Kabut Asap Selimuti Malra, Puskesmas Ohoijang Watdek Catat 39 Kasus Gangguan Kesehatan

Kepala Puskesmas Ohoijang Watdek, Rusli Rumlus, S.Kep
Kepala Puskesmas Ohoijang Watdek, Rusli Rumlus, S.Kep

MALUKU TENGGARA, Tualnews.com — Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) sejak 12 hingga 15 Oktober 2026 mulai diikuti laporan gangguan kesehatan masyarakat.

Puskesmas Ohoijang Watdek mencatat sebanyak 39 kasus penyakit, terdiri atas infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, dan iritasi mata.

Kepala Puskesmas Ohoijang Watdek, Rusli Rumlus, S.Kep., mengungkapkan hal tersebut saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (15/10/2026).

Menurut Rumlus, dari total 39 kasus yang tercatat selama periode kabut asap tersebut, ISPA menjadi keluhan terbanyak dengan 37 kasus.

Sementara itu, masing-masing satu kasus tercatat untuk penyakit asma dan iritasi mata.

“Ada tiga penyakit yang diderita warga di wilayah kerja Puskesmas Ohoijang Watdek, yakni ISPA, asma, dan iritasi mata. Kasus ISPA paling banyak, yaitu 37 kasus, sedangkan asma dan iritasi mata masing-masing satu kasus,” jelas Rumlus.

Ia mengatakan, pasien yang datang berobat telah mendapatkan pelayanan pemeriksaan oleh dokter serta obat sesuai kebutuhan medis.

Menurutnya, pasien yang ditangani sejauh ini dapat dilayani dengan baik dan mengalami kesembuhan.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap paparan kabut asap, terutama apabila kondisi kualitas udara belum membaik.

Upaya sosialisasi dilaksanakan melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat, pembagian brosur, serta pembagian masker sebagai langkah perlindungan terhadap paparan asap.
Upaya sosialisasi dilaksanakan melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat, pembagian brosur, serta pembagian masker sebagai langkah perlindungan terhadap paparan asap.

Puskesmas Gencarkan Edukasi di Enam Wilayah

Sebagai langkah pencegahan, Puskesmas Ohoijang Watdek telah melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai perubahan cuaca dan risiko paparan kabut asap.

Kegiatan tersebut menjangkau lima ohoi atau desa dan satu kelurahan yang masuk dalam wilayah kerja puskesmas, yakni Ohoi Faan, Wearlilir, Langgur, Ohoijang, Watdek, serta Kelurahan Ohoijang-Watdek.

Edukasi juga dilakukan melalui 19 posyandu yang tersebar di wilayah tersebut.

Upaya sosialisasi dilaksanakan melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat, pembagian brosur, serta pembagian masker sebagai langkah perlindungan terhadap paparan asap.

“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak kabut asap, baik secara lisan maupun melalui pembagian brosur dan masker di posyandu serta sejumlah titik pelayanan kesehatan di wilayah kerja kami,” ungkap Rumlus.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Maluku Tenggara.

Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Rumlus mengimbau masyarakat agar menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Warga juga diminta mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila tidak mendesak.

Selain itu, masyarakat dianjurkan menjaga asupan cairan dan menghindari aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara, termasuk membakar sampah sembarangan.

“Kalau tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya tetap berada di rumah. Jika harus keluar, ingat menggunakan masker. Banyak minum air hangat dan jangan membakar sampah sembarangan,” tegasnya.

Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Maluku Tenggara menjadi perhatian, terutama karena berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

Karena itu, selain mengikuti imbauan puskesmas, masyarakat yang mengalami sesak napas, gangguan pernapasan yang memburuk, atau keluhan kesehatan lainnya diharapkan segera mencari pertolongan medis.