Guru Besar Fisip Unppati ; Air Laut Persatukan Maluku Dalam Bingkai Pancasila

Langgur Tual News – Guru Besar Fisip Unppati Ambon, Prof. Dr. Aholiab Wstloly, berpendapat walaupun Propinsi Maluku yang tediri dari ribuan pulau, namun air laut sebagai penghubung untuk mempersatukan berbagai perbedaan dalam kehidupan sosial adat dan budaya orang Maluku, yang tercermin dalam bingkai pancasila.

Hal ini dikatakan Dosen Fisip Unppati usai membawakan materi tentang Pancasila pada kegiatan sosialisasi forum dialog kebangsaan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi publik Kementrian Komunikasi dan Informatika RI di Grand Villia Hotel Langgur, kamis ( 17/10/2019 ).

Wawancara tualnews.com bersama Guru Besar Fisip Unppati Ambon, Prof. Dr. Aholiab Wstloly di Langgur, kamis ( 17/10/2019 )

“ Jadi pancasila itu bukan ide yang lepas dari kehidupan kita, ini adalah sebuah cermin bathin kehidupan masyarakat Maluku yang sudah termaktub dalam adat dan tradisi besar budaya yang dicetuskan para leluhur kita “ Tandasnya.

Kata dia, hal penting dari Pancasila adalah menghargai kebhinekaan, hidup dalam perbedaan sebagai orang basudara yang tetap memiliki kecerdasan adat, sebab  leluhur Maluku sudah mengenal pancasila sebagai inti kehidupan.

“ olehnya itu  generasi muda Maluku tidak boleh pesimis terhadap pancasila, karena pancasila itu bertumbuh dan berkembang dari akar budaya, mengapa kita berbeda tetapi begitu cepat cair, karena kita dibentuk dengan budaya kepulauan, dimana air laut mempertemukan kita menjadi panggung sosial dan mempersatukan budaya lintas pulau “ jelas Guru Besar Fisip Unppati Ambon, Prof. Dr. Aholiab Wstloly.

Menyoal faham radikalisme yang lagi marak dan merusak mentalitas generasi muda Maluku, Dosen Fisip Unppati ini berharap agar pemuda harus selektif dalam menerima perubahan, jangan didikte atau dipengaruhi dengan faham radikal. ( team tualnews.com )