fbpx

Mafia Tender Proyek, Jaksa Buat Panggilan Kedua Kepada UKPBJ Kota Tual

Tual News – Kejaksaan Negeri Tual, Senin ( 14/9/2020 ) kembali melayangkan surat undangan kedua kepada Ketua Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) Pemerintah Kota Tual, Mustakim Rahakbaw, terkait laporan masyarakat tentang dugaan mafia tender paket pengadaan proyek di Dinas Kesehatan Kota Tual, tahun anggaran 2020.

Ketua Panitia Tender Proyek Kota Tual Mangkir Dari Panggilan Jaksa

Tual News – Ketua Panitia Tender Pengadaan proyek di Kota Tual tahun anggaran 2020, Mustakim Rahakbaw, tak memenuhi undangan Kejaksaan Negeri Tual, Rabu ( 09/9/2020 ), dalam rangka klarifikasi laporan masyarakat tentang proses pelelangan paket proyek pengadaan Pemkot Tual yang diduga tidak sesuai aturan dan mekanisme.

Kota Tual Tercatat Wakili Maluku dan Papua Peroleh DAK Integrasi Kemen PUPR RI

Tual News – Kota Tual, satu- satunya yang mewakili 11 Kab/ Kota di Propinsi Maluku, termasuk Propinsi Maluku Utara dan Papua Barat yang ditetapkan Kementrian PUPR RI memperoleh bantuan Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Integrasi milyaran rupiah. Bahkan Kota Tual, tercatat sebagai satu – satunya Kota di Maluku yang memiliki Master Plan 2021 – 2024, yang dibuat Kemen PUPR RI.

Rat Magrib Akui Ohoimel Fiditan Adalah Tempat Bersejarah

Tual News – Raja Madwaer atau dikenal dengan sebutan Rat Magrib, Frans Renfaan, kepada tualnews.com, di Ohoi Madwaer, Kecamatan Kei – Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu ( 23/08/2020 ), pukul 16.00 WIT, mengakui lokasi proyek pembangunan Ablel Fiditan, oleh Balai Sungai Maluku di Kota Tual merupakan tempat bersejarah Kaisar Magrib, yang dulu dikenal dengan nama kampung Ohoimel.

Balai Sungai Maluku Bangun Proyek 8 M Diatas Situs Sejarah Rat Magrib

Tual News – Kepala Balai Sungai Wilayah Maluku bersama Pemerintah Kota Tual yang dipimpin Walikota Tual, Adam Rahayaan, S.Ag dan Wakil Wakil Walikota Tual, Usman Tamnge, SE, dalam waktu dekat bakal memperoleh sangsi sosial Adat dan Budaya Kei dari para Leluhur Evav, pasalnya proyek pembangunan Embung Ablel Fiditan yang dibangun ditengah hutan Ohoitel – Vatraan, Kota Tual, dibiayai ABPN 2018/2019 sebesar Rp 8 millyar telah merusak situs Sejarah Istana Kekaisaran Raja Madwaer atau dikenal dengan sebutan Bahasa Kei ( Rat Magrib).

Wow..Proyek Embung Air Fiditan 8 M Dibangun Ditengah Hutan Kota Tual

Tual News – Kepala Wilayah Balai Sungai Propinsi Maluku beserta jajaranya, harus bertanggungjawab atas proyek embung air Fiditan yang dibiayai APBN Kementrian PUPR RI tahun anggaran 2018/2019 sebesar delapan milyar, pasalnya proyek embung air yang dibangun ditengah hutan antara Desa Ngadi dan Desa Ohoitel – Vatraan, Kota Tual itu tak memiliki asas manfaat secara langsung kepada masyarakat.

You cannot copy content of this page