Ambon, Tualnews.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Yohanis Lewerissa, menegaskan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dua pendekatan utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, serta pemanfaatan potensi tersembunyi dari limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Hal itu disampaikan Lewerissa dalam rapat evaluasi peningkatan PAD bersama gabungan Komisi II, III, dan IV DPRD Maluku serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (3/7/2025).
Menurutnya, intensifikasi pajak bukan sekadar menarik pungutan dari objek yang sudah ada, tetapi harus dibarengi edukasi dan fasilitasi kepada masyarakat agar tumbuh kesadaran dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Intensifikasi itu bukan sekadar menarik pajak dari yang sudah ada, tapi bagaimana masyarakat bisa diedukasi, diberikan fasilitas, dan diwajibkan untuk membayar pajak secara sadar,” tegas Lewerissa.
Ia juga menyoroti perlunya ekstensifikasi pajak dengan memperluas basis wajib pajak melalui promosi aktif dan pendataan intensif.
Lewerissa menilai langkah proaktif sangat penting agar daerah tidak terus-menerus bergantung pada transfer pusat.
“Kita tidak bisa hanya menunggu. Harus ada kegiatan yang mendorong masyarakat sadar pajak,” ujarnya.
Lebih jauh, Lewerissa menekankan pentingnya pengelolaan limbah B3 sebagai salah satu potensi pendapatan daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.
Ia menyebutkan dengan teknologi pengolahan yang tepat, limbah B3 bisa menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi, bahkan berpotensi diekspor.
“Selama ini kita hanya menumpuk limbah itu. Padahal sekarang ada teknologi yang memungkinkan limbah diekspor dan diolah kembali. Kita bisa dapat dua kali: dari pengumpulan dan dari penjualan,” ungkapnya.
Lahan penyimpanan limbah B3 yang saat ini hanya seluas 10 x 10 meter dinilai sangat terbatas.
Lewerissa mendorong adanya kerja sama lintas sektor serta dukungan regulasi yang memadai agar potensi tersebut bisa dikelola dengan profesional dan berkontribusi langsung pada PAD.
“Ini usul saya sejak awal. Kalau dikelola dengan benar, bukan cuma urusan lingkungan yang selesai, tapi juga bisa menjadi sumber penerimaan yang nyata,” tambahnya.
Politisi Partai Gerindra itu berharap seluruh OPD mulai berpikir strategis dan kreatif dalam menggali sumber-sumber penerimaan baru guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“Catatan ini harus menjadi perhatian semua pihak dalam menyusun langkah pembangunan ke depan,” tutupnya.