Setelah Tujuh Bulan Tertutup, Ohoi Wearlilir Bangkit: Balai dan Kantor Resmi Dibuka Kembali

Img 20251027 wa0014 1

Dari Palang ke Perdamaian, Anak Marga Rettob Lelehenubun Jadi Pelopor Rekonsiliasi Adat

Maluku Tenggara, Tualnews.com — Setelah tujuh bulan lamanya sunyi tanpa aktivitas pemerintahan, Balai Ohoi dan Kantor Ohoi Wearlilir di Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, akhirnya kembali berdenyut.

Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti masyarakat saat palang yang menutup kantor itu dibuka secara simbolis oleh anak-anak Marga Rettob Lelehenubun, Minggu (26/10/2025).

Langkah itu bukan sekadar membuka pintu kantor, tetapi juga membuka babak baru rekonsiliasi dan persaudaraan di tengah masyarakat adat Wearlilir.

Prosesi adat kei pembukaan palang kantor dan balai ohoi wearlilir, minggu
Prosesi Adat Kei Pembukaan Palang Kantor Dan Balai Ohoi Wearlilir, Minggu ( 26 / 10 )

Pembukaan palang dipimpin langsung  Kepala Marga (Saniri) Rettob Lelehenubun, Anas Rettob, didampingi Pejabat (Pj) Kepala Ohoi Wearlilir, Miros Rettob, Badan Perwakilan Ohoi (BPO), para saniri adat, serta masyarakat dari berbagai soa.

Prosesi diawali dengan ritual adat “kasi naik siri pinang”,  simbol permohonan restu kepada leluhur dan pengikat kembali tali keseimbangan hidup antar warga.

Siri pinang disajikan di dua tempat sakral: Sumur Tua, tempat asal mula terbentuknya Ohoi Wearlilir, dan Woma, pusaran yang melambangkan penyatuan semangat kolektif masyarakat.

Img 20251027 wa0020

“Kami membuka palang ini bukan karena tekanan siapa pun, tapi karena panggilan nurani. Ini komitmen kami untuk memulihkan hubungan dan mendukung pemerintahan baru demi kemajuan ohoi,” ujar Anas Rettob dengan nada tegas namun penuh haru.

Pemalangan Balai dan Kantor Ohoi Wearlilir sebelumnya terjadi sejak 14 Maret 2025, sebagai bentuk protes terhadap pergantian pejabat kepala ohoi.

Selama tujuh bulan, roda pemerintahan terhenti, aktivitas masyarakat terhambat, dan hubungan sosial sempat merenggang.

Namun, melalui dialog adat, kebesaran hati, dan semangat Ain Ni Ain,  masyarakat akhirnya menemukan jalan pulang menuju persatuan.

Dukungan terhadap Pj. Kepala Ohoi yang baru, Miros Rettob, menjadi simbol kembalinya kepercayaan masyarakat terhadap tatanan pemerintahan ohoi.

Bagi masyarakat Wearlilir, pembukaan palang ini adalah momentum sejarah, bukan hanya mengakhiri konflik, tetapi juga meneguhkan kembali jati diri mereka sebagai masyarakat adat yang menjunjung tinggi persaudaraan dan kehormatan leluhur.

“Tidak ada ohoi yang besar tanpa kebersamaan. Hari ini kita buktikan bahwa adat bukan penghalang, tapi jembatan menuju masa depan,” tutur Pj. Ohoi, Miros Rettob, yang disambut tepuk tangan warga.

Langkah perdamaian ini pun disambut hangat  Badan Perwakilan Ohoi, para saniri adat, dan warga lintas marga.