TUAL, Tualnews.com — Komitmen Pemerintah Kota Tual dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berdaya saing kembali ditegaskan melalui Penyerahan Hadiah dan Penyematan Selempang Duta Baca Pelajar Maryadat Kota Tual Tahun 2026 tingkat SMA/SMK/MA yang berlangsung di Pendopo Yarler, Kelurahan Lodar El, Kecamatan Dullah Selatan, Jumat (29/5/).
Mengusung tema “Peran Duta Baca Pelajar dalam Literasi di Era Kontemporer”, kegiatan tersebut menjadi panggung lahirnya generasi muda inspiratif yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak budaya literasi di Kota Tual.
Wali Kota Tual, H. Ahmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H., dalam sambutannya menegaskan ajang Duta Baca bukan sekadar seremoni pemberian penghargaan, melainkan investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang cerdas, kritis, kreatif, dan memiliki karakter sosial yang kuat di tengah perkembangan era informasi dan digitalisasi saat ini,” tegas Wali Kota.
Menurutnya, tantangan zaman menuntut hadirnya generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki budaya membaca yang kuat sebagai fondasi berpikir kritis dan inovatif.
Karena itu, Pemerintah Kota Tual terus memperkuat berbagai program literasi melalui pengembangan perpustakaan, peningkatan akses bacaan, serta dukungan terhadap kegiatan pendidikan yang mendorong lahirnya generasi pembelajar.
Wali Kota berharap para Duta Baca yang terpilih dapat menjadi agen perubahan dan inspirasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat dengan menghadirkan berbagai inovasi kreatif yang mampu menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan bagi generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya empat pilar pendidikan UNESCO sebagai fondasi pembangunan manusia, yakni Learning to Know, Learning to Do, Learning to Live Together, dan Learning to Be.
Ia menjelaskan budaya membaca merupakan bagian dari proses belajar untuk mengetahui, memperluas wawasan, dan memahami kehidupan secara lebih mendalam.
” Pengetahuan yang diperoleh kemudian harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat, ” Ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya hidup berdampingan secara harmonis dan membangun karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Menguatkan pesan tersebut, Wali Kota mengutip wahyu pertama dalam Islam, yakni “Iqra” (Bacalah), sebagai penegasan, membaca merupakan fondasi utama kemajuan peradaban manusia.
“Membaca bukan hanya untuk memperoleh prestasi, tetapi menjadi bagian penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun karakter generasi muda yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.
Dalam arahannya kepada jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Wali Kota menitipkan pesan kepada Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Ratnasari Tamher, M.Si dan jajarannya, agar program-program literasi yang telah berjalan baik terus diperkuat dan dikembangkan dengan berbagai inovasi baru, terutama menjelang masa purna bhakti Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Moksen Renwarin.
Salah satu gagasan yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah rencana pengembangan perpustakaan terapung, sebuah konsep literasi berbasis maritim yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah kepulauan Kota Tual.
“Kota Tual memiliki potensi besar di bidang maritim. Ke depan, kita ingin menghadirkan inovasi seperti perpustakaan terapung, sehingga masyarakat bisa tetap membaca di tengah aktivitas mereka, bahkan sambil melaut dan memancing,” ungkapnya.
Gagasan ini dinilai sebagai terobosan yang dapat memperluas akses literasi hingga ke wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perpustakaan.
Menurut Wali Kota, perpustakaan masa depan tidak boleh hanya menjadi tempat penyimpanan buku, melainkan harus berkembang menjadi pusat pembelajaran, ruang kreativitas, dan wadah pembentukan karakter generasi muda.
“Perpustakaan harus menjadi pusat lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan berkarakter,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap prestasi pelajar, Pemerintah Kota Tual juga berkomitmen meningkatkan program penghargaan, pembinaan, serta pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi guna mendorong semangat belajar dan kompetisi yang sehat.
Berdasarkan Surat Keputusan Panitia Nomor: 041/107/SK-PDBM/2026, hasil Pemilihan Duta Baca Pelajar Maryadat Kota Tual Tahun 2026 menetapkan:
Juara I: Diana Marlin Songjanan (SMA Negeri 7 Tual) dengan nilai 84,67.
Juara II: Muh Irfan Renhoat (Sekolah Rakyat 74 Tual) dengan nilai 71,92.
Juara III: Mutia Hafizah Salsadia Rada (SMK Negeri 1 Tual) dengan nilai 70,83.
Para pemenang menerima piala, sertifikat penghargaan dari Wali Kota Tual, serta dana pembinaan masing-masing sebesar Rp 2 juta untuk Juara I, Rp 1,5 juta untuk Juara II, dan Rp 1 juta untuk Juara III.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tual menegaskan, gerakan literasi bukan hanya agenda pendidikan, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri dan karakter kebangsaan.