FPMM Tual Warning Keras: Jangan Rusak Perdamaian Maluku Dengan Narasi Busuk dan Adu Domba!

Ketua FPMM Kota Tual, Ruslani Rahayaan
Ketua FPMM Kota Tual, Ruslani Rahayaan

TUALNEWS.COM – Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Kota Tual menaikkan tensi peringatan terhadap oknum dan kelompok tertentu yang dinilai sengaja memainkan narasi tendensius, provokatif, dan menyesatkan terkait proses perdamaian konflik antarwarga Kei, Kailolo, dan Seram Bagian Barat (SBT).

Ketua FPMM Kota Tual, Ruslani Rahayaan, menyebut dengan tegas ada indikasi kuat upaya sistematis untuk memelintir agenda perdamaian menjadi alat politik guna menjatuhkan Pemerintah Provinsi Maluku.

“Kami mencium ada oknum yang tidak ikhlas dengan perdamaian. Mereka sengaja menggoreng isu, memutarbalikkan fakta, dan membangun opini sesat untuk menjatuhkan Gubernur Maluku dan inisiator perdamaian,” tegas Rahayaan kepada Tualnews.com Senin (19/1).

Rahayaan menegaskan, proses rekonsiliasi yang digelar di Ambon merupakan inisiatif murni kemanusiaan dan persaudaraan, yang diprakarsai Ketua Umum DPP FPMM Umar Key bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, demi menghentikan konflik dan menyelamatkan masa depan generasi muda Maluku.

Namun ironisnya, kata dia di tengah upaya merajut kembali persaudaraan, justru muncul narasi liar dan tudingan murahan yang diarahkan kepada pemerintah dan FPMM.

“Ini bukan kritik, ini provokasi. Ini bukan perbedaan pendapat, ini adu domba. Kalau dibiarkan, api konflik bisa disulut kembali,” katanya lantang.

FPMM Kota Tual menilai, pernyataan-pernyataan kontraversial tersebut sangat berbahaya, karena bukan hanya merusak kepercayaan publik, tetapi juga mengancam stabilitas keamanan dan harmoni sosial di Maluku.

“Kami ingatkan dengan keras: hentikan manuver kotor yang menjadikan perdamaian sebagai sasaran tembak politik. Jangan gadaikan darah dan luka orang Maluku demi kepentingan sempit,” tegas Rahayaan.

Ia menambahkan, FPMM tidak akan tinggal diam,  jika ada pihak yang terus menggiring opini sesat dan memprovokasi masyarakat dengan menyerang agenda perdamaian pemuda Kailolo, Kei, dan Seram Bagian Timur.

“Siapa pun yang mengganggu perdamaian, berarti melawan nilai pela gandong dan persaudaraan sejati orang Maluku,” pungkasnya.

Dialog perdamaian yang digelar di Ambon tersebut dihadiri perwakilan pemuda Kailolo, Kei, dan Seram Bagian Timur, sebagai bagian dari upaya meredam konflik dan menutup ruang bagi provokator yang ingin memancing kekacauan baru.