TUAL,Tualnews.com- Ketua DPRD Kota Tual, Aisa Renhoat, S.Pd, melayangkan peringatan keras kepada PT PLN UP3 Tual agar tidak lagi melakukan pemadaman listrik selama bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Kota Tual, Provinsi Maluku.
Pernyataan tegas itu disampaikan Aisa kepada Tual News melalui pesan WhatsApp, Rabu pagi (11/2).
Menurut politisi PKS tersebut, masyarakat Kota Tual kerap menjadi korban pemadaman listrik setiap momentum hari besar keagamaan.
Padahal, kata Aisa, sebelum perayaan, PLN UP3 Tual selalu menyampaikan jaminan bahwa pasokan listrik dalam kondisi aman.
“Setiap menjelang hari raya, baik Natal maupun Ramadan dan Idulfitri, PLN selalu berjanji listrik aman. Tapi kenyataannya, saat masyarakat sedang beribadah, terutama saat salat, lampu justru padam,” tegas Aisa.
Ia menilai kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai gangguan teknis biasa.
Ketua DPRD meminta PLN segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap mesin pembangkit dan jaringan distribusi sebelum umat Islam menjalankan ibadah puasa dalam beberapa hari ke depan.
“PLN harus kerja serius dan bertanggung jawab. Perbaiki alat dan mesin yang sering bermasalah. Jangan sampai kejadian tahun-tahun sebelumnya terulang lagi,” Sorotnya.
Soroti Jaringan dan Pohon Pengganggu
Aisa juga menyoroti minimnya perawatan jaringan listrik di lapangan.
Ia meminta jajaran PLN UP3 Tual turun langsung mendengar keluhan masyarakat serta membersihkan pohon-pohon yang menghalangi kabel listrik.
Menurutnya, musim hujan dan angin kencang kerap dijadikan alasan pemadaman.
Namun jika pemangkasan pohon dan pengawasan jaringan dilakukan rutin, gangguan dapat diminimalisir.
“Kalau pohon menghalangi kabel, potong saja. Jangan tunggu angin kencang dulu baru bertindak. PLN harus aktif, bukan reaktif,” tandasnya
Desa Tam Ngurhir Hanya 12 Jam, Janji 24 Jam Tak Kunjung Tepati
Sorotan paling keras disampaikan terkait Desa Tam Ngurhir, Kecamatan Tayando Tam.
Ketua DPRD Kota Tual mengakui menerima banyak keluhan warga karena listrik di desa tersebut masih menyala hanya 12 jam per hari.
Padahal, menurut Aisa, PLN sebelumnya telah berjanji meningkatkan pelayanan menjadi 24 jam.
“Desa-desa kepulauan lain sudah 24 jam, seperti Dulah Laut dan wilayah Kur serta Tayando Tam. Kenapa Tam Ngurhir masih 12 jam? Ini janji yang sampai sekarang belum ditepati,” katanya.
Ia menegaskan, selama bulan Ramadan nanti, PLN wajib menaikkan jam layanan listrik di Tam Ngurhir menjadi 24 jam penuh.
“Saya tegaskan, selama bulan puasa, listrik di Tam Ngurhir harus menyala 24 jam. Ini janji PLN. Jangan lagi diingkari,” ancam Aisa.
DPRD Kota Tual memastikan akan terus mengawasi kinerja PLN UP3 Tual.
Masyarakat kini menunggu, apakah peringatan ini akan dijawab dengan perbaikan nyata, atau pemadaman kembali menjadi ‘tradisi’ tahunan saat hari suci tiba?