Doberai Lounge & Gallery Resmi Hadir di Bandara DEO Sorong, Papua Barat Daya

Whatsapp image 2025 06 23 at 18. 42. 56 scaled

Sorong, Tualnews.com – Bandara Domine Eduard Osok (DEO), Sorong, kini tak hanya menjadi pintu gerbang menuju destinasi wisata kelas dunia seperti Raja Ampat, tetapi juga menjadi titik awal pengalaman menyeluruh tentang Papua melalui peresmian Doberai Lounge & Gallery, sebuah ruang tunggu bandara yang dikemas menjadi pusat narasi budaya dan ekonomi masyarakat adat Papua.

Diluncurkan pada 24 Juni 2025, Doberai menjadi inovasi pertama di Indonesia yang menyulap lounge bandara menjadi etalase hidup kebudayaan Papua.

Whatsapp image 2025 06 23 at 18. 42. 55 1 scaled

Tak sekadar tempat beristirahat, lounge ini menampilkan lebih dari 50 produk unggulan UMKM dan sajian kuliner khas Papua seperti keladi tumbuk, sinole, mie sagu, hingga ikan asar,  semua diracik oleh tangan masyarakat adat yang sarat pengetahuan tradisional.

“Ini adalah hari yang ditunggu masyarakat adat. Kami bermimpi agar cerita kami, makanan kami, dan hasil hutan serta laut kami bisa dinikmati semua orang,” ujar Pendeta Paulus Sapisa dari Dewan Adat Suku Besar Moi dalam peresmian tersebut.

Img 20250702 wa0018

Diinisiasi oleh Yayasan EcoNusa, Doberai Lounge mengusung semangat ekonomi restoratif,  sebuah model pembangunan yang berakar pada kekuatan lokal, menghargai budaya, memperkuat hak masyarakat adat atas ruang hidupnya, dan membangun kemandirian ekonomi dari bawah.

Produk-produk yang ditampilkan di lounge ini dikurasi secara naratif dan visual dari berbagai wilayah, seperti Sorong Selatan, Tambrauw, Fakfak, Manokwari, Merauke, Jayapura, hingga Raja Ampat.

Selain memperkenalkan cita rasa khas Papua, Doberai juga membawa misi sosial untuk menjembatani pelaku UMKM dengan pasar global.

Img 20250702 wa0015

Yuyun Yunita, pendiri UMKM Sinagi Papua, mengaku haru produknya kini bisa tampil di ruang premium seperti bandara.

“Masalah kami selalu ada di hilir, di pemasaran. Doberai adalah solusi nyata,” katanya.

Kehadiran Doberai mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat Daya, Suardi Tamal, menilai kolaborasi antara NGO, masyarakat adat, dan pemerintah harus terus dijaga.

“Inilah bentuk sinergi yang membawa dampak langsung dan perlu didukung bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Papua Barat Daya, Kelly Kambu, menyebut peresmian ini sebagai peristiwa sakral.

“Orang Asli Papua sering kehilangan harapan. Kini ada galeri milik masyarakat adat sendiri. Ini menjadi harapan baru yang tidak menunggu janji pemerintah,” tegasnya.

CEO Yayasan EcoNusa, Bustar Maitar, menegaskan Doberai adalah titik temu antara cerita dan hasil bumi masyarakat adat.

“Semua yang disajikan di sini adalah dari tanah dan laut masyarakat adat. Ini bukan sekadar lounge, ini adalah kisah hidup Papua, ”ujarnya.

Dengan semangat “Your Papuan Experience Starts Here”, Doberai Lounge & Gallery menandai babak baru dalam cara kita menyambut dunia, bukan hanya dengan keindahan alam Papua, tapi juga dengan rasa hormat pada budaya, cerita, dan semangat masyarakat adat yang menjadi penjaga sejati Tanah Papua.