Gubernur Maluku Dialog di RRI Ambon Tegaskan Pengisian Jabatan Birokrasi Sesuai Kompetensi

Img 20250310 wa0013

Ambon , Tual News – Dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat seputar kepemimpinannya lima tahun kedepan, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, melaksanakan dialog interaktif dengan topik : “Satu Jam bersama Gubernur Maluku”.

Dialog publik ini diselenggarakan RRI Ambon di Studio Program 1, Senin (10/3/2025).

Pada kesempatan itu Lewerissa menegaskan tata kelola birokrasi menjadi hal penting dan berada pada poin pertama sapta cita.

” Mengidentifikasi masalah birokrasi yang ada, dan diperhadapkan jumlah ASN sebanyak kurang lebih 11.500 orang, adalah potensi besar, namun apa arti jumlah besar ini,  jika tidak mampu mengelola atau menatanya sehingga bisa beri kontribusi positif untuk kemajuan Maluku, ” Jelasnya.

Oleh karena itu, Gubernur Maluku  sudah berkali-kali mengingatkan kalau pengisian jabatan, promosi, dan mutasi atas pertimbangan murni kompetensi, kemampuan,  kapasitas, dan karakter yang baik.

” Jadi, tidak ada lagi promosi jabatan di Provinsi Maluku yang dilakukan karena faktor suka atau tidak suka, karena dipastikan itu tidak akan terjadi di pemerintahan kami lima tahun kedepan,” Tegasnya.

Hal ini kata Lewerissa agar semua dapat menjadi tim kerja yang memandang Maluku dari visi dan misi yang sama.

Terkait efisiensi anggaran, Gubernur Maluku mengakui hal ini  adalah kesempatan bagi Provinsi  Maluku untuk merancang program yang relevan terkait  kepentingan masyarakat, dimana dipermudah dengan hidup di era digitalisasi, dan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Itu yang akan dilakukan dan tidak melihat sebagai hambatan, justru ini adalah kesempatan untuk merumuskan kegiatan dan program yang relevan dan penting untuk masyarakat dan meningkatkan pengawasan secara internal, agar setiap kebijakan internal yang dibelanjakan harus dipergunakan dengan bertanggung jawab,” tegas Lewerissa.

Menjawab pertanyaan salah satu pendengar radio mengenai investasi, Gubernur menjelaskan dirinya membuka karpet merah untuk Healty Investmen atau investasi yang sehat,  patuh terhadap semua peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta membuka kesempatan kepada putra putri daerah untuk bekerja, yang akan berdampak terhadap turunnya jumlah pengangguran dan angka kemiskinan.

Menyinggung proyek Lumbung Ikan Nasional dan Ambon New Port,  Lewerissa menegaskan nomenklatur tersebut secara perlahan akan diubah.

“LIN berarti berbicara terkait industrialisasi sektor perikanan dan hilirisasi sektor perikanan. Seperti diketahui potensi sumber daya perikanan dan kelautan di Laut Banda, Seram dan Arafura mensuplai 37 % kebutuhan ikan nasional, dan kita bisa menjadi daerah yang tidak hanya menjual ikan dalam bentuk mentah, tetapi juga diharapkan ada pabrik pengalengan ikan, abon ikan dan sebagainya terkait hasil perikanana dan kelautan,” jelas Gubernur.

Beberapa waktu yang lalu, Gubernur menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto menandatangani salah satu proyek strategis nasional dan yang ditandatangani yaitu Maluku Integrated Port atau Pelabuhan Terpadu Maluku.

” Saya harap proyek ini benar-benar terealisasi, ” harapnya.