarkan kronologis kasus yang disampaikan Pendeta Majelis Jemaat GPM Ohoiel, Pendeta Elsa Eynike Peea Watubun yang diterima tualnews.com, rabu ( 11/05/2022 ), menyebutkan pada jumat ( 06/5/2022 ), pukul 06.00 WIT, Pendeta Peea melaksanakan actifitas rutin menyiram bunga didepan rumah pastori.

Polisi Bakal Tetapkan Tersangka BNN, Pelapor Terima SP2HP

“ Setelah menyiram bunga,  saya duduk bersama suami di depan rumah Pastori sambil menunggu tetesan air pada pot bunga terhenti, baru potnya diletakan pada rak-rak bunga yang ada. Tidak lama kemudian keluarlah Ibu Emiliana Betaubun dari rumahnya dan mulai membersihkan depan rumah sampai ke halaman rumah yakni jalan raya yang memisahkan rumah Ibu Emiliana Betaubun dengan rumah Pastori Baru tempat kediaman Pdt Elsa Eynike Peea Watubun, “ Ungkapnya.

Ini-lokasi-TKP-awal-Pendeta-Ny.-Elsa-Eynike-Peea-Watubun-dan-seorang-nenek-berusia-67-tahun-Emeliana-Betaubun
Ini-lokasi-TKP-awal-Pendeta-Ny.-Elsa-Eynike-Peea-Watubun-dan-seorang-nenek-berusia-67-tahun-Emeliana-Betaubun

Kata Pendeta Peea,  selanjutnya Ibu Emiliana Betaubun menyapu dari sisi pagar kanan sampai di pintu pagar pastori, melihat ini dirinya tidak merasa nyaman.

Wawali Tual : Warga GPM Dipanggil Untuk Melayani

“ Setelah itu Ibu Emiliana Betaubun melangkah ke depan pintu Rumah Pastori sementara, yang saya tempati sejak pembongkaran dan pekerjaan ulang pastori baru. Tindakan menyapu didepan pintu kedua ini membuat saya meminta dengan nada santun kepada Ibu Emiliana Betaubun yakni “ Mam Jangan sapu disitu lae, sapu saja di Mam dong punya bagian, biar nanti beta yang sapu disitu”, Pintah Pendeta Peea.

Namun kata dia, teguran tersebut ditanggapi secara emosional dengan nada histeris  oleh ibu Emiliana Betaubun, dengan kalimat.

Kau Culas beta for apa, kenapa kau culas beta ” Ujar Pendeta Elsa Eynike Peea Watubun, meniru ucapan  Ibu Emiliana Betaubun berulang-ulang,   ditambah pernyataan “ kau keluar dari kampung  ini ”, Jelas Pendeta Peea.

Diduga Ada Korupsi Pembangunan Gereja Protestan Weduar Fer, Aparat Hukum Diminta Sidik Panitia

Saat itu, kata dia dirinya  sempat membalas dengan nada tenang sambil mengatakan kepada Ibu Emiliana Betaubun.  “ kau saja yang keluar ”. Namun  Ibu Emiliana Betaubun terus mengulangi pernyataanya itu.

ini-barang-bukti-kayu-tangkai-sekop-sampah-dari-cirigen-ukuran-lebar-2-x3-cm-dan-panjang-50-cm-yang-digunakan-nenek-67-tahun-pukul-pendeta-GPM-Ohoiel
ini-barang-bukti-kayu-tangkai-sekop-sampah-dari-cirigen-ukuran-lebar-2-x3-cm-dan-panjang-50-cm-yang-digunakan-nenek-67-tahun-pukul-pendeta-GPM-Ohoiel

Melihat hal ini,  suami Pendeta  Elsa Eynike Peea Watubun, yakni Daud Sua  Watubun  yang sementara ke dalam rumah untuk menaruh gelas air minum  keluar menegur isterinya  dan Ibu Emiliana Betaubun untuk berhenti.

Pendeta Peea mengaku sempat tenang, namun ibu Emiliana Betaubun masih terus mengeluarkan kalimat yang berbunyi  “keluar dari kampung”.

“ Saya masih berusaha tenang  tapi karena Ibu Emiliana Betaubun mengeluarkan kata-kata makian dan kotor yang tidak pantas dikeluarkan seorang ibu sebanyak dua kali dengan sebutan  kalimat makian, “ Ujarnya.

Yayasan Tak Usul Ganti, Bupati Lantik Kepsek SD Kristen Ohoira

Kata Pendeta Peea, dirinya sangat malu dengan kata kata kotor itu, lalu mendekati Ibu Emiliana Betaubun, dan menampar pipi Ibu Emiliana Betaubun.

“ Ibu Emiliana Betaubun ambil sapu lidi ditangannya untuk pukul saya,  tapi saya pegang sapu lidi itu, kemudian Ibu Emiliana Betaubun ambil kayu tangkai sekop sampah dari cirigen ukuran lebar 2 x3 cm dan panjang 50 cm, pukul saya, namun saya berhasil menarik kayu tersebut, “ Tuturnya.

ini-baju-Pendeta-GPM-Ohoiel-Elsa-Eynike-Peea-Watubun-yang-disobek-nenek-67-tahun
ini-baju-Pendeta-GPM-Ohoiel-Elsa-Eynike-Peea-Watubun-yang-disobek-nenek-67-tahun

Diakui, Ibu Emiliana Betaubun dalam keadaan tangan sebelah yang kosong mencakar wajah dan menyerang dirinya.

“ Saya diserang tapi berusaha mengelak dengan terus memegang tangan Ibu Emiliana Betaubun yang pegang sapu lidi dan kayu. Namun Ibu Emiliana Betaubun berhasil menarik dan merobek baju blus putih milik saya hingga terlihat tubuh bagian depan, “ Ungkap Elsa Eynike Peea Watubun.

Klasis GPM Kei Kecil Tak Terpengeruh, Seruhkan Warga Doakan UAS

Pendeta Peea mengaku, karena merasa tidak nyaman dengan bagian tubuh yang setengah telanjang, dirinya  memukul Ibu Emiliana Betaubun dengan kayu tangkai skop sampah, namun Ibu Emiliana Betaubun terus menarik baju saya hingga robek lebih besar.

“ Kejadian ini dilihat Ibu Orpa Rahayaan, dan Ibu Enjel Betaubun serta Ibu Oktovina Betaubun,  lalu mereka berusaha melerai tetapi Ibu Emiliana Betaubun terus mengejar saya  dengan mencaci maki, “ jelasnya.

Dikatakan,  saat Ibu Enjel Betaubun melihat kondisi Pendeta Elsa Eynike Peea Watubun, langsung menegur Ibu Emiliana Betaubun.

“ Cah, Nene, Ibu pendeta baju su tarobe samua ini ” sambil melerai. Kemudian Daud Sua Watubun muncul dan melerai keduanya berhenti,” Terangnya.

Semangat Ain Ni Ain Harus Dikembangkan Dalam Membangun Gereja

Menurut Pendeta Peea, dirinya kembali ke rumah sambil memegang bajunya yang tersobek karena beberapa bapak yang muncul di TKP. Sedangkan Ibu Emiliana Betaubun masuk ke rumahnya dengan luka lecet dan benjol di testa tanpa henti – hentinya mengeluarkan kalimat caci maki.

“ Setelah itu Ibu Emiliana Betaubun keluar dari rumahnya dan menuju ke Ohoiel kampung atas sambil terus mengeluarkan makian yang sama, lalu kembali ke rumah dan menuju kota Elat dengan pakaian bersih,” Sebut Pendeta Elsa Eynike Peea Watubun.

Untuk diketahui, kasus ini viral di media sosial ( medsos ), seperti dikutip tualnews.com, dari pemberitaan salah satu media yakni jurnal polisi.id, dengan judul “ Heboh..! Nenek 67 Tahun di Ohoiel Dianiaya Pendeta Else Pea Hingga Babak Belur, Kasusnya Berat..?,  ”.

100 Buah Sasi Adat Kei Marga Rettob Diserahkan Buat Pemkab Malra

Anak korban Ongen Betaubun, menceritakan bahwa awal kejadian berlangsung sekitar pukul 06.12 WIT dan dirinyan dihubungi sang Ibu Emiliana Betaubun untuk menceritakan kejadian tersebut.

“ Jadi begini, saya ditelepon itu kira – kira pukul 04.30 WIT, kalau di Maluku sekitar jam 06.30 WIT. Ibu saya bercerita sambil merintih kesakitan, bahwa pada saat itu dirinya sedang melakukan bersih – bersih jalan karena banyak sekali dedaunan yang berjatuhan. Tiba – tiba saja terjadi percecokan dengan Pimpinan Majelis Jemaat GPM Ohoiel ( Pendeta ), “ Terang Ongen, seperti dikutip dari jurnal polisi.id.

Kapolsek Kei Besar, AKP Stanis Kasihiuw, dikonfirmasi tualnews.com, berulang kali via whatsaap ( WA ) dan telepon hingga berita ini diterbitkan, tidak pernah menghiraukan pesan konfirmasi dan panggilan telepon berulang Media Tual News.

( Media Tual News )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page