Elat, Tualnews.com — Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Majelis Taklim (MT) Wandan Elat di Rantau Kota Ambon melalui rangkaian kegiatan Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku .
Kegiatan yang berlangsung sejak 20 hingga 27 Mei 2026 itu tidak hanya menjadi momentum ibadah kurban, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Elat yang berada di rantau dengan warga kampung halaman.
Ketua MT Wandan Elat di Rantau Kota Ambon, Dr. Nur.A. Kubangun, S.Pd, M.Pd, menyampaikan agenda tersebut merupakan bentuk pengabdian sosial dan spiritual untuk masyarakat Kei Besar, khususnya Kota Elat.
Kubangun mengaku, rangkaian kegiatan diawali dengan penjemputan rombongan MT Wandan Elat di Pelabuhan Elat, Kei Besar, pada 20 Mei 2026.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh masyarakat dan para tokoh masyarakat, adat, dan agama setempat.

Puncak kegiatan berlangsung pada 26 Mei 2026 melalui penyerahan hewan kurban sebanyak lima ekor sapi kepada masyarakat dan masjid-masjid di Kota Elat.
Sehari setelahnya, 27 Mei 2026, dilakukan penyembelihan hewan kurban di masing-masing masjid penerima.

Adapun masjid penerima hewan kurban tersebut yakni:
1. Masjid Al Ansar Elat Atas
2. Masjid An Najam Elat Bawah
3.Masjid Muhajirin Galunggung Elat Atas
4. Masjid Al Umrawi Wakatran dan Masjid Depur
5. Masjid Wakol Sanmas.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur Forkopimcam Kei Besar, di antaranya Sekretaris Camat Kei Besar, Ketua PKK Kei Besar, Kapolsek Kei Besar, Danramil 1503 Kei Besar, Kepala BUMN Bank Mandiri, Direktur Rumah Sakit Pratama Kei Besar, tokoh agama, masyarakat, tokoh pemuda, hingga para ketua Majelis Taklim se-Kota Elat beserta anggotanya.
Tidak hanya berfokus pada penyaluran hewan kurban, MT Wandan Elat juga menggelar acara ramah tamah keluarga besar Elat yang dirangkaikan dengan dzikir kampung.
Suasana penuh kekeluargaan dan nuansa religius begitu terasa dalam kegiatan tersebut.
Kubangun menegaskan momentum Idul Adha ini menjadi simbol kuat solidaritas masyarakat Elat di perantauan yang tetap menjaga ikatan emosional dengan tanah kelahiran.
” Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terus dijaga dan diwariskan lintas generasi, ” Pungkasnya
Kubangun menutup sambutanya dengan pesan persaudaraan dengan bahasa adat Banda Ely yakni Ma Na Turumbuk kito jadik muksei, tilling Na Rumo fonuo. ( Mari Kita kumpul jadi Satu untuk melihat Kampung halaman – Red)
