MIMIKA, Tualnews.com – Upaya membangun generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berkarakter terus diperkuat di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Salah satunya melalui kegiatan bela negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) yang mendapat dukungan penuh dari Pangkalan TNI AL Timika bersama Kampung Nawaripi.
Program ini menjadi bagian dari agenda nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, serta semangat bela negara di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Komandan Pangkalan TNI AL Timika, Bekti Sutiarso, menegaskan KKRI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang pembinaan nyata untuk menanamkan nilai kedisiplinan, integritas, dan cinta tanah air kepada para pelajar.
“KKRI merupakan bagian dari arahan Presiden untuk menyiapkan generasi muda yang tangguh, disiplin, berintegritas, dan cinta tanah air. Ini adalah investasi karakter bagi masa depan bangsa,” kata Bekti, Minggu (10/5/2026).

Peserta program berasal dari sejumlah sekolah di Mimika, di antaranya SMA Negeri 1 Mimika, SMA Negeri 6 Mimika, SMA Santa Maria, SMA Taruna, dan SMK Yapis.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembinaan melalui pelatihan baris-berbaris, wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, hingga penguatan solidaritas lintas suku dan budaya.
Menurut Bekti, nilai penting dari KKRI adalah membangun ruang kebersamaan bagi generasi muda Papua agar tumbuh dalam semangat persatuan.
“Anak-anak bangsa dari berbagai latar belakang harus belajar hidup bersama, saling menghargai, dan memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada pendidikan karakter, kegiatan ini juga mengintegrasikan edukasi lingkungan.
Melalui kerja sama dengan Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, para peserta diajak mengunjungi kawasan Nawaripi Mile-21 untuk belajar mencintai dan menjaga alam.

Pendekatan ini dinilai penting karena pendidikan generasi muda tidak hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun kesadaran ekologis sejak dini.
“Kita ingin mereka mengenal alam, menikmati keindahannya, sekaligus memahami tanggung jawab untuk menjaganya,” tambah Bekti.
Sementara itu, Norman Ditubun yang juga menjabat Ketua DPC APDESI Kabupaten Mimika menilai program KKRI sebagai langkah strategis dalam membentuk generasi muda Papua yang siap menghadapi masa depan.
Menurutnya, di tengah tantangan sosial dan derasnya pengaruh digital, pendidikan karakter berbasis nasionalisme menjadi kebutuhan mendesak.
“KKRI harus menjadi ruang lahirnya generasi muda yang tangguh, disiplin, berjiwa nasionalisme, dan siap membangun Indonesia dari Papua,” tegas Norman, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Tualnews.com, Minggu ( 10 / 5 ).
Menurut Ditubun, program KKRI di Mimika menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat negara, pemerintah kampung, sekolah, dan masyarakat dapat melahirkan model pendidikan karakter yang konkret, bukan hanya mencetak pelajar cerdas, tetapi juga warga negara yang sadar tanggung jawab terhadap bangsa, lingkungan, dan masa depan Indonesia.