Presiden Prabowo Subianto Tekankan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen, Pemerintah Fokus  88 Daerah Prioritas

Presiden Prabowo Subianto menerima Muhaimin Iskandar di Istana Merdeka, Selasa (12/5/2026), untuk membahas strategi percepatan pengentasan kemiskinan, penguatan perlindungan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi rakyat melalui dukungan terhadap UMKM dan sektor ekonomi kreatif. ( foto- Setkab RI)
Presiden Prabowo Subianto menerima Muhaimin Iskandar di Istana Merdeka, Selasa (12/5/2026), untuk membahas strategi percepatan pengentasan kemiskinan, penguatan perlindungan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi rakyat melalui dukungan terhadap UMKM dan sektor ekonomi kreatif. ( foto- Setkab RI)

Jakarta, Tualnews.com — Presiden Prabowo Subianto menerima Muhaimin Iskandar di Istana Merdeka, Selasa (12/5/2026), untuk membahas strategi percepatan pengentasan kemiskinan, penguatan perlindungan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi rakyat melalui dukungan terhadap UMKM dan sektor ekonomi kreatif.

Seperti dikutip, Tualnews.com, dari catatan Seskab, dalam pertemuan tersebut, Presiden menegaskan target kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

Untuk mencapai target itu, pemerintah telah memetakan 88 kabupaten / kota prioritas sebagai fokus percepatan intervensi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menjelaskan penguatan program perlindungan sosial menjadi salah satu instrumen utama.

Saat ini, kata Muhaimin Iskandar, total anggaran perlindungan sosial nasional telah mencapai Rp 508,6 triliun,  diarahkan untuk memperluas jangkauan bantuan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan.

Tak hanya itu, kata Menteri, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif.

” Dukungan diwujudkan melalui tambahan anggaran, perluasan fasilitas pembiayaan, hingga penguatan ekosistem usaha agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan, ” ungkapnya.

Presiden juga memberikan arahan khusus terkait penguatan program pemberdayaan masyarakat yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Langkah tersebut diyakini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memastikan pembangunan tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kebijakan yang terintegrasi ini, pemerintahan Prabowo Subianto menegaskan komitmennya mempercepat penghapusan kemiskinan nasional melalui penguatan perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan pembangunan yang lebih inklusif.