Dari Panggung Literasi, Lahir Generasi Inspiratif: Kota Tual Cetak Duta Baca Menjawab Tantangan Zaman

Komitmen itu terlihat nyata dalam Ajang Pemilihan Duta Baca Pelajar Maryadat Kota Tual Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tual di Pojok Baca Digital (POCADI), Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Tual, Selasa 26 Mei 2026
Komitmen itu terlihat nyata dalam Ajang Pemilihan Duta Baca Pelajar Maryadat Kota Tual Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tual di Pojok Baca Digital (POCADI), Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Tual, Selasa 26 Mei 2026

TUAL, Tualnews.com  — Di tengah derasnya arus digitalisasi dan ancaman menurunnya minat baca generasi muda, Kota Tual justru memilih melawan dengan cara berbeda: membangun peradaban melalui literasi.

Komitmen itu terlihat nyata dalam Ajang Pemilihan Duta Baca Pelajar Maryadat Kota Tual Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tual di Pojok Baca Digital (POCADI), Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Tual, Selasa 26 Mei 2026.

Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi panggung lahirnya generasi muda inspiratif, pelajar-pelajar terbaik yang tidak hanya diuji kecerdasannya, tetapi juga kapasitasnya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Pesan kuat disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tual, Moksen Renwarin, bahwa duta baca bukan sekadar simbol seremonial, melainkan motor penggerak perubahan budaya.

“Duta baca harus menjadi representasi gerakan literasi. Mereka harus hadir sebagai inspirator, bukan hanya di sekolah tetapi juga di tengah masyarakat,” tegas Moksen.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tual sedang menanam investasi jangka panjang: membangun sumber daya manusia melalui budaya membaca.

Ajang bertema “Peran Duta Baca Pelajar, Literasi di Era Kontemporer” ini berlangsung ketat.

Peserta dari berbagai SMA / SMK sederajat harus melewati serangkaian seleksi objektif, mulai dari administrasi, tes literasi, wawancara, hingga kemampuan komunikasi publik.

Ketua Panitia, Ratna Sari Tamher, memastikan seluruh proses berjalan transparan dan berbasis indikator penilaian yang terukur.

Hasilnya, kata Tamher, tiga nama terbaik berhasil keluar sebagai pemenang dan menjadi wajah baru gerakan literasi di Kota Tual:

1. Diana Marlin Songjanan dari SMA Negeri 7 Tual dengan nilai 84,67

2. Muhamad Irfan Renhoat dari Sekolah Rakyat 74 Tual dengan nilai 71,92

3. Mutia Hafizah Salsadia Rada dari SMK Negeri 1 Tual dengan nilai 70,83.

Keberhasilan ini menjadi pesan penting,  ketika daerah serius membangun literasi, maka masa depan generasi muda bukan lagi sekadar wacana.

Di tengah tantangan rendahnya budaya baca nasional, langkah Kota Tual ini layak diapresiasi.

Sebab dari ruang perpustakaan sederhana itu, sesungguhnya sedang lahir pemimpin-pemimpin masa depan mereka yang kelak tidak hanya pandai membaca buku, tetapi juga mampu membaca zaman.