BREAKING NEWS: Wakapolres dan Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara Terkena Panah Wayer

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, S.I.K, menegaskan  situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Malra hingga saat ini berada dalam kondisi aman, damai, dan kondusif.
Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, S.I.K, menegaskan  situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Malra hingga saat ini berada dalam kondisi aman, damai, dan kondusif.

MALUKU TENGGARA, Tualnews.com  — Dua pejabat kepolisian dari Polres Maluku Tenggara dilaporkan mengalami luka akibat terkena panah wayer dalam insiden kericuhan yang terjadi di Desa Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Jumat (27/3/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIT. Korban diketahui adalah Wakapolres Maluku Tenggara dan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Maluku Tenggara.

Kapolres Maluku Tenggara, Rian Suhendi, saat dikonfirmasi, Tualnews.com,  jumat pagi pukul 07.00 WIT, langsung dari Kota Timika, Provinsi Papua Tengah,  membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyebut insiden bermula dari keributan yang terjadi di lokasi.

“Benar, biasalah ribut-ribut, saya sekarang ada di TKP,” ujar Kapolres saat dihubungi dari Timika.

Kapolres menjelaskan bahwa kedua korban mengalami luka akibat panah wayer, senjata tradisional yang dimodifikasi dan kerap digunakan dalam konflik lokal.

“Pak Wakapolres kena panah di tangan, dan Kasat Reskrim kena panah di kaki. Sekarang keduanya sudah berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya.

Hingga saat ini, motif di balik kericuhan yang berujung pada penyerangan tersebut masih belum diketahui.

Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab dan pihak-pihak yang terlibat.

Situasi di lokasi kejadian dilaporkan masih dalam pengamanan aparat, sementara masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Media akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru seiring proses penyelidikan berlangsung.

Penulis  : Nerius Rahabav