fbpx
Pengrusakan Fasilitas DPRD Tual Prematur & Tidak Ada di Tatib

Pengrusakan Fasilitas DPRD Tual Prematur & Tidak Ada di Tatib

74 / 100

Tual News – Sekretaris Fraksi Tual Bangkit DPRD Kota Tual, Suleman Letsoin menegaskan pengrusakan fasilitasi DPRD Kota Tual pada insiden beberapah hari lalu oleh sejumlah oknum anggota DPRD Kota Tual dinilai prematur dan tidak diatur dalam Tata Tertib DPRD Kota Tual Nomor 01 tahun 2020.

Penegasan ini disampaikan Anggota DPRD Kota Tual asal Partai Hati Nurani Rakyat ( Hanura ), menanggapi pernyataan Wakil Sekretaris Fraksi Indonesia Maju, Rivai Sether, S.H yang dimuat media ini, minggu ( 10/7/2022 ) dengan judul “ AKD DPRD Kota Tual Prematur, Fraksi Indonesia Maju Komit Menolak  “.

“ Persoalan ini berawal dari AKD DPRD Kota Tual, muncul perdebatan disaat roling  AKD, namun semua sudah berjalan sesuai mekanisme, soal tata cara distribusi anggota fraksi masuk komisi, dikembalikan kepada setiap Fraksi,  “ Tegasnya.

Kata Letsoin Fraksi Tual Bangkit, sebanyak empat anggota ( 2 Golkar dan 2 Hanura ), Fraksi PKS enam anggota ( 3 PKS, 2 demokrat, dan 1 Berkarya ), dan Fraksi Indonesia Maju sepuluh anggota ( 2 PDI – P, 2 Nasdem, 2 PPP, 1 Gerindra, 1 PBB, 1 PAN dan 1 PKB ).

“ Fraksi Tual Bangkit, distribusi anggota masuk Komisi I = 1 anggota, Komisi II = 1 anggota dan Komisi III = 2 anggota. Fraksi PKS, distribusi anggota masuk Komisi 1 = 3 anggota, Komisi II = 2 anggota dan Komisi III = 0, “ Terangnya.

Sedangkan kata Sekretaris Fraksi Tual Bangkit, Fraksi Indonesia Maju mendistribusikan sepuluh anggotanya pada Komisi I = 4 anggota, Komisi II = 3 anggota dan Komisi III =  1 anggota.

Ketika ditanya alasan apa Fraksi PKS tidak mendistribusikan anggotanya masuk Komisi III, sehingga terjadi kekosongan jabatan untuk fraksi PKS di Komisi yang membidangi infrastruktur dan keuangan tersebut, Letsoin menjelaskan berdasakan pasal 63 ayat tiga tatib  DPRD Kota Tual menyatakan jumlah anggota setiap komisi ditetapkan dengan mempertimbangkan perimbangan dan pemerataan jumlah anggota antar komisi.

“ kalau bicara perimbagan secara jujur waktu rapat saya sudah usulkan formasi 6-6-5 yakni enam anggota di Komisi I, enam anggota di Komisi II dan lima anggota di Komisi III. Ini yang disebut perimbangan menurut pendapat saya. Namun setelah distribusi, tidak ada perimbangan yaitu Komisi I = 8 anggota, Komisi II = 6 anggota dan Komisi III = 3 anggota,  “ Ungkap Sekretaris Fraksi Tual Bangkit.

rapat-badan-anggaran-dprd-kota-tual-yang-dipimpin-ketua-dprd-senin
rapat-badan-anggaran-dprd-kota-tual-yang-dipimpin-ketua-dprd-senin

Dikatakan, saat rapat itu Fraksi Indonesia Maju meminta kepada Fraksi PKS untuk satu anggotanya didistribusikan ke Komisi III, karena ada kekosongan disitu. Namun Fraksi PKS juga meminta Fraksi Indonesia Maju menempatkan satu anggotanya di Komisi I masuk di Komisi III, sehingga terjadi perdebatan dan dinamika yang berujung pengrusakan sejumlah fasilitas di gedung wakil rakyat Kota Tual.

“ Kalau Fraksi PKS dan Indonesia Maju distribusi salah satu anggotanya masuk komisi tiga, maka masalah ini clear, sehingga dengan sendirinya perimbangan yang diatur dalam pasal 63 ayat 3 tatib itu selesai sesuai formasi 6-6-5,  “ Ujarnya.

Dari situ kata dia, terjadi perdebatan alot, padahal Fraksi Tual Bangkit sudah menyampaikan banyak solusi, namun tidak selesai.

“ dengan sendirinya diputuskan dalam rapat internal,  dihadiri seluruh anggota dewan, dipimpin Ketua  DPRD Kota Tual lalu keesokan harinya dibawah ke rapat paripurna. Dalam rapat paripurna memenuhi qourum, sebab dihadiri lima puluh  plus satu. Salah satu anggota Fraksi Indonesia Maju dari PKB, Yakobus Karmomyanan hadir dalam rapat paripurna tersebut dan memenuhi syarat  pengambilan keputusan, “ Bebernya.

Ada Apa Komisi I DPRD Kota Tual Jadi Rebutan

Letsoin mengaku semua proses dan mekanisme AKD DPRD Kota Tual sudah sesuai mekanisme dan selesai.

“ Saya terkejut ketika Komisi I jadi rebutan, padahal setahu saya selama perjalanan di  DPRD Kota Tual, sebagai wakil rakyat dua periode, komisi satu memiliki jumlah anggota paling sedikit lima orang membidangi pemerintahan dan hukum, kalau infrastruktur dan keuangan ada di Komisi III, “ Terang  Letsoin wakil rakyat asal PP Kur tersebut.

Tim-anggaran-Pemkot-Tual-yang-hadir-dalam-rapat-banggar-dprd-kota-tual
Tim-anggaran-Pemkot-Tual-yang-hadir-dalam-rapat-banggar-dprd-kota-tual

Dirinya menyesalkan distribusi Komisi III hanya tiga anggota, padahal komisi ini membidangi infrastruktur dan keuangan yang memiliki tanggungjawab sangat besar dibidang pengawasan.

“ Pertanyaan saya, maksimalka tiga anggota tersebut melakukan pengawasan infrastruktur dan keuangan yang ada di Kota Tual. Kalau bapak wartawan bilang tidak bisa, lalu bagaimana dengan masyarakat. Untuk itu saya minta mari kita sadari tugas kita di lembaga terhormat ini untuk melayani rakyat, alat kelengkapan dewan seperti komisi, banggar, dll hanya sebagai mediator penghubung bersama rakyat,  “ Tegas Letsoin.

Dia menegaskan, fungsi DPRD melekat dalam diri sebagai wakil rakyat yakni fungsi anggaran, legislasi dan pengawasan.

“ sebagai anggota dewan, saya tidak memiliki ambisi menduduki jabatan yang ada di komisi dll, saya lebih fokus memberikan solusi dan sumbangsi pemikiran kepada Pemkot Tual memperhatikan kesejatraan masyarakat didaerah ini, “ Tandas Suleman Letsoin.

FIM diminta bergabung dengan Fraksi PKS dan Tual Bangkit

Ketika ditanya tentang solusi terkait persoalan internal yang terjadi di DPRD Kota Tual, Sekretaris Fraksi Tual Bangkit, Suleman Letsoin menjelaskan hanya ada satu solusi yaitu Fraksi Indonesia Maju ( FIM ) diminta bergabung dengan Fraksi PKS dan Fraksi Tual Bangkit.

“ solusi hanya satu mengalah demi rakyat. Kalau pertanyaan ini ditujuhkan ke saya maka saya minta rekan – rekan Fraksi FIM melebur diri dan bergabung dengan Fraksi PKS dan Fraksi Tual Bangkit. Jangan kita pertahankan ego kita hanya demi jabatan, mari datang bersama dua fraksi ini,  kita jalankan agenda pemerintahan secara bersama – sama,     “ Pintah Letsoin.

Sementara itu pantauan Media Tual News, senin ( 11/7/2022 ) di gedung wakil rakyat Kota Tual, sejak pagi hingga sore hari, Fraksi PKS dan Tual Bangkit yang ada di Badan Anggaran ( Banggar ) DPRD Kota Tual, melaksanakan rapat banggar bersama Tim Badan Anggaran Pemkot Tual.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kota Tual, Hasan Syarifudin Borut, S.E itu, berjalaan aman dan lancar serta tidak dihadiri dua Pimpinan DPRD Kota Tual lainya yakni Wakil Ketua asal Nasdem, Ali Mardana, S.E, dan Wakil Ketua asal PDI – Perjuangan, Fitri Rahman Notanubun.

Tidak tampak Ketua Fraksi Indonesia Maju, Rahman Rettob dalam rapat banggar tersebut, sementara seluruh anggota Fraksi Indonesia Maju hadir di gedung wakil rakyat, namun mereka tetap berada dan bertahan di sekretariat Fraksi Indonesia Maju DPRD Kota Tual.

( Pewarta : Neri Rahabav )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page