Balai Sungai Maluku Bangun Proyek 8 M Diatas Situs Sejarah Rat Magrib

Tual News – Kepala Balai Sungai Wilayah Maluku bersama Pemerintah Kota Tual yang dipimpin Walikota Tual, Adam Rahayaan, S.Ag dan Wakil Wakil Walikota Tual, Usman Tamnge, SE, dalam waktu dekat bakal memperoleh sangsi sosial Adat dan Budaya Kei dari para Leluhur Evav, pasalnya proyek pembangunan Embung Ablel Fiditan yang dibangun ditengah hutan Ohoitel – Vatraan, Kota Tual, dibiayai ABPN 2018/2019 sebesar Rp 8 millyar telah merusak situs Sejarah Istana Kekaisaran Raja Madwaer atau dikenal dengan sebutan Bahasa Kei ( Rat Magrib).

Turunan Rat Magrib, Solvester Renfaan, ketika mendatangi Redaksi tualnews.com, menyesalkan sikap Pemkot Tual yang membiarkan Balai Sungai Maluku membangun mega proyek millyaran rupiah diatas tanah adat Rat Magrib, tanpa ada pemberitahuan dan telah merusak situs sejarah istana Kekaisaran Rat Magrib pertama, Kilkian Renfaan dilokasi tanah Ablel – Vanil.

Wow..Proyek Embung Air Fiditan 8 M Dibangun Ditengah Hutan Kota Tual

“ Dalam waktu dekat Kepala Balai Sungai Maluku, Kontraktor pelaksana, para Direksi bersama Walikota dan Wawali Tual akan terima hukuman sosial secara tidak nyata atas perbuatan mereka yang membangun proyek embung air Ablel Fiditan diatas tanah bersejarah Rat Magrib “ Sesal Renfaan.

Telaga Air Ablel, Bukti Sejarah Rat Magrib, diatas Bukit adalah Istanai Kekaisaran Rat Magrib
Telaga Air Ablel, Bukti Sejarah Rat Magrib, diatas Bukit adalah Istana Kekaisaran Rat Magrib

Renfaan, mengakui dilokasi pembangunan Proyek Embung Ablel Fiditan adalah tanah milik Rat Magrib, karena diatas bukit  terdapat Singasana Rat Magrib dan dibawah bukit adalah telaga air yang masih ada hingga sampai saat ini.

“ Moyang perempuan kami dibunuh dilokasi tersebut, karena masalah perkawinan, darahnya mengalir di sumber mata air Ablel diatas bukit, lalu ke bawah bukit dan muncul telaga air “ Ungkap Solvester Renfaan.

Kata dia, diatas bukit tersebut adalah Istana Kekaisaran Rat Magrib yang merupakan pusat kampung tanah Vanil atau Ohoi Kain yang dikenal dengan nama Ohoimel.

“ Ada pintu masuk istana Rat Magrib diatas bukit dan masih terdapat situs sejarah yang harus dijaga dan dilestarikan, bukan dirusakan, seperti pembangunan Embung Ablel Fiditan pada lokasi tersebut “ Kesal Adik Rat Magrib yang sudah pernah masuk dilokasi Istana Kekaisaran Rat Magrib.

Menurut Renfaan, Nama Desa Fiditan, sebenarnya adalah Fidmet, karena dipuncak Istana Kekaisaran Sultan Rat Magrib diatas bukit lokasi pembangunan Embung Ablel Fiditan, ada pintu masuk menuju ke laut, dimana Rat Magrib ketika pergi melaut mencari ikan, masuk – keluar  melalui pintu masuk tersebut.

Proyek Air Bersih Balai Sungai Maluku di KotaTual Mubasir

Adik Rat Magrib yang berdomisili di Desa / Ohoi Madwaer, Kecamatan Kei – Kecil Barat ( KKB ), Kabupaten Maluku Tenggara, menguraikan akibat terjadi peperangan ( Fun ), dilokasi tanah Ablel, sehingga tujuh bersaudara Laki – Laki Marga Renfaan meninggalkan tempat itu dengan perjanjian.

“ Pasca moyang perempuan kami dibunuh dilokasi tanah Ablel, tujuh laki – laki Marga Renfaan meninggalkan tempat itu, empat laki – laki menetap di Desa Letman, satu laki – laki di Desa Faan dan tiga orang laki – laki kembali ke Desa Madwaer “ Urai Renfaan.

Mega Proyek Embung Ablel Fiditan 8 M, dibangun ditengah hutan dan merusak situs Sejarah Rat Magrib
Mega Proyek Embung Ablel Fiditan 8 M, dibangun ditengah hutan dan merusak situs Sejarah Rat Magrib

Solvester Renfaan, mengakui tujuh bersaudara laki – laki Marga Renfaan meninggalkan istana Kekaisaran Rat Magrib, dengan perjanjian selama tujuh generasi pihak Marga Renfaan dilarang menginjak kaki diatas tanah Ablel Vanil, sebab lokasi tanah Vanil diberikan mandat untuk dijaga oleh Marga Badmas dan Jamlaay di Dusun Vatraan.

“ Sebagai bukti Tom Tad Sejarah Rat Magrib, diatas tanah Ablel Vanil, Marga Badmas di Dusun Vatraan Kota Tual saat ini menyimpan satu buah benda sejarah Rat Magrib yaitu sebuah guci, termasuk satu buah Guci Rat Magrib, disimpan Marga Rettob di PP Kur “ Ungkapnya.

Terkait benda sejarah Rat Magrib yang memiliki nilai historis dan saat ini diincar berbagai pihak dengan harga trillyunan rupiah itu, tualnews.com, Sabtu ( 22/8/2020 ), menyambangi Dusun Vatraan, Kota Tual untuk mengkonfirmasi hal ini dan ternyata benar, satu buah guci Rat Magrib ditanah adat Ablel – Vanil, masih tersimpan rapi di Marga Badmas, Dusun Vatraan. ( TN )

 

tualnews

tualnews.com adalah portal berita di Kepulauan Kei sebagai media publik penyambung suara hati masyarakat. semoga media ini menjadi sarana informasi dan publikasi yang aktual, tajam dan terpercaya

Komentar Pembaca

%d blogger menyukai ini: