Lestarikan Bahasa Minang, IMLF-4 Gelar Lomba Ungkapan Kata Klasik Minangkabau

Ketua IMLF-4 Sastri Bakry, Minggu (15/3/2026), di Sekretariat IMLF-4 Jalan Cinduamato No.13 Lapai, Kota Padang, mengatakan ide lomba ini muncul setelah berdiskusi dengan Ketua Umum LKAAM Sumatera Barat Dr. Fauzi Bahar.
Ketua IMLF-4 Sastri Bakry, Minggu (15/3/2026), di Sekretariat IMLF-4 Jalan Cinduamato No.13 Lapai, Kota Padang, mengatakan ide lomba ini muncul setelah berdiskusi dengan Ketua Umum LKAAM Sumatera Barat Dr. Fauzi Bahar.

PADANG, Tualnews.com – Penggunaan Bahasa Minangkabau di lingkungan keluarga masyarakat Minang kini semakin memprihatinkan.

Banyak kosakata klasik Minang yang mulai terasa asing dan jarang lagi terdengar dalam percakapan sehari-hari.

Kondisi tersebut mendorong penyelenggara Festival Literasi Internasional Minangkabau (IMLF-4) menggelar Lomba Ungkapan Kata-Kata Klasik Minangkabau sebagai upaya menghidupkan kembali kekayaan bahasa dan kearifan lokal masyarakat Minangkabau.

 

Ketua IMLF-4 Sastri Bakry, Minggu (15/3/2026), di Sekretariat IMLF-4 Jalan Cinduamato No.13 Lapai, Kota Padang, mengatakan ide lomba ini muncul setelah berdiskusi dengan Ketua Umum LKAAM Sumatera Barat Dr. Fauzi Bahar.

Menurutnya, lomba ini bertujuan mendorong masyarakat, terutama generasi muda dan kreator konten media sosial, untuk kembali menggunakan ungkapan klasik Minangkabau dalam karya kreatif mereka.

“Lomba Ungkapan Kata-Kata Klasik Minangkabau ini difasilitasi oleh LKAAM Sumatera Barat. Harapan kita, ungkapan klasik Minangkabau kembali hadir di media sosial sehingga sering digunakan lagi dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sastri.

Sementara itu, Koordinator Lomba Rani Silvia menjelaskan,  kompetisi ini terbuka untuk umum, termasuk pelajar dan mahasiswa. Peserta diminta menampilkan minimal 15 kata klasik Minangkabau dalam bentuk dialog.

“Dialog harus dimainkan minimal oleh dua orang dengan dialek dan nuansa Minang sesuai daerah masing-masing. Formatnya video singkat maksimal dua menit,” jelas Rani.

Selain video, peserta juga wajib menyerahkan naskah kata-kata klasik dalam bentuk tulisan menggunakan bahasa Indonesia dengan format Times New Roman, spasi satu.

Naskah tersebut dikirim bersamaan dengan video melalui Google Form pada tautan:
https://bit.ly/LombaDialogKataKataKlasikMinangkabauimlf2026�.

Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim satu karya. Tema dialog harus berkaitan dengan adat Minangkabau, kehidupan, pendidikan, moral, atau nilai-nilai kearifan lokal.

Karya juga tidak boleh mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, kekerasan, maupun hal yang bertentangan dengan norma adat Minangkabau.

“Karya yang dikirim juga tidak boleh pernah memenangkan lomba sejenis sebelumnya,” tegas Rani yang juga dikenal sebagai aktivis Rangkiang Ilmu.

Ia menambahkan, karya yang diikutsertakan harus dipublikasikan di media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, atau YouTube, dengan menandai akun resmi IMLF.

Video juga wajib menampilkan logo IMLF-4 tahun 2026 serta ikon 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi.

Peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 200.000, sementara keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Panitia menyediakan hadiah bagi para pemenang, yakni:

Juara I: Rp 3 juta, bingkisan buku dan piagam penghargaan.

Juara II:  Rp 2 juta, bingkisan buku dan piagam penghargaan

Juara III: Rp 1 juta, bingkisan buku dan piagam penghargaan.

Batas akhir pengiriman karya ditetapkan pada 1 Mei 2026. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia di nomor 0896-5962-2202.

Rani mengajak para kreator konten dan masyarakat luas memanfaatkan momentum ini untuk menghidupkan kembali bahasa klasik Minangkabau di ruang digital.

“Jangan hanya konten kasar atau tidak mendidik yang memenuhi media sosial. Lewat lomba ini kita berharap ungkapan klasik Minangkabau kembali dikenal dan digunakan,” ujar doktor lulusan Deakin University, Australia tersebut.

Pengumuman pemenang akan disampaikan melalui Instagram serta website Satupena Sumatera Barat dan sejumlah media online lainnya.

Kontributor: Lasman Simanjuntak