Sukses Terapkan ILP, Kota Tual Terima Penghargaan Kemenkes

Img 20230831 wa0032

Tual News – Kota Tual, di Provinsi Maluku kembali menerima penghargaan sebagai daerah yang menerapkan Integrasi Pelayanan Primer ( ILP ) sejak tahun 2022, dengan lokus ILP di Puskesmas Ohoitahit, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual.

Atas prestasi ini, Kota Tual memperoleh piagam penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI.

Kota tual terima. Penghargaan dari menkes atas prestasi sukses ilp sejak tahun 2022, kamis 31 agustus 2023
Kota Tual Terima.penghargaan Dari Menkes Atas Prestasi Sukses Ilp Sejak Tahun 2022, Kamis 31 Agustus 2023

Walikota Tual, Adam Rahayaan S.Ag, yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Tual, Dr. M. Suban Labetubun menerima penghargaan yang diserahkan
langsung Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU dan Dirjen Kesmas Kemkes RI dr. Maria Endang Sumiwi, MPH, di Jakarta Kamis ( 31 /8/2023).

Kadis Kesehatan Kota Tual ketika dikonfirmasi tualnews.com, kamis malam membenarkan penerimaan penghargaan dari Menkes RI.

” Piagam ini tidak terlepas dari adanya dukungan penuh Walikota Tual Adam Rahayaan, S.Ag.,M.Si dan kerjasama solid Dinas Kesehatan Kota Tual dan Puskesmas Ohoitahit serta tim yang mendukung serta bekerja keras dalam pelaksanaan ILP di Kota Tual, ” Ungkapnya.

Kata Labetubun, selain Kota Tual, ada delapan kab/kota di Indonesia yang juga menerima penghargaan dari Kemenkes yakni Bupati Garut, Bupati Timor Tengah Selatan, Bupati Ogan Ilir, Bupati Banjar, Bupati Sumbawa Barat, Bupati Maros, Bupati Keerom dan Walikota Surabaya.

Untuk diketahui penyerahan piagam penghargaan kepada Bupati dan Walikota oleh Menteri Kesehatan diberikan saat kegiatan launching nasional integrasi pelayanan kesehatan Primer.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Kesehatan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Kadis Kesehatan Kota Tual mengakui, Menkes RI dalam amanatnya mengungkapkan layanan primer, bukan ide baru, melainkan merevitalisasi ide pendahulu-pendahulu bangsa Indonesia pada tahun 1969 mendirikan Puskesmas dan tahun 1986 mendirikan Posyandu.

” Ada beberapa hal yang direvitalisasi, pertama adalah struktur layanan primer kini lebih dirapihkan, dengan melibatkan Puskesmas Pembantu dan Posyandu, untuk melakukan pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat, ” Jelasnya.