Aksi Demo di Tual Ricuh, HMI Boykot Kantor Parlemen

Aksi demonstrasi Mahasiswa/i yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Tual, Propinsi Maluku, selasa ( 18/2 ) diwarnai kericuhan

Tual News – Aksi demonstrasi Mahasiswa/i yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Tual, Propinsi Maluku, selasa ( 18/2 ) diwarnai kericuhan dan adu mulut para pendemo dengan sejumlah Anggota DPRD Kota Tual beserta staf sekretariat yang berujung pencoretan Kantor DPRD Kota Tual.

Papan Tulis Pimpinan DPRD Kota Tual ditulis HMI dengan tulisan Yakusa Boykot, selasa ( 18/2/2020 )

Pantauan tualnews.com adu mulut yang terjadi, akibat para pendemo melampiaskan kekecewaanya dengan cara mencoret dinding depan Kantor DPRD Kota Tual dengan tulisan “ HMI Boykot Kantor  Parlemen “.

Aksi pencoretan dinding pada pintu depan gedung wakil rakyat kota Tual yang religius dan beradat itu  menggunakan piloks warna merah. Para mahasiswa juga memasuki ruang sidang utama Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tual, lalu duduk di kursi parlemen. Adu mulut terjadi antara HMI dan staf sekretariat DPRD Kota Tual, namun mereka juga masuk ke atas podium Pimpinan DPRD Kota Tual dengan menulis kalimat “ Yakusa Boykot “.

Alasan Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tual tidak mau bertemu para pendemo, karena permintaan wakil rakyat itu agar pendemo masuk ruang sidang utama DPRD Kota Tual, guna menyampaikan surat pernyataan sikap ditolak HMI.

Penanggungjawab aksi demo HMI cabang Tual, Yasir Nuhuyanan dalam orasinya menolak pertemuan didalam ruang sidang utama DPRD Kota Tual.

“ Kami minta pimpinan beserta anggota dewan keluar dan bertemu dengan kami di halaman DPRD Kota Tual “ Pintah Nuhuyanan.

Aksi HMI didalam gedung DPRD Kota Tual, selasa ( 18/2/2020 )

Pantauan tualnews.com, kurang lebih 20 menit lamanya, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tual langsung meninggalkan Kantor DPRD menuju pendopo Yarler UN Tual untuk melaksanakan rapat kerja bersama Pemkot Tual pukul 16.00 WIT.

Anggota DPRD Kota Tual yang ada saat HMI mendatangi DPRD Kota Tual masing – masing, dua Wakil Ketua DPRD Kota Tual, Ali Mardana, SE ( Nasdem ) dan Fitri Rahmi A.R. Notanubun, SE ( PDI-Perjuangan. Sementara wakil rakyat lainya yang ikut hadir  yakni Ir. Yakob Silubun, Alexander Betaubun, Petrus Batyanan, Ahmad B.S. Matdoan, SH, Hasyim Rahayaan, SE, Akbar Arfah, Bahrawi Raharusun dan Aisa Renhoat.

Berdasarkan pantauan tualnews.com, tiga wakil rakyat Kota Tual yang tetap bertahan di Kantor DPRD Kota Tual dan memilih tidak mengikuti rapat bersama dengan Pemkot Tual adalah Hasyim Rahayaan, SE, ( Demokrat ), Aisa Renhoat ( PKS ) dan Ahmad B.S. Matdoan, SH ( PKS ).

Politisi PKS, Aisa Renhoat sempat adu mulut dengan HMI, lantaran para pendemo memakai piloks dan menulis pada dinding ruang sidang. Selain itu, para pendemo masuk didalam gedung wakil rakyat dengan tidak sopan dan memukul meja.

Sementara itu, koordinator aksi demo, Nasir Nuhuyanan kepada tualnews.com, mengaku aksi demonstrasi yang dilakukan HMI cabang Tual adalah aksi demo damai untuk meminta DPRD Kota Tual memangil Kepala Dinas PMD Kota Tual, guna menjelaskan tentang pengadaan 27 kendaraan roda dua milik masyarakat yang diberikan Anggota DPRD Kota Tual periode 2014 – 2019 melalui program dana aspirasi tahun 2017.

“ kami minta penjelasan,  karena 27 kendaraan yang dibiayai dana aspirasi wakil rakyat Kota Tual itu belum memiliki surat kendaraan bermotor seperti STNK dan BPKP “ Jelas Nuhuyanan.

Aksi para pendemo berbuntut panjang sampai keluar di jalan utama depan Kantor DPRD Kota Tual, tepatnya pada perempatan Air Mancur yang menyebabkan kemacetan arus lalulintas. Dalam aksinya, HMI Tual membakar ban bekas ditengah jalan.

Anggota DPRD Kota Tual, Rahman Rettob, S.Sos mendatangi para pendemo, lalu beradu argumen dengan salah satu oknum pendemo, lantaran yang bersangkutan menyebutkan kalau Anggota DPRD Kota Tual tidak pernah melaksanakan tugas fungsi pengawasan ( reses ) di Kecamatan PP Kur, Kota Tual.

Sampai pukul 18.00 WIT, tak nampak Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tual yang datang menemui para pendemo, sehingga mereka tetap menduduki sekretariat DPRD Kota Tual.

Aksi demo HMI dijaga ketat aparat Kepolisian Polres Malra yang dipimpin langsung Wakapolres, AKP Deny Ubro. ( team tualnews )