Semangat Ain Ni Ain Harus Dikembangkan Dalam Membangun Gereja

Langgur Tual News – Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun menegaskan  semangat Ain Ni Ain ( Kebersamaan dan kekeluargaan –red ) dan budaya Maren ( gotong royong –red ) harus tetap dikembangkan dalam semua aspek pembangunan, termasuk pembangunan tempat ibadah atau Gereja.

Bupati Malra, M.Thaher Hanubun ketika memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama Pembangunan Gedung Gereja Elim baru Jemaat Gereja Protetan Maluku ( GPM ) di Ohoi Ohoidertavun, Kamis ( 1/8 ).

Penegasan ini disampaikan  Bupati Malra ketika memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama Pembangunan Gedung Gereja Elim baru Jemaat Gereja Protetan Maluku ( GPM ) di Ohoi Ohoidertavun, Kamis ( 1/8 ).

“ Untuk bangun Tempat Ibadah kita harus bangkitkan semangat Ain Ni Ain dan budaya Maren “ Pintah Hanubun.

Bupati Malra mengisahakan, para Leluhur Kei yang tetap menjaga suasana kebersamaan dan kekeluargaan, tidak membedakan agama ( Salam dan Sarani , apapalagi pembangunan Gedung Gereja dan Masjid , maka semua berkumpul dan bersama – sama bergotong royong untuk membangun tempat ibadah.

Peletakan Batu Penjuru pembangunan Gereja Baru Ohoidertavun

“ Tokoh Adat punya masyarakat, Agama punya umat, tapi mereka tidak memiliki uang dan fasilitas, maka disitu Pemkab Malra hadir, saya bersama Wakil Bupati Malra, dengan dukungan DPRD kami hadir untuk itu “ Jelas Bupati Malra.

Hanubun optimis, Pembangunan Gereja Jemaat Ellim Ohoidertavun akan secepatnya diselesaikan akhir tahun 2020, dengan dukungan dari Pemkab Malra. “ kalau hanya 700 juta, bukan uang pribadi saya, tapi dapat dibantu dengan uang Negara, melalui persetujuan DPRD, sehingga saya optimis tahun 2020 warga jemaat sudah dapat beribadah Natal di Gedung Gereja Baru “ Tandasnya.

Foto Bersama Bupati Malra dan Wabup Malra, Ir. Petrus Beruatwarin, M.Si bersama para Pendeta GPM Klasis Kei Kecil di Ohoidertavun, kamis

Sementara Ketua Panitia, Jhon Rahakbauw, dalam laporanya mengaku Gereja Elim Jemaat Ohoidertavun telah ada sejak tahun 1912.Kata Rahakbauw, Gereja Ellim sudah berulang kali dilakukan perbaikan dan renovasi, karena termakan usia.

“ Karena terbatas dan tidak memadai untuk tampung warga Jemaat dalam beribadah, sehingga persidangan Jemaat pada tahun 2013, sepakat merekomendasikan pembangunan Gedung Gereja Baru Ohoidertavun “ ungkapnya.

Ketua Panitia mengaku, biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan pembangunan Gedung Gereja Baru Ohoidertavun sebesar Rp 1.259.371.000,-. Turut hadir dan menyaksikan peletakan batu penjuru pembangunan Gereja Baru Jemaat Ellim Ohoidertavun, Majelis Pekerja Harian Sinode GPM, Pendeta Frangky Siahaya. ( team tualnews.com )