Nduga, Tualnews.com– Dugaan skandal pengelolaan dana desa kembali mengguncang Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
Kali ini, warga Desa Talem angkat suara dan mengaku tidak pernah merasakan manfaat Dana Desa selama delapan tahun terakhir, sejak 2018 hingga 2026.
Jika pengakuan warga ini benar, maka muncul pertanyaan besar: ke mana sebenarnya aliran Dana Desa Talem selama ini?.
Keluhan keras itu disampaikan Itan Kwijangge, Sekretaris Kampung Talem, kepada media ini, Selasa (13/5/2026).
Dengan nada kecewa, ia menyebut masyarakat hanya menjadi penonton atas dana yang seharusnya menjadi hak mereka.
“Sejak 2018 sampai sekarang kami tidak pernah lihat dana desa itu. Masyarakat tidak tahu uang itu ke mana,” tegas Itan.
Lebih mengejutkan, Itan mengungkap bahwa Kepala Desa Talem, Kenas Kogoya, disebut tidak lagi berada di kampung sejak 2018.
Kondisi itu, kata dia membuat jalannya pemerintahan kampung disebut berjalan tanpa arah, sementara masyarakat terus menunggu hak yang tak kunjung datang.
Tak berhenti di situ, warga juga menyoroti dugaan keterlibatan seorang ASN Kabupaten Nduga bernama Dian alias Deinus Gwijangge, yang disebut-sebut mengendalikan buku tabungan dan pencairan dana kampung.
“Tidak pernah aparat kampung datang cairkan dana. Tidak pernah juga kepala desa datang. Yang kelola hanya orang kabupaten,” ungkapnya.
Ironisnya, honor perangkat kampung yang semestinya diterima aparat desa juga disebut tak pernah dibayarkan.
“Kami kerja, tapi hak kami tidak ada,” kesal Itan.
Pernyataan ini memantik alarm serius. Bila benar dana desa tidak pernah menyentuh masyarakat selama delapan tahun, maka persoalan ini bukan lagi sekadar administrasi yang amburadul, melainkan dugaan penyimpangan anggaran negara yang harus diusut tuntas.
Warga kini mendesak Kejaksaan Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Inspektorat Kabupaten Nduga segera turun tangan melakukan audit menyeluruh.
“Jangan sampai dana desa yang seharusnya membangun kampung justru hilang tanpa jejak,” kata seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Nduga maupun Kepala Desa Talem belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.
Sementara Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga,Muhammad Thahir, yang dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu 13 Mei 2026 juga belum memberikan respons.
Publik kini menunggu: akankah kasus ini dibuka terang-benderang, atau kembali tenggelam di balik sunyi pegunungan Nduga?